sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

7 Hal yang Perlu Dilakukan Pasangan Saat Program Hamil

Esra Dopita | Rabu, 28 Oct 2020 19:00 WIB
7 Hal yang Perlu Dilakukan Pasangan Saat Program Hamil
caption

Kehamilan menjadi salah satu momen yang dinantikan banyak pasangan suami istri. Sayangnya, tak semua pasangan beruntung bisa memperoleh momongan dengan cepat. Tak jarang, sebagian di antaranya memutuskan menjalani program hamil demi mempercepat peluang kehamilan.

Namun, untuk menjalani program hamil, ada beberapa hal yang harus kamu dan pasangan persiapkan. Apa saja? Berikut ini tujuh hal yang perlu dilakukan saat tengah program hamil dilansir dari laman Live Science. 

Perhatikan Siklus Menstruasi

Mengetahui siklus menstruasi amat penting untuk menjalani program kehamilan. Para wanita perlu memperhatikan dan mencatat frekuensi siklus haid mereka, apakah teratur atau tidak.
www.haibunda.com

Mengetahui siklus menstruasi amat penting untuk memulai program kehamilan. Para wanita perlu memperhatikan dan mencatat frekuensi siklus haid mereka, apakah teratur atau tidak. Bila frekuensi haid cenderung datang dan berakhir dengan jumlah hari yang sama setiap bulannya, artinya siklus menstruasi terbilang teratur. Sebaliknya, jika bervariasi setiap bulannya, siklus haid tidak teratur.

"Penting mengetahui seberapa jauh jarak siklus menstruasi sehingga dapat mengatur waktu untuk hubungan seksual dengan lebih akurat guna mendapat kehamilan," kata Mary Ellen Pavone, dokter spesialis endokrinologi reproduksi dan infertilitas sekaligus Direktur Medis Program Fertilisasi in-vitro di Northwestern Medicine's Fertility and Reproductive Medicine Department di Chicago, Amerika Serikat. 

Menghitung Ovulasi 

Dari masa ovulasi, pasangan dapat memprediksi kehamilan. Sebab, satu hingga tiga hari setelah masa subur adalah waktu terbaik bagi pasangan untuk berhubungan intim guna meningkatkan peluang kehamilan.
https://unsplash.com/@dainisgraveris

Dengan mengetahui siklus haid, pasangan suami istri dapat memperkirakan masa subur atau ovulasi, yakni waktu ketika ovarium akan melepaskan sel telur setiap bulan. Umumnya, ovulasi wanita adalah 12-16 hari sebelum siklus haid berikutnya. Artinya, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke 10 sampai 17 setelah hari pertama haid terakhir.

Dari masa ovulasi, pasangan dapat memprediksi kehamilan. Sebab, satu hingga tiga hari setelah masa subur adalah waktu terbaik bagi pasangan untuk berhubungan intim guna meningkatkan peluang kehamilan. Kamu dan pasangan dapat memanfaatkan masa subur ini untuk memperbesar kesempatan memperoleh momongan. 

Menjaga Berat Badan

Bobot tubuh yang terlalu berat dapat mengurangi peluang wanita untuk hamil. Begitu pun, wanita yang terlalu kurus sulit memiliki bayi.
https://unsplash.com/@bill_oxford

Berat badan turut berpengaruh terhadap peluang kehamilan. Bobot tubuh yang terlalu berat dapat mengurangi peluang wanita untuk hamil. Begitu pun, wanita yang terlalu kurus sulit memiliki bayi.

Pavone mengatakan sejumlah penelitian menunjukkan wanita dengan kelebihan berat badan membutuhkan waktu dua kali lebih lama untuk hamil dibanding wanita dengan indeks masa tubuh yang normal. "Dan wanita yang kurus mungkin membutuhkan waktu empat kali lebih lama untuk hamil," ucapnya.

Konsumsi Vitamin Prenatal

Wanita yang sedang program hamil dianjurkan mulai mengonsumsi vitamin prenatal, mengonsumsi asam folat, dan makanan yang mengandung vitamin B.
https://unsplash.com/@maddibazzocco

Pavone menganjurkan agar wanita yang sedang program hamil mulai mengonsumsi vitamin prenatal. Selain itu, mengonsumsi asam folat dan makanan yang mengandung vitamin B. Mulai mengonsumsi asam folat lebih awal adalah ide baik. Asam folat tak hanya baik dikonsumsi selama kehamilan, tapi juga sebelum hamil atau saat program hamil.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mendesak wanita mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap harinya, baik selama kehamilan maupun satu bulan sebelum hamil, guna mencegah cacat lahir pada bayi. Asam folat dapat diperoleh dari biji-bijian juga kacang-kacangan.

Pola Makan Sehat

Mengonsumsi makanan sehat dan kaya nutrisi seperti kalsium, protein, dan zat besi dapat membantu mempersiapkan kehamilan pada wanita.
https://unsplash.com/@idelamaza

Meski tak ada diet khusus yang dapat meningkatkan kesuburan, mengonsumsi makanan sehat dan kaya nutrisi, seperti kalsium, protein, dan zat besi, dapat meningkatkan kesuburan pada wanita dan pria. Kandungan ini bisa didapat dari buah-buahan, sayuran hijau, ikan, telur, tahu dan tempe, biji-bijian, produk susu, dan sumber lemak sehat. 

Kurangi Olahraga Berat

Terlalu banyak atau sering berolahraga, terutama olahraga berat, dapat mengganggu ovulasi, yang ujung-ujungnya berdampak pada kesuburan.
https://unsplash.com/@cathypham243

Aktif secara fisik hampir setiap hari dalam seminggu dapat membantu tubuh wanita mempersiapkan diri untuk kehamilan dan persalinan. Sayangnya, terlalu banyak atau sering berolahraga, terutama olahraga berat, justru dapat mengganggu ovulasi, yang ujung-ujungnya berpengaruh pada kesuburan.

"Dokter melihat banyak gangguan menstruasi pada wanita yang berolahraga berat dan sering kali wanita perlu mengurangi olahraga jika ingin hamil," ucap Pavone. 

Hindari Rokok dan Alkohol

Merokok dapat menyebabkan masalah kesuburan, baik pada wanita maupun pria. Bahan kimia dalam asap rokok dapat mempercepat tingkat kehilangan sel telur sebelum waktunya.
https://unsplash.com/@johnmcclane

American Society for Reproductive Medicine mengungkapkan merokok dapat menyebabkan masalah kesuburan, baik pada wanita maupun pria. Bahan kimia dalam asap rokok, seperti nikotin dan karbon monoksida, dapat mempercepat tingkat kehilangan sel telur sebelum waktunya.

Tak hanya itu, sebaiknya pria dan wanita juga menjauhi para perokok dan asap rokok, minuman alkohol, serta penggunaan obat-obat terlarang, yang dapat mengganggu kesuburan serta mempengaruhi peluang kehamilan.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id