sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Seksual Fantasi VS Fetish, Apa Bedanya?

Rumaysha Milhania | Jumat, 16 Oct 2020 20:00 WIB
Seksual Fantasi VS Fetish, Apa Bedanya?
Gangguan Fetish/ Sumber: Freepik.com
Jakarta -

Istilah "fetish" belakangan ini semakin populer dibicarakan dengan beredarnya pemberitaan mengenai orang-orang yang memiliki fetish menyeramkan dan dilampiaskan dengan memanfaatkan orang di sekitarnya untuk mewujudkan fetishnya tersebut. Salah satu yang sempat populer adalah fetish kain jarik. Di mana pelaku bisa mencapai klimaks seksual saat melihat orang lain dibungkus dengan kain jarik. Duh, serem banget, ya!

Fetisisme seksual, atau fetisisme erotis, adalah gairah seksual yang dimiliki seseorang dari objek fisik, tampilan, benda, atau situasi tertentu.
Seksualitas/ Sumber: Freepik.com

Isu ini tanpa disadari menimbulkan pertanyaan baru tentang apa itu fetish sebenarnya? Fetisisme seksual, atau fetisisme erotis, adalah gairah seksual yang dimiliki seseorang dari objek fisik, tampilan, benda, atau situasi tertentu. Dengan kata lain, fetish merujuk pada kebutuhan seksual yang jauh melampaui keinginan di mana ia membutuhkan sesuatu untuk memenuhi hasrat seksualnya. Untuk seseorang yang memiliki fetish klinis, orang tersebut harus melibatkan 100% benda atau situasi yang difetishkan untuk mencapai gairah dan klimaks seksual.

Lalu, apa yang membedakan fetish dengan fantasi seksual? Ketahui bahwa seksualitas adalah sesuatu yang sangat kompleks dan tidak sederhana. Ini juga terkait dengan perbedaan seksualitas tiap individu yang tidak bisa disamakan atau dibandingkan.


Nah, fetish sendiri umumnya dikaitkan dengan sebuah tindakan atau benda yang dianggap sangat besar perannya dalam memberikan kesan erotis meskipun benda itu tidak benar-benar dibutuhkan dalam menikmati hubungan seksual itu sendiri.
Fetish/ Sumber: Freepik.com

Nah, fetish sendiri umumnya dikaitkan dengan sebuah tindakan atau benda yang dianggap sangat besar perannya dalam memberikan kesan erotis meskipun benda itu tidak benar-benar dibutuhkan dalam menikmati hubungan seksual itu sendiri. Sedangkan, fantasi terdiri dari imajinasi erotis seseorang yang begitu luas. Memiliki fantasi tentang sesuatu tidak berarti ia benar-benar menginginkannya terjadi dalam kehidupan nyata, yang merupakan salah satu hal menarik tentang fantasi. 

Namun, menggunakan fantasi untuk memenuhi fetish bisa menjadi kompromi yang bagus ketika fetish merupakan hal yang sulit atau tidak mungkin untuk diterapkan. Misalnya, fetish kaki yang berfantasi tentang kaki sambil melakukan seks seperti biasa. Dengan kata lain, fetish bukanlah hal yang buruk selama itu tidak dilakukan dengan tindakan yang merugikan atau menyakitkan orang lain. 

Namun, menggunakan fantasi untuk memenuhi fetish bisa menjadi kompromi yang bagus ketika fetish merupakan hal yang sulit atau tidak mungkin untuk diterapkan.
Fantasi Seks/ Sumber: Freepik.com

Apabila kamu sudah menikah, tidak ada salahnya untuk mencoba saling terbuka dengan pasangan mengenai fetish dan fantasi seksual satu sama lain. Dengan begitu hubungan seksual kamu dengannya akan bisa menjadi lebih luar biasa.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id