sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Dear Parents, Ini Potensi Masalah Perkembangan yang Bisa Terjadi pada Anak di Masa Pandemi

Rumaysha Milhania | Jumat, 26 Feb 2021 08:00 WIB
Dear Parents, Ini Potensi Masalah Perkembangan yang Bisa Terjadi pada Anak di Masa Pandemi
caption
Jakarta -

Pandemi virus corona dapat menyerang anak-anak secara langsung dan tidak langsung. Selain sakit secara fisik, pandemi ini juga berisiko para terganggunya kesejahteraan sosial, emosional, atau mental anak-anak selama masa karantina.

Trauma yang dihadapi pada tahap perkembangan ini mungkin memiliki konsekuensi jangka panjang sepanjang yang akan dirasakan di masa depan. Berikut ini adalah beberapa masalah dan dampak yang harus kamu antisipasi.

Pandemi virus corona dapat menyerang anak-anak secara langsung dan tidak langsung. Selain sakit secara fisik, pandemi ini juga berisiko para terganggunya kesejahteraan sosial, emosional, atau mental anak-anak selama masa karantina.
Anak-anak di masa pandemi/ Sumber: Freepik.com

Perubahan Rutinitas

Selain menjaga kebersihan dan mengonsumsi asupan yang bergizi, menjaga jarak fisik atau sosial adalah salah satu cara terbaik yang harus kita lakukan agar tidak terpapar virus dan memperlambat penyebarannya. Sayangnya, perubahan rutinitas ini memberikan pengaruh besar pada anak. Pasalnya, kebiasaan sehari-hari seperti bersekolah dan bertemu teman sangatlah penting bagi tumbuh kembang mereka.

Terhambatnya Proses Belajar Mengajar

Penutupan tempat penitipan anak dan sekolah akan sangat berarti bagi anak-anak kecil yang orangtuanya sibuk bekerja. Tidak hanya masalah sulitnya mendapatkan waktu yang tepat untuk belajar, para orangtua juga kewalahan dalam mendampingi beberapa anak dalam satu waktu.

Selain itu, hilangnya momen di sekolah dan tempat penitipan anak berarti hilangnya kesempatan anak untuk belajar dan berkembang di luar. Ini mungkin akan membangun karakter dan kepribadian yang berbeda pada anak-anak.

Penutupan tempat penitipan anak dan sekolah akan sangat berarti bagi anak-anak kecil yang orangtuanya sibuk bekerja. Tidak hanya masalah sulitnya mendapatkan waktu yang tepat untuk belajar, para orangtua juga kewalahan dalam mendampingi beberapa anak dalam satu waktu.
Tumbuh kembang anak/ Sumber: Freepik.com

Terhambatnya Konsultasi dengan Dokter

Orang tua mungkin merasa bimbang dan kebingungan untuk menghindari mencari perawatan kesehatan karena anjuran tinggal di rumah. Jadwal pemeriksaan kesehatan rutin anak menjadi terhambat. Belum lagi jika kamu memiliki anak yang memang membutuhkan pendampingan khusus dari dokter anak dan terapis.

Bagaimanapun, pastikan untuk membuat janji dengan dokter anakmu. Pastikan imunisasi yang sudah dijadwalkan tetap dilaksanakan tepat waktu. Jangan sampai masalah tumbuh kembang anak terganggu karena memaksakan anak untuk di rumah saja.

Melewatkan Momen Besar dalam Keluarga

Jarak fisik dapat membuat kamu merasa kehidupan keluarga menjadi tertahan. Pesta ulang tahun, rencana liburan, hari raya, dan momen berkumpul keluarga saat arisan menjadi terlewat. Anak-anak yang seharusnya tumbuh dan berkembang bersama dengan kehadiran orang-orang tersayang menjadi dibatasi.

Jarak sosial, anjuran tinggal di rumah, dan pertemuan yang dibatasi dapat memengaruhi kemampuan anak dalam bersosialisasi dan berteman. Lebih buruknya lagi, mungkin ia tidak akan punya waktu untuk mengenal lebih dekat keluarganya sendiri.

Jarak fisik dapat membuat kamu merasa kehidupan keluarga menjadi tertahan. Pesta ulang tahun, rencana liburan, hari raya, dan momen berkumpul keluarga saat arisan menjadi terlewat.
Perkembangan anak di masa pandemi/ Sumber: Freepik.com

Kehilangan Keamanan dan Keselamatan

Menjadi aman dan merasa aman sangatlah penting bagi anak kecil. Sebelum pandemi, anak-anak dapat dengan mudah mengeksplorasi sekitar. Mereka dapat berlari dan menyentuh segala hal sesuka hati. Tentu ini merupakan bagian penting dari pembelajaran bagi mereka. Sayangnya, pandemi menghambat itu semua. Tidak heran jika banyak anak-anak kehilangan rasa percaya diri karena hambatan yang mereka alami di masa pandemi.

Apapun itu risikonya, pastikan kamu selalu mendampingi dan memberikan kesempatan untuk anak mengeksplorasi sekitarnya dengan rasa aman dan nyaman. Jadwalkan juga waktu untuk berbicara dengan orang baru melalui sambungan digital. Tidak ada salahnya juga untuk menjadwalkan waktu lebih banyak untuk bermain bersama selama kamu dan si kecil di rumah.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id