sign up SIGN UP

Sebelum Putuskan Menikah, Tanyakan Beberapa Hal Ini Dulu Pada Diri Sendiri

Novianty Aulia | Jumat, 16 Jul 2021 18:15 WIB
Sebelum Putuskan Menikah, Tanyakan Beberapa Hal Ini Dulu Pada Diri Sendiri
caption

 Sebelum memutuskan untuk menikah, terdapat beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan secara matang, baik dari pasangan ataupun diri kamu sendiri. Pasalnya, tidaklah sebentar waktu yang akan kamu habiskan bersama dengan pasangan nantinya. 

Mengarungi hubungan yang sakral, akan ditemui banyak rintangan yang menguji kamu dengan pasangan. Dibutuhkan keyakinan dari diri sendiri mengenai sudahkah kamu yakin untuk menikah? Atau benarkah dia yang akan menjadi pasanganmu, hingga nantinya?

Untuk menghilangkan segala keraguan, terdapat beberapa pertanyaan yang perlu kamu pertimbangkan sebelum melaju ke jenjang pernikahan. Berikut Beautynesia telah merangkum enam pertanyaan tersebut.

Apakah Kamu Percaya dengan Pasanganmu? 

Kepercayaan sangatlah penting dalam suatu hubungan. Pastikan kamu sudah sepenuhnya percaya dengan pasanganmu ya.
Yakinkan dahulu kamu sudah sepenuhnya percaya/Foto:Freepik.com/Prostooleh


Sebagai pondasi dari suatu hubungan, kepercayaan menjadi faktor penting yang harus dimiliki satu sama lain. Hubungan yang dijalin tanpa adanya rasa percaya malah akan dipenuhi oleh kecurigaan dan saling tuduh menuduh tiada habisnya. 

Lantas, sudah seberapa besar tingkat kepercayaan kamu terhadap pasanganmu? Yakinkah kamu, dia yang dipilih tidak akan mengingkar janji? Atau, bagaimana cara meyakinkan diri ketika didapati kabar tak baik tentang pasanganmu? 

Hal tersebut harus kamu tanyakan sebelum meyakinkan diri untuk menikah, Beauties. Pastikan, tidak ada lagi keraguan atau rasa was-was yang kamu pendam. Ketika kamu berhasil membangun rasa percaya, hubungan akan terasa lebih nyaman untuk dijalani.

Apakah Dia Bisa Kamu Andalkan?

Pastikan, pasangan yang kamu pilih dapat diandalkan dan bersedia berjuang bersama-sama.
Temukan pasangan yang dapat kamu andalkan/Foto:Freepik.com/Gpointstudio


Tak hanya soal kebahagiaan, kamu juga akan menemui masa-masa sulit dalam pernikahan. Dalam hal ini, bukan hanya kamu yang harus berjuang tetapi dibutuhkan juga peran dan usaha dari pasanganmu. Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah pasanganmu benar-benar dapat diandalkan?

Beauties, carilah pasangan yang dapat diandalkan baik di kondisi senang ataupun sulit. Bukan hanya pada aspek finansial tetapi juga kemampuan dalam menyikapi berbagai hal seperti urusan rumah tangga, mengurus anak, hingga masalah lainnya. 

Hal ini penting untuk kamu pertimbangkan agar tercipta kerja sama yang baik dan rasa saling melengkapi satu sama lain. 

Siap Menerima Segala Kekurangannya? 

Sudahkah kamu menerima kekurangannya? Jika belum, janganlah melaju dahulu ke jenjang pernikahan.
Pastikan kamu sudah menerima segala kekurangannya/Foto:Freepik.com/Yanalya


Merasa kecewa ketika mendapati kekurangan pasangan yang tidak sesuai ekspektasi? Tak ingin terganggu, kamu malah meminta dia untuk berubah seperti yang kamu harapkan? Stop! Bisa jadi kamu belum dapat menerima pasanganmu seutuhnya.

Dilansir dari laman Haibunda, seorang psikolog klinis yakni Sherrie Campbell, Ph.D, mengungkapkan jika seseorang  benar-benar mencintai kamu, mereka tidak akan memaksa atau mengubah beberapa hal yang melekat pada diri kamu. 

Sherrie Campbell, Ph.D juga menambahkan bahwa meminta pasangan untuk berubah layaknya meminta seekor kucing untuk menggonggong. Artinya gak itu tak akan mungkin. Cara terbaik dalam mewujudkan pernikahan yang realistis ialah menerima pasangan apa adanya. 

Sudah Selaraskah Tujuan Pernikahan Kamu dengan Pasangan?

Tujuan dalam pernikahan harus kamu pertimbangkan dan selaraskan dengan pasanganmu.
Selaraskan tujuan pernikahanmu dengan pasangan/Foto:Freepik.com/Ourteam


Baik kamu ataupun pasangan, pastinya memiliki harapan ketika mengarungi bahtera rumah tangga. Tidak menutup kemungkinan, akan ditemui perbedaan soal harapan tersebut. Lalu, apakah sebuah pernikahan dapat berjalan lancar ketika kamu dan pasangan tidak memiliki harapan yang sama?

Beauties, tentukan dahulu seperti apa konsep keluarga yang kamu harapkan dalam pernikahan. Bicarakan hal tersebut kepada pasangan untuk menemukan tujuan seperti apa yang ingin kalian capai bersama. 

Sudahkah Kamu Menerima Keluarganya Seperti Kamu Menerima Pasanganmu?

Cobalah meyakinkan diri sendiri, apakah kamu sudah dapat menerima keluarganya seperti kamu menerima pasanganmu.
Jangan hanya pasangan, terimalah juga kondisi keluarganya/Foto:Freepik.com/Tirachardz


Menemukan banyak kesamaan dengan pasangan lalu merasa sudah cukup yakin? Eits jangan buru-buru, sudahkah kamu memikirkan tentang keluarganya?

Seringkali pasangan hanya terfokus pada jalinan antar keduanya, tanpa mempertimbangkan keluarga dari masing-masing pihak. Padahal, keluarga menjadi bagian terikat yang mempengaruhi hubunganmu ke depannya. Bahkan tak jarang, pangkal masalah dalam pernikahan justru datang dari pihak keluarga. 

Cobalah untuk bertanya bagaimana pandangan dari diri kamu mengenai keluarga pasangan. Temukan perasaan yang sama kepada keluarga pasangan untuk menumbuhkan rasa saling memiliki.

Apakah Kamu Benar-benar Merasa Bahagia?

Temukan dahulu apakah kamu sudah benar-benar bahagia dengan dia.
Kamu sudah benar-benar bahagia?/Foto:Freepik.com/Lookstudio


Hubungan asmara yang terjalin lama, bukan menjadi jaminan kamu akan selalu bahagia ketika bersamanya. Semakin kompleksnya suatu hubungan ketika menyandang status menikah, tentunya menjadi sebuah tantangan baru dalam mempertahankan kebahagiaan satu sama lain. 

Bercerminlah terlebih dahulu tentang bagaimana kamu dan pasangan menjalin hubungan selama ini. Adakah sifat tidak nyaman yang berujung sering berdebat? Atau mungkin kamu benar-benar yakin kebahagiaan yang kamu rasakan bukanlah sebuah paksaan semata? Pastikanlah kebahagiaanmu terlebih dahulu agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari.

Bagaimana Beauties, sudah yakinkah dirimu? 

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id