sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Kapan Ibu Hamil Perlu Obat Penguat Kandungan?

tyana | Jumat, 13 Nov 2020 19:30 WIB
Kapan Ibu Hamil Perlu Obat Penguat Kandungan?
caption

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sogyur & Moore tentang human reproduction tahun 2016, masa trisemester pertama merupakan kondisi yang rentan untuk fetus dalam kandungan. Untuk itu banyak ibu hamil pada trisemester ini membutuhkan obat penguat kandungan untuk mempertahankan kehamilan. 

Apa itu Obat Penguat Kandungan?

Penggunaan obat penguat kandungan pada ibu hamil
Ilustrasi Ibu Hamil/pinterest.com/audreymirabellaroloff

Dilansir dari Haibunda.com obat penguat kandungan merupakan obat yang diberikan untuk mencegah keguguran atau komplikasi kehamilan lainnya yang biasanya terjadi pada trisemester pertama. Obat ini memiliki kandungan zat aktif progesteron yaitu suatu hormon yang berfungsi mempersiapkan lapisan rahim paling dalam, sehingga janin dapat menempel dalam rahim.

Hormon ini terdapat di dalam tubuh wanita dan apabila tidak ada kahamilan lapisan rahim akan luruh menjadi menstruasi. Meskipun terdapat pada tubuh wanita, ternyata ada beberapa kondisi yang membutuhkan progresteron. 

1. Abortus Imminens

Penggunaan obat penguat kandungan pada ibu hamil
Ilustrasi Ibu Hamil/pinterest.com/holls_and_sia

Abortus Imminens atau ancaman keguguran merupakan kondisi dimana ibu hamil mengeluarkan flek-flek darah pada usia kehamilan di bawah 20 minggu. Kondisi ini juga biasanya disertai dengan kram perut dan sakit pada bagian punggung. Ibu hamil yang pernah mengalami keguguran sebelumya beresiko tinggi mengalami permasalahan ini. 

Kondisi biasanya disebabkan oleh adanya permasalahan pada embrio, kondisi rahim, gaya hidup yang tak sehat dan usia kehamilan di atas 35 tahun. 

2. Pengalaman Keguguran

Penggunaan obat penguat kandungan pada ibu hamil
Ilustrasi Ibu Hamil/pinterest.com/pinkblushmaternity

Seperti yang telah dijelaskan di atas ibu hamil yang pernah mengalami keguguran sebelumnya memiliki resiko tinggi mengalami hal yang sama. Hasil penelitian Georgana Seegar Jones tentang riwayat keguguran mengungkapkan cara untuk mengurangi keguguran yang terulang adalah dengan pemberian suplementasi progesterone atau obat penguat kandungan sesuai dengan resep dokter. 

3. Bayi Tabung

Penggunaan obat penguat kandungan pada ibu hamil
Ilustrasi Ibu Hamil/pinterest.com/pinkblushmaternity

Fertilisasi In Vitro atau lebih dikenal dengan istilah bayi tabung merupakan suatu cara mendapatkan kehamilan dengan bantuan teknologi modern. Cara ini menyediakan pembuahan di luar tubuh manusia yaitu dimana diambil sel sperma dan sel telur kemudian dipertemukan untuk disimpan kembali dalam rahim.

Penggunaan progresterone atau obat penguat kandungan dibutuhkan untuk memperbaiki defisiensi fase luteal dan mempersiapkan endometrium untuk implantasi. 

4. Kelahiran Premature

Penggunaan obat penguat kandungan pada ibu hamil
Ilustrasi Ibu Hamil/pinterest.com/popitwhenshepops

Usia kehamilan biasanya berlangsung sekitar 40 minggu, tetap dalam suatu kondisi banyak bayi yang lahir kurang dari 40 minggu ataupun lebih. Bayi yang lahir kurang dari 37 minggu dianggap premature sebaliknya yang lebih dari 42 minggu disebut postmature.

Bayi yang lahir premature memiliki risiko tinggi dalam gangguan kesehatan dan fisik. Oleh karena itu untuk mengatasi bayi lahir sebelum waktunya dapat dengan penggunaan progresterone.

5. Hamil Kembar

Penggunaan obat penguat kandungan pada ibu hamil
Ilustrasi Hamil Bayi Kembar/pinterest.com/bloomandblissco

Ibu yang hamil kembar memiliki resiko yang tinggi terhadap kelahiran premature atau kurang bulan. Hal ini disebabkan perenggangan rahim dikarenakan berisi lebih dari satu bayi. Untuk itu obat penguat kandungan atau suplementasi progresteron digunakan untuk mempertahankan kehamilan hingga cukup bulan.

Efek Samping Obat Penguat Kandungan

Penggunaan obat penguat kandungan pada ibu hamil
Ilustrasi Ibu Hamil/pinterest.com/sexymamamaternity

Efek samping yang berbahaya dari obat penguatan kandungan hampir tidak ada. Namun dalam kondisi tertentu ibu hamil yang menggunakan obat ini dapat merasakan pusing, mual, muntah, diare, kelelahan dan nyeri otot. 

Agar kehamilan tetap aman dan sehat membutuhkan gaya hidup yang sehat seperti tidur teratur, menjaga kebersihan diri, mengkonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, dan olahraga ibu hamil secara teratur. 

Apakah Penggunaan Obat Penguatan Kandungan Digunakan Sampai Lahiran?

Penggunaan obat penguat kandungan pada ibu hamil
Ilustrasi Ibu Hamil/pinterest.com/archzinemag

Penggunaan obat penguat kandungan hanya diberikan saat terjadi tanda-tanda keguguran terjadi seperti sakit perut, keluar flek-flek dan sakit penggung secara berlebihan. Apabila tanda-tanda tersebut sudah hilang penggunaan obat penguat kandungan ini dapat dihentikan. 

Untuk informasi lebih jauh tentang penggunaan obat penguat kandungan dapat dikonsultasikan secara langsung dengan dokter kandungan. 

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id