sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Para Orang Tua Baru, Ayo Ikuti Tips Parenting Berikut Ini!

Verticallya S.E Pratiwi | Senin, 28 Sep 2020 12:00 WIB
Para Orang Tua Baru, Ayo Ikuti Tips Parenting Berikut Ini!
caption
Jakarta -

Menjadi orang tua baru bukanlah perkara mudah. Banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari kesiapan mental, fisik sampai financial. Hal ini jangan kamu persiapkan terlalu mepet, tapi justru harus sejak jauh – jauh hari supaya gak keteteran ladies.

aHal yang paling penting dari menjadi orang tua adalah pola asuh atau parenting agar tidak salah asuh pada anak. Jadi, kamu harus paham dulu bagaimana caranya menghadapi anak – anak. Supaya nantinya gak nanggung dan kamu gak salah asuh.

Tips berikut ini buat kamu para orang tua baru yang mau memulai mempelajari parenting yang baik bagi anak!

 

Menghadapi Anak yang Emosi

illustrasi anak yang sedang dimarahi Ayahnya
Seorang anak yang sedang dimarahi/Fidokids

Ketika anak marah, merasa kesal atau menangis, jangan sampai kamu menghadapi anak dengan sama marahnya atau kesalnya. Tenangkan dirimu sendiri terlebih dahulu, tarik nafas dan keluarkan secara perlahan untuk mengendalikan diri. Jika masih tidak berhasil, pergi menjauh dulu untuk menenangkan diri dan minta pasangan atau anggota keluargamu yang lain mengawasi si kecil. Setelah kamu tenang, baru hadapi anakmu. Mulailah dengan diskusi bersama, jangan menaikkan nada suara yang akan membuat si kecil malah merasa takut atau terpancing untuk lebih emosi lagi. Kamu harus bisa mengendalikan diri dan mencoba bicara baik – baik, agar dapat dicontoh anakmu kelak untuk menghadapi masalah dengan tenang dan kepala dingin.

 

Melatih Kepercayaan Diri Anak

Seorang anak yang mengangkat tangannya
Anak yang percaya diri/Realgood

Agar dapat bersosialisasi dan mampu mengemukakan pendapatnya di depan publik, hal ini harus dilatih sejak dini. Dimulai dari penerimaan anak di lingkungannya. Ini sangat penting karena anak yang merasa diterima di lingkungannya agar memiliki keberanian untuk mulai bicara setidaknya dengan orang – orang terdekat.

Kemudian, ajak diskusi anak tentang berbagai hal. Tidak perlu hal – hal rumit dan sulit, bisa dimulai dari pilihan menu makanan untuk makan malam. Mungkin ajak bicara soal karakter kartun favoritnya. Setelah itu, bisa kamu mulai dengan ajak anakmu bermain di luar bersama semakin banyak orang. Mulai dari tetangga, teman sekolah dan semakin meluas agar ia semakin terbiasa bersama banyak orang.

 

Pemilihan Kalimat Saat Bicara

Ibu yang tengah mengobrol dengan anaknya
Berbicara dengan anak/okezone

Menghindari perkataan negatif dalam bicara dengan anak itu sangat diperlukan. Kata "Jangan" dan "Tidak" lebih baik dihindari.

Contohnya, daripada “Jangan dilempar mainannya!” lebih baik katakan, “Daripada dilempar mainannya, mending disimpan ke keranjang aja.”

Pemilihan kalimat yang lebih ramah dan memberikan solusi alih – alih hanya melarang menjadi kunci agar anak dapat melatih problem solving dan kemampuan bahasanya. Meski terlihat sepele, tapi ini dapat memberi banyak pengaruh jika sudah menjadi kebiasaan di rumah.

 

Jangan Membandingkan

Anak yang tengah bermain bersama
Dua orang anak yang tengah bermain/Orami parenting

Ini sering kali secara sadar dan tidak sadar dilakukan para orang tua yaitu membandingkan anak mereka. Entah dengan saudara kandungnya, anak tetangga atau anak di luar sana yang ditemui orang tua. Padahal selain membuat anak bersedih hati, mereka akan mulai merasa rendah diri dan tidak memiliki rasa percaya diri. Hal ini akan membuatnya mulai menarik diri dan bahkan mungkin merasa tak berharga bagi orang tua dan lingkungannya.

Jika anak sudah merasa begini tentu itu akan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Jadi lebih berhati – hati saat bicara dan jangan sampai membandingkan anak ya!

 

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id