sign up SIGN UP

LIFE

Pernah Nyangka Gak? Ini 5 Kebiasaan yang Menghalangi Kebahagiaan Kamu

Intan Dwi | Minggu, 14 Feb 2021 02:00 WIB
Pernah Nyangka Gak? Ini 5 Kebiasaan yang Menghalangi Kebahagiaan Kamu
caption
Jakarta -

Kebahagiaan merupakan tujuan yang bagus untuk dimiliki, tidak ada orang yang menolak lebih banyak kebahagiaan dalam hidup. Setiap hari kita akan membuat pilihan yang mempengaruhi cara kita berpikir dan bertindak untuk merasakan kebahagiaan.

Tapi tanpa kita sadari, ternyata kita memiliki kebiasaan yang menciptakan rasa sakit dan penderitaan dalam hidup kita. Berikut ini adalah kebiasaan yang justru menghalangi kebahagiaan kamu.

Kurang mencintai diri sendiri

Membenci diri sendiri sama halnya seperti minum racun, perlahan-lahan itu akan membunuh pikiran, tubuh dan jiwa kamu.
Kurang mencintai diri sendiri/freepik.com

Membenci diri sendiri sama halnya seperti minum racun, perlahan-lahan itu akan membunuh pikiran, tubuh dan jiwa kamu. Bukan jumlah uang, harta benda, pengalaman atau hubungan yang menarik yang akan memberi kamu kebahagiaan, tapi hanya diri kamu sendiri yang bisa memberikan kebahagiaan.

Hanya ada satu hal yang perlu diketahui untuk mencintai diri sendiri sepenuhnya, yaitu kamu menyenangkan apa adanya. Tidak ada pengecualian dan tidak ada alasan, berikan cinta tanpa syarat untuk diri kamu sendiri karena kebahagiaan dimulai dari dalam.

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa godaan untuk membandingkan diri kita dengan orang lain sulit untuk dilewati.
Membandingkan diri sendiri dengan orang lain/freepik.com

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa godaan untuk membandingkan diri kita dengan orang lain sulit untuk dilewati. Padahal nantinya itu akan mengakibatkan ketidakpuasan dengan kehidupan kita sendiri. Tidak sulit untuk melihat beberapa orang dan berpikir bahwa mereka memiliki hidup yang bahagia, pekerjaan sempurna atau lebih menarik.

Namun, perbandingan seperti itu pada dasarnya tidak adil karena kita semua unik dalam bakat, sifat dan hasrat kita sendiri. Cobalah untuk menyeimbangkan persepsi kamu saat kamu merasa perlu membandingkan diri kamu dengan orang lain.

Alih-alih merendahkan diri dengan menonjolkan keunggulan hidup orang, gunakan kesuksesan mereka sebagai kekuatan motivasi yang dapat membantu meningkatkan kehidupan kamu sendiri.

Iri dengan apa yang dimiliki orang lain

Iri dengan apa yang dimiliki orang lain adalah tanda kamu tidak senang dengan apa yang kamu miliki dan hidup tidak bersyukur.
Iri dengan apa yang dimiliki orang lain/freepik.com

Bahagia terjadi saat kamu menghargai dan bersyukur dengan apa yang kamu miliki saat ini. Iri dengan apa yang dimiliki orang lain adalah tanda kamu tidak senang dengan apa yang kamu miliki dan hidup tidak bersyukur.

Saat mengarahkan pandangan kamu untuk memiliki kehidupan yang orang lain jalani, tujuan kamu bukanlah untuk meningkatkan hidup dirimu. Agar bahagia, kamu harus hidup untuk mendukung orang lain dan pencapaian mereka, bukan mencoba merendahkan orang lain.

Menyalahkan diri sendiri

Menyalahkan diri sendiri sama saja memberikan kekuatan kamu dengan membuat apa yang ada di luar, diri kamu bertanggung jawab atas kebahagiaan kamu.
Menyalahkan diri sendiri/pexels.com

Menyalahkan diri sendiri sama saja memberikan kekuatan kamu, dengan membuat apa yang ada di luar diri kamu bertanggung jawab atas kebahagiaan kamu. Terimalah momen saat ini sebagaimana adanya, pilih cara baru yang lebih baik dalam memandang sesuatu. Kemudian gerakkan diri kamu untuk menciptakan keadaan dan pengalaman baru yang selaras dengan keinginan kamu.

Mengatakan “Iya” untuk semua orang dan segalanya

Kita semua pasti pernah menemukan diri kita sendiri mengatakan “ya” kepada orang dan ketika hal-hal yang sebenarnya ingin mengatakan tidak.
Mengatakan “Iya” untuk semua orang dan segalanya/freepik.com

Kita semua pasti pernah menemukan diri kita sendiri mengatakan “ya” kepada orang dan ketika hal-hal yang sebenarnya ingin mengatakan tidak. Rasa takut ditolak, tidak disukai atau dianggap tidak sopan menghalangi kita untuk mengatakan tidak karena kita ingin disukai dan dihormati oleh orang lain.

Mulai sekarang, coba ajari diri sendiri cara melepaskan diri dari kebiasaan buruk dan menukarnya dengan kebiasaan baik. Hal itu untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan baik dalam hidup maupun tempat kerja dengan mengatakan “tidak”.

Jika kamu belajar untuk berdiri tegak dengan mengatakan tidak, secara alami kamu akan mendapatkan kekaguman dan rasa hormat dari orang lain. Mengatakan tidak tidak akan membuat kamu menjadi orang yang negatif, itu kamu hanya tidak meluangkan waktu untuk hal-hal yang kamu rasa tidak nyaman untuk kamu lakukan.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id