sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Overparenting, Apa Itu?

Rumaysha Milhania | Kamis, 01 Apr 2021 22:00 WIB
Overparenting, Apa Itu?
caption

Overparenting pada dasarnya mengacu pada kondisi di mana orangtua cenderung terus mengatur kehidupan anak hingga pada hal-hal kecil dan pribadi. Orangtua seperti ini biasanya akan terus-menerus mengawasi anaknya untuk memastikan mereka membuat keputusan yang baik, melindungi mereka dari tanda-tanda ketidaknyamanan fisik atau emosional, dan mencegah mereka menghadapi konsekuensi dari perilaku mereka.

Umumnya, hal ini dilakukan dengan tujuan baik, tetapi sesuatu yang berlebihan tentu akan memberikan dampak buruk. Nah, berikut ini adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kamu terlalu berlebihan dalam mengasuh anak.  

Overparenting pada dasarnya mengacu pada kondisi di mana orangtua cenderung terus mengatur kehidupan anak hingga pada hal-hal kecil dan pribadi.
Overparenting/ Sumber: Freepik.com

1. Mengatur Hal-Hal Kecil

Perdebatan akan terus terjadi saat kamu menunjukkan dominasi kamu dalam mengatur segala aspek kehidupan anak, hingga hal-hal kecil. Jika kamu sering bertengkar dengan anak berusia balita untuk memintanya makan sayur yang cukup, atau dengan anak remaja untuk memintanya memotong rambut dan menyisirnya, ini adalah tanda-tanda kamu sudah overparenting. Apabila ini dibiarkan, kamu dapat menghambat perkembangan kemandirian mereka.

2. Sulit Membiarkan Anak Membuat Pilihannya Sendiri

Sebagai seseorang yang sudah lebih lama hidup, sangat wajar jika kamu mempunyai preferensi yang berbeda dengan pertimbangan sebab akibat yang lebih masuk akal. Namun, tanpa melalui kesalahan, anak tidak mungkin bisa belajar dari pengalaman.

Jika kamu tidak bisa melepaskan dan membiarkan anakmu menjelajahi peluang baru, seperti mengenakan pakaian yang tidak cocok atau pergi sekolah dengan sepeda di hari yang tidak cerah, mereka akan kesulitan untuk bisa mengambil keputusan di kemudian hari.

Sebagai seseorang yang sudah lebih lama hidup, sangat wajar jika kamu mempunyai preferensi yang berbeda dengan pertimbangan sebab akibat yang lebih masuk akal. Namun, tanpa melalui kesalahan, anak tidak mungkin bisa belajar dari pengalaman.
Parenting/ Sumber: Freepik.com

3. Tidak Bisa Melihat Anak Gagal

Tidak ada yang suka melihat anaknya mengalami gagal, tetapi jika kamu selalu pasang badan untuk menyelamatkan anakmu setiap kali mereka mengalami masalah, mereka tidak akan belajar dari kesalahan mereka. Jika kamu cepat memberi tahu mereka jawaban yang benar setiap kali mereka kesulitan saat mengerjakan pekerjaan rumahnya, ia tidak akan mengembangkan keterampilan dalam memecahkan masalah. Terkadang, anak-anak perlu mengalami kegagalan secara langsung, karena itu adalah bagian dari kehidupan.

4. Mengidentifikasi Harapan yang Sesuai dengan Umur

Terkadang, menjadi orangtua yang berlebihan berawal dari ekspektasi yang ditetapkan terlalu tinggi. Misalnya, orangtua mengharapkan anak sudah bisa memiliki keterampilan bermain musik di usia 5 tahun. Ia juga harus mampu membaca paling lambat di usia 6 tahun. Padahal, hal terpenting yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan fasilitas untuk anak agar mereka dapat berkembang dan belajar tanpa memaksakan dan membuat standar. 

Menjadi orangtua yang berlebihan sering kali disamakan dengan terlalu memanjakan. Jika kamu tidak memberikan tugas, atau kamu tidak mengharapkan mereka untuk mandiri, mereka tidak akan pernah mempelajari keterampilan mendasar dalam hidup.
Mengasuh Anak/ Sumber: Freepik.com

5. Tidak Memberi Banyak Tanggung Jawab pada Anak

Menjadi orangtua yang berlebihan sering kali disamakan dengan terlalu memanjakan. Jika kamu tidak memberikan tugas, atau kamu tidak mengharapkan mereka untuk mandiri, mereka tidak akan pernah mempelajari keterampilan mendasar dalam hidup. Membebaskan anak dari tanggung jawab hanya akan merugikan mereka di masa depan.

Percayalah bahwa anak-anak memiliki kemampuan yang akan terus berkembang dengan alami. Pepatah mengatakan bahwa, membesarkan anak sama seperti bermain layang-layang. Terkadang kamu memang perlu menarik benangnya cepat, tapi mengulurkan benang akan membiarkannya untuk terbang lebih tinggi.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id