sign up SIGN UP

Berdampak Buruk, Ini Ciri-ciri Toxic Parent yang Wajib Dihindari!

Sylvia Yuliasar | Rabu, 02 Dec 2020 23:00 WIB
Berdampak Buruk, Ini Ciri-ciri Toxic Parent yang Wajib Dihindari!
caption

Hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship biasa terjadi diantara hubungan manusia. Tapi ternyata itu tidak hanya terjadi pada teman atau lingkungan aja, Ladies.

Hubungan semacam ini juga bisa terjadi antara orang tua dan anak (toxic parent). Karena kamu orang tua, bukan berarti apa-apa yang bersumber dari kamu harus selalu dituruti oleh anak tanpa melihatnya dari sudut pandang yang lebih luas ya. Namun, jika kamu termasuk orangtua yang banyak menuntut dan ingin selalu didengar oleh anak-anak, bisa jadi ini salah satu indikasi dari gejala toxic parent dalam diri kamu.

Orangtua seharusnya menjadi tempat ternyaman untuk anak-anaknya. Namun bagi keluarga dengan toxic parent, yang terjadi malah sebaliknya. Orangtua justru menjadi sumber masalah yang menyebabkan anak takut atau trauma akan sesuatu.

Parahnya lagi, umumnya pelaku toxic parent itu nggak sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu salah. Mereka membenarkan setiap perbuatannya dengan dalih, "Kami lebih tahu apa yang terbaik untuk anak kami". Maka dari itu, untuk bisa menghindari agar tidak menjadi orangtua semacam ini nantinya, yuk kita kenali ciri-cirinya.

Tidak Bisa Mengontrol Emosi

Ciri pertama toxic parent adalah tidak bisa menahan emosi
Toxic Parent biasanya tidak bisa menahan emosi / freepik.com (Peoplecreations)

Ciri pertama yang umumnya ada pada toxic parent adalah mereka tidak mampu mengontrol emosi dan cenderung mudah marah. Perangai orangtua dengan gejala toxic parent biasanya melebih-lebihkan masalah yang sebenarnya sepele. Mereka bahkan nggak segan untuk memarahi dan memaki anak di depan khalayak ramai sekalipun.

Selalu Ingin Mengendalikan Anak

Ciri selanjutnya, pelaku toxic parent selalu memiliki keinginan untuk mengendalikan si anak. Mereka tidak akan begitu saja memberi ruang anaknya untuk mengambil keputusan, karena menurut mereka segala hal yang berasal dari anaknya tidak selalu benar dan anjuran merekalah yang paling tepat.

Melakukan Kekerasan Fisik dan Verbal

Kekerasan fisik maupun verbal biasa dilakukan oleh seorang toxic parent
Ilustrasi ibu yang melakukan kekerasan verbal / freepik.com (Peoplecreations)

Hal yang tidak kalah fatal dari pribadi toxic parent adalah mereka berani melakukan kekerasan verbal sampai fisik. Padahal, tidak ada orangtua yang berhak melakukan kekerasan, meskipun kepada anak mereka sendiri.

Tapi bagi toxic parent, kekerasan seperti pukulan, tamparan, cubitan, atau berupa kekerasan verbal (lisan), biasa menjadi senjata mereka sehari-hari dalam mendidik anak.

Ingin Bersaing dengan Anak

Orang tua yang toxic tidak pernah mau mengapresiasi pencapaian anaknya
Ilustrasi ibu yang tak menghargai anak / freepik.com (Peoplecreations)

Selain itu, ada pula hal yang bisa menjadi penanda bahwa perbuatan orangtua mengarah pada toxic parent, yaitu memiliki perasaan untuk bersaing dengan anak sendiri. Padahal sudah seharusnya ya, peran orangtua itu mendukung dan menyemangati penuh sang anak dalam tindakan positif yang mereka lakukan.

Namun bagi toxic parent, mereka akan jarang mengapresiasi pencapaian anak. Mereka lebih suka mempermalukan, membuat anak down, atau tidak merasa senang dengan pencapaian buah hati mereka.

Sebenarnya, tidak mesti semua ciri-ciri di atas dimiliki oleh toxic parent, melainkan satu saja ada pada pola didik seseorang terhadap anaknya, itu sudah bisa dikatakan sebagai pola asuh toxic parent. Ingat, perilaku dengan ciri di atas bisa meninggalkan luka menyakitkan lho pada jiwa anak yang mengalaminya, dan bisa jadi sulit disembuhkan ketika mereka beranjak dewasa.

Perilaku toxic parent biasanya lahir dari luka-luka masa lalu. Jadi kalau kamu punya beberapa ciri-ciri di atas dalam pola asuhmu, ada kemungkinan kamu juga memiliki trauma seperti yang buah hati kamu rasakan sekarang. Dan besar kemungkinan, anakmu di masa yang akan datang akan turut melakukan pola asuh yang sama pada buah hatinya kelak.

Maka tidak ada kata terlambat untuk berubah, Ladies. Mulailah pelan-pelan untuk memaafkan orangtuamu di masa lalu. Lalu mulai tekanlah ego kamu ketika berinteraksi dengan anak. Kamu pasti menginginkan yang terbaik untuk anakmu, kan? Maka salah satu usaha kamu untuk mencapai itu semua adalah memutur mata rantai pola asuh yang salah. Cheers!

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id