sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Senggama Terputus, Apakah Bisa Hamil?

Rumaysha Milhania | Minggu, 27 Sep 2020 02:00 WIB
Senggama Terputus, Apakah Bisa Hamil?
caption
Jakarta -

Senggama Terputus, Apakah Bisa Hamil?

Ya, kamu bisa hamil dengan metode senggama terputus. Metode yang juga dikenal dengan sebutan metode pull-out ini bekerja dengan menarik penis keluar dari vagina sebelum ejakulasi. Secara teori, hal ini dapat mencegah kehamilan terjadi, tetapi ada hal-hal lain yang bekerja di luar itu dan menyebabkan kehamilan. Pasalnya, cairan yang dikeluarkan sebagai pelumas dari penis pria terkadang juga mengandung sperma. Itulah yang memungkinkan kehamilan terjadi.

Ya, kamu bisa hamil dengan metode senggama terputus. Metode yang juga dikenal dengan sebutan metode pull-out ini bekerja dengan menarik penis keluar dari vagina sebelum ejakulasi.
Alat Kontrasepsi/ Sumber: Freepik.com

Hal ini juga berlaku jika kamu berhubungan di luar masa ovulasi. Pasalnya, sperma dapat hidup di tubuh wanita selama tujuh hari. Meskipun kamu tidak sedang berovulasi saat berhubungan seks, sperma di saluran reproduksi wanita mungkin masih hidup saat hingga ia berovulasi.


Seberapa Besar Risiko Kegagalan dari Metode Senggama Terputus?

Tingkat kegagalan untuk metode pull-out adalah 4 persen. Artinya, jika dilakukan dengan sempurna, metode tarik keluar dapat mencegah 96 persen kehamilan. Sayangnya, fakta mengungkapkan bahwa 28 persen pasangan yang menggunakan metode ini cenderung melakukan kesalahan hingga menyebabkan kehamilan. Ini terjadi karena sebagian besar dari mereka sulit untuk melakukan penarikan yang sempurna di saat yang tepat.

Risiko di mana cairan bening yang dikeluarkan oleh penis saat seseorang terangsang secara seksual juga memiliki kemungkinan mengandung sperma.
Pre Cum/ Sumber: Freepik.com

Apa yang Salah dari Kegagalan Senggama Terputus?

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang gagal mencegah kehamilan saat melakukan senggama terputus. Salah satunya adalah pria kesulitan untuk menarik diri saat sedang berada di tengah kenikmatan berhubungan. 

Di samping itu, ada risiko pre-cum. Risiko di mana cairan bening yang dikeluarkan oleh penis saat seseorang terangsang secara seksual juga memiliki kemungkinan mengandung sperma. Kebanyakan orang hanya mengeluarkan sedikit, dan biasanya tidak mengandung sperma. Tapi sel sperma yang tertinggal di uretra dari ejakulasi baru-baru ini bisa bercampur dengan pre-cum.

Rekomendasi untuk Metode Kontrasepsi

Senggama terputus tidak disarankan untuk digunakan sebagai metode utama pengendalian kelahiran karena tingkat kegagalannya yang tinggi, tetapi metode ini dapat menjadi metode cadangan yang bagus. Namun, kamu akan lebih direkomendasikan jika menggunakan metode ini bersamaan dengan beragam metode kontrasepsi lain, seperti:

  • kondom
  • spermisida
  • IUD
  • pil KB
Senggama terputus tidak disarankan untuk digunakan sebagai metode utama pengendalian kelahiran karena tingkat kegagalannya yang tinggi, tetapi metode ini dapat menjadi metode cadangan yang bagus. Namun, kamu akan lebih direkomendasikan jika menggunakan metode ini bersamaan dengan beragam metode kotrasepsi lain.
Pengendalian Kehamilan/ Sumber: Freepik.com

Nah, itulah beberapa hal yang dapat kamu ketahui seputar senggama terputus. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id