sign up SIGN UP

SKINCARE

Kulit Sensitif Sebaiknya Perhatikan Produk Kecantikan yang Mengandung Bahan-Bahan Kimia Ini!

Nisrina Salsabila | Jumat, 20 Nov 2020 22:15 WIB
Kulit Sensitif Sebaiknya Perhatikan Produk Kecantikan yang Mengandung Bahan-Bahan Kimia Ini!
Zat kimia sintetis pada produk kecantikan yang perlu diperhatikan/Foto: Pinterest
Jakarta -

Banyak brand-brand besar menggunakan bahan kimia sintetis yang digunakan ke dalam produk-produk kecantikan mereka. Bukan tanpa alasan, zat-zat sintetis tersebut ditambahkan untuk mengawetkan produk, mengemulsi dua zat, menghaluskan produk, hingga membuat produk berbusa.

Tentunya para produsen itu menggunakan bahan-bahan kimia tersebut dengan dosis yang masih dalam batas aman sesuai aturan BPOM. Namun, bagi beberapa orang yang sangat mengutamakan kesehatan dan khususnya pemilik kulit sensitif dan rentan berjerawat, sebaiknya memilih untuk menghindari bahan-bahan ini.

So, kira-kira bahan kimia apa saja ya yang sebaiknya dihindari pemilik kulit sensiti? Simak daftarnya berikut ini!

Paraben

zat kimia sintetis pada produk kecantikan yang perlu diperhatikan
Brand perawatan tubuh yang tanpa bahan kimia berbahaya termasuk paraben free/Foto: Instagram/lovebeautyandplanet_id

Paraben pada dasarnya adalah pengawet yang memperpanjang masa simpan produk. Paraben yang digadang-gadang berkaitan dengan kanker payudara, nyatanya hingga saat ini belum ada bukti pasti bahwa paraben meningkatkan risiko tersebut.

BPOM memperbolehkan penggunaan paraben dalam batas aman di Indonesia. Jadi, kalau suatu brand sudah memiliki nomor POM sebenarnya kadar paraben di dalam produk tersebut sudah aman. Namun, ada juga beberapa orang yang lebih memilih untuk berhati-hati dengan beralih ke produk berlabel "paraben-free".

Formaldehyde

zat kimia sintetis pada produk kecantikan yang perlu diperhatikan
Kandungan formalin pada produk kecantikan/Foto: Pinterest

Penelitian laboratorium menemukan bahwa formaldehyde berpotensi menyebabkan kanker. Formaldehyde atau dikenal dengan formalin masih dapat kamu temukan pada kuteks, sampo, lem bulu mata, dan berbagai produk lainnya.

Phtalates

Phthalates membantu produk mempertahankan warna dan aromanya, sehingga sering digunakan dalam produk kosmetik. Phtalates teruji dapat mengganggu endokrin dan telah dikaitkan dengan berbagai masalah, mulai dari pubertas dini hingga kanker.

Sayangnya, keberadaan zat ini tidak selalu dicantumkan pada setiap produk sebab disembunyikan dalam label ‘parfume’.

Toluene

Toluene banyak digunakan untuk produk kuteks atau cat rambut. Zat yang sudah dilarang di wilayah Eropa dan Asia Tenggara ini apabila terpapar mampu menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, sakit tenggorokan, sakit kepala, serta yang paling bahaya adalah menyebabkan cacat lahir jika dipakai pada masa kehamilan.

Mineral Oil

zat kimia sintetis pada produk kecantikan yang perlu diperhatikan
Kandungan mineral oil pada produk kecantikan/Foto: Pinterest

Mineral oil atau paraffin umum dijumpai pada produk kosmetik dan perawatan wajah, seperti concealer, balm cleanser, pembersih wajah, dan pelembab. Mineral oil sebaiknya dihindari oleh orang-orang yang memiliki jenis kulit berminyak serta rentan berjerawat dan pori-pori tersumbat.

Alasannya, partikelnya yang besar dan gampang menyumbat pori-pori seringkali menyebabkan breakout. Akan tetapi untuk mereka yang memiliki kulit kering, kandungan mineral oil justru membantu mempertahankan kelembapan kulit karena sifatnya yang melapisi kulit.

Zat Pewarna Sintetis

zat kimia sintetis pada produk kecantikan yang perlu diperhatikan
Zat pewarna sintetis pada produk kosmetik/Foto: Pinterest

Apabila kamu melihat bahan produk dengan tulisan D&C disertai warna dan angka (contohnya D&C Red 27), artinya produk itu mengandung pewarna buatan. Zat pewarna sintetis yang berasal dari batubara ini bersifat karsinogen dan dapat mengiritasi kulit. Beberapa negara di Eropa telah melarang kandungan ini dalam produk skincare

Fragrances

Kandungan parfum sintetis pada produk kecantikan berpotensi menyebabkan iritasi pada orang-orang yang sensitif. Alasannya, parfum pada produk kecantikan berbeda dengan parfum untuk pewangi tubuh. Wewangian sintetis ini dapat berkaitan dengan masalah pernapasan, iritasi, alergi, dan sakit kepala.

Polyethylene Glycol (PEG) dan Propylene Glycol

PEG kerap terdapat pada jenis kosmetik dengan tekstur kental sejenis losion, sampo, dan sunscreen. PEG yang terkontaminasi dengan zat karsinogen dapat menyebabkan masalah pernapasan.

Sementara itu, penggunaan propylene glycol yang berlebihan pada produk lipstik, sampo, dan skincare berpotensi memunculkan efek iritasi kemerahan pada kulit.

Sodium Lauryl Sulphate (SLS)

zat kimia sintetis pada produk kecantikan yang perlu diperhatikan
SLS berfungsi menimbulkan busa/Foto: Pinterest

Produk yang mengandung SLS memberikan banyak busa dan membantu membuat apapun menjadi bersih berdecit.

Masalahnya, SLS pada sebagian orang berpotensi membuat kulitmu sangat kering, memperburuk iritasi eksim, psoriasis, dan masalah kulit lainnya, iritasi jika terkena mata, juga membuat kulit terasa ‘telanjang’ karena menghilangkan minyak alami kulit.

Triclosan

Bahan kimia anti-bakteri ini tentunya sering kamu temukan pada produk sabun mandi anti bakteri, deodoran, pasta gigi juga hand sanitizer. Meskipun bersifat anti bakteri, zat kimia ini justru membuat bakteri lebih kebal dan bertahan lama.

Triclosan yang digunakan sebagai pengawet produk ini dapat membawa masalah gangguan hormonal, resistensi bakteri, alergi, dan iritasi.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id