sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Jangan Sampai Salah Pilih, Jenis-Jenis Pelumas Vagina yang Harus Kamu Tahu

Rumaysha Milhania | Kamis, 29 Oct 2020 02:00 WIB
Jangan Sampai Salah Pilih, Jenis-Jenis Pelumas Vagina yang Harus Kamu Tahu
caption
Jakarta -

Ketika seorang wanita terangsang secara seksual, vagina secara sendirinya akan melumasi dirinya untuk bersiap menjalani penetrasi. Pelumas inilah yang berperan penting dalam membuat keseluruhan pengalaman seks menjadi lebih menyenangkan tanpa rasa sakit dan perih. Pasalnya, hubungan seksual tanpa pelumas bisa menyakitkan dan merusak lapisan vagina. Tubuh wanita mungkin menghasilkan lebih sedikit pelumas sebagai akibat dari perubahan hormonal, menopause, penuaan, atau asupan obat tertentu.

Ketika seorang wanita terangsang secara seksual, vagina secara sendirinya akan melumasi dirinya untuk bersiap menjalani penetrasi.
Pelumas Vagina/ Sumber: Freepik.com

Namun, jangan khawatir sebab kamu bisa mengandalkan pelumas buatan untuk membantu meningkatkan gairah, meningkatkan kenikmatan seksual, menjaga kelembutan kulit vagina, dan yang terpenting, mengurangi gesekan selama penetrasi.

Melansir dari Healthline, ada beberapa penyebab dari kurangnya produksi pelumas alami pada vagina, yaitu:

  • asupan obat-obatan tertentu, seperti antihistamin dan antidepresan
  • sering mengalami dehidrasi
  • menggunakan kontrasepsi hormonal
  • merokok
  • sedang menyusui
  • berada dalam masa perimenopause atau menopause
  • memiliki kelainan autoimun
  • sedang menjalani kemoterapi

Jika kamu mengalami masalah dengan pelumasan vagina, penggunaan pelumas buatan bisa menjadi solusi yang patut dicoba. Namun, agar tidak salah pilih, ada beberapa jenis pelumas yang bisa kamu coba:

Pelumas Berbahan Dasar Air

Pelumas berbahan dasar air adalah yang paling umum. Produk ini umumnya datang dalam dua varietas, yaitu dengan gliserin, yang memiliki rasa sedikit manis, atau tanpa gliserin. Kedua jenis pelumas berbahan dasar air ini hemat biaya, mudah ditemukan, dan aman digunakan dengan kondom. Mereka biasanya juga tidak menodai seprai. Namun, antisipasi pelumas dengan perasa atau penghangat karena kerap kali mengandung gliserin. Meskipun produk ini memiliki kelebihan, pelumas ini relatif ini cepat kering. Karena kandungan gulanya, mereka juga dikenal berkontribusi terhadap infeksi jamur.

Pelumas berbahan dasar air adalah yang paling umum. Produk ini umumnya datang dalam dua varietas, yaitu dengan gliserin, yang memiliki rasa sedikit manis, atau tanpa gliserin. Kedua jenis pelumas berbahan dasar air ini hemat biaya, mudah ditemukan, dan aman digunakan dengan kondom.
Manfaat Pelumas/ Sumber: Freepik.com

Pelumas Berbahan Dasar Silikon

Pelumas berbahan dasar silikon tidak berbau dan tidak berasa, licin dan halus. Umumnya ini merupakan pelumas yang bertahan paling lama dari semua pelumas. Mereka tidak perlu diaplikasikan kembali seperti halnya pelumas berbahan dasar air. Akan tetapi, antisipasi juga jika pelumas jenis ini bisa bertahan lebih lama, itu berarti mereka lebih sulit untuk dibersihkan. Kamu perlu menggosok area tersebut dengan sabun untuk menghilangkan residu.

Pelumas Berbahan Dasar Minyak

Ada dua jenis pelumas berbahan dasar minyak, yaitu minyak alami (seperti minyak kelapa atau mentega) dan minyak sintetis (seperti minyak mineral atau Vaseline). Umumnya pelumas berbahan dasar minyak aman digunakan, murah, dan mudah dijangkau. Tapi, jika bisa, pilih pelumas berbahan dasar air terlebih dahulu. Pasalnya, minyak dapat mengiritasi kulit dan menodai kain.

Efek Samping Penggunaan Pelumas

Kebanyakan pelumas bebas dari efek samping. Namun, ada kemungkinan reaksi alergi terhadap bahan-bahan tertentu yang ada di dalam pelumas. Pastikan untuk segera temui dokter jika kamu mengalami salah satu dari gejala berikut setelah digunakan:

  • sulit bernafas
  • terjadi pembengkakan, terutama di lidah, tenggorokan, atau wajah
  • gatal-gatal
  • ruam
  • gatal
Juga temui dokter jika kamu mengembangkan infeksi jamur lebih sering ketika kamu sering menggunakan pelumas.
Pelumas Vagina Alami/ Sumber: Freepik.com

Juga temui dokter jika kamu mengembangkan infeksi jamur lebih sering ketika kamu sering menggunakan pelumas. Ini dapat ditandai dengan munculnya keputihan yang terus menerus. 

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id