sign up SIGN UP

Meski Tuai Pro Kontra, Laporan Kekerasan Seksual di Kampus Kian Bermunculan Berkat Permendikbud PPKS

Nadya Quamila | Rabu, 24 Nov 2021 11:45 WIB
Meski Tuai Pro Kontra, Laporan Kekerasan Seksual di Kampus Kian Bermunculan Berkat Permendikbud PPKS
Laporan Kasus Pelecehan Seksual Kian Bermunculan Usai Permendikbud PPKS Rilis/Foto: Pexels.com/Polina Zimmerman
Jakarta -

Jika diibaratkan, kasus kekerasan seksual saat ini layaknya fenomena gunung es. Masih banyak kasus yang terjadi, namun tidak dilaporkan, tak terkecuali yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi.

Menurut survei Ditjen Diktiristek di tahun 2020, 77 persen dosen di perguruan tinggi menyatakan bahwa kekerasan seksual terjadi di kampus dan 63 persen tidak melaporkan kasus yang diketahuinya.

Banyaknya kasus yang tidak terlapor bisa disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari tidak ada mekanisme pengaduan yang tersedia, stigma yang menyudutkan korban, tekanan dari pelaku yang memiliki otoritas di Perguruan Tinggi, hingga khawatir tidak mendapatkan respon positif ataupun penyelesaian saat melaporkan kasus tersebut.

Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan Kebudayan, Riset, dan Teknologi pun menganggap ramainya kasusĀ kekerasan seksual di kampus layaknya pandemi. Sehingga, ia pun merilis Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi.

Laporan Kekerasan Seksual Bermunculan Usai Permendikbud PPKS Rilis

Kasus pelecehan seksual hingga saat ini masih menjadi momok bagi para korban, yang mayoritas adalah kaum wanita.Ilustrasi kekerasan seksual/Foto: Freepik.com/ Foto: Rumaysha Milhania

Usai Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 dirilis, satu persatu kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus mulai dilaporkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Nizam, Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Saat Permendikbud itu baru keluar, sudah ada beberapa laporan yang sampai ke saya. Mereka yang selama ini tidak berani melapor, sekarang mulai bermunculan di perguruan tinggi kita," kata Nizam dalam diskusi virtual, Jumat sore (19/11), seperti dilansir dari CNN.

Sebelumnya, Nadiem Makarim menyatakan kampus yang tidak menerapkan Permendikbud PPKS akan diberikan sanksi yang bersifat administratif. Contohnya seperti hal yang berkaitan dengan keuangan sampai penurunan akreditasi kampus.

Nizam juga berharap para pimpinan kampus dapat segera membentuk aturan turunan dari Permendikbud PPKS agar mencegah kasus pelecehan seksual terjadi.


Permendikbud PPKS Diharap Bisa Jadi Payung Hukum Cegah Kekerasan Seksual

Jangan Khawatir, Lakukan 5 Tips Ini dalam Menghadapi Pelecehan SeksualIlustrasi pelecehan seksual/ Foto: beautynesia

Menurut Nizam, kampus bisa melakukan pencegahan dengan membuat aturan untuk mengurangi kontak dosen dan mahasiswa di luar lingkungan kampus. Ia mencontohkan seperti melarang bimbingan skripsi yang dilakukan di ruang tertutup pada malam hari yang dinilai sangat beresiko.

"Mudah-mudahan dengan kehadiran Permendikbud ini bisa jadi payung hukum di civitas akademika, maka predator yang selama ini terlindungi di balik kerangka yang abu-abu itu bisa kita tuntaskan," ujar Nizam.

Permendikbud PPKS sendiri masih menuai pro kontra. Ada anggapan bahwa peraturan tersebut tidak sesuai dengan norma agama yang berlaku dan seakan mengisyaratkan melegalisasi perbuatan seks bebas. Ada pihak-pihak yang menginginkan agar Permendikbud PPKS ini direvisi atau bahkan dicabut.

Namun Kemendikbudristek menegaskan bahwa Permendikbud PPKS tidak mendukung seks bebas, melainkan fokus untuk menangani kasus kekerasan seksual. Nadiem Makarim juga sangat terbuka atas semua pendapat dan akan mengkaji semua masukan yang diberikan.

Meski masih menuai pro kontra dari berbagai pihak, Permendikbud PPKS ini diharap bisa menjadi payung hukum yang jelas untuk memberantas kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id