sign up SIGN UP

Merasa Harus 'Balas Dendam' Traveling karena Pandemi? Kenali Apa Itu Revenge Travel, yang Berisiko Bikin Lonjakan Kasus

Fina Prichilia | Jumat, 26 Nov 2021 19:45 WIB
Merasa Harus 'Balas Dendam' Traveling karena Pandemi? Kenali Apa Itu Revenge Travel, yang Berisiko Bikin Lonjakan Kasus
Traveling. /Foto: Pinterest.com/
Jakarta -

Sejak ditetapkannya pandemi pada 2020 lalu, aktivitas kita yang biasa dilakukan sehari-hari dibuat sangat terbatas, termasuk bekerja di kantor, hingga traveling.

Karenanya rencana traveling yang mungkin sudah tersusun rapi, jadi harus terpaksa ditahan demi keamanan kita semua. Namun karena sudah ditahan dengan waktu yang relatif lama itu, bisa bikin jenuh dan bikin kamu cenderung ingin balas dendam buat liburan!

Beauties, hal ini merupakan fenomena yang bernama Revenge Travel.

Semakin Percaya Diri karena Sudah Divaksin

scorpio cocok traveling ke negara berikut/Foto:pexels.com/freestockproIlustrasi traveling /Foto:pexels.com/freestockpro

Menurut Ita Fajria Tamim, dokter alumni dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, seperti dikutip dari detikcom, fenomena ini diperkuat dengan mulai meluasnya cakupan vaksinasi.

Menurutnya, masyarakat dinilai cukup percaya diri memulai traveling kembali begitu mendapat vaksin covid dua dosis. Selain itu juga karena adanya pelonggaran aktivitas masyarakat, dengan dibukanya kembali daerah wisata oleh pemerintah.

Para pelaku usaha di bidang traveling juga banyak menarik turis dengan berbagai promosi menarik, salah satunya dengan harga hotel dan sewa penginapan yang miring. Fenomena ini diketahui terjadi di banyak negara, Beauties.

Masih Pandemi, Ada Risiko Mengintai

Kerumunan dan keramaian terlihat di negara-negara Eropa di saat angka kasus Covid-19 meroket naik. Lihat foto-fotonya:Kerumunan dan keramaian terlihat di negara-negara Eropa di saat angka kasus Covid-19 meroket naik. Lihat foto-fotonya:/ Foto: AP/Petr David Josek

Meski pintu wisata telah dibuka kembali secara bertahap, beberapa orang merasa bahagia karena bisa traveling lagi, sebagian lagi ada yang mengurungkan niat karena merasa belum aman.

Bila kamu pun sudah mengurus reservasi untuk traveling dalam waktu dekat, pastikan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) di mana pun kamu berada.

Merangkum dari Pandemic Talks, kerumunan merupakan salah satu hal yang tidak bisa dihindari ketika berwisata. Orang yang kurang menjaga prokes tentu bisa berisiko terpapar virus corona saat berwisata.

Traveling/ sumber: pexels.comTraveling/ Foto: pexels.com

Mengutip CNN Indonesia, kasus revenge travel pernah terjadi di Indonesia, kerumunan objek wisata di beberapa daerah terjadi pada libur Lebaran pada 2021.

Selain itu, unggahan postingan berbau wisata berisiko memancing orang lain yang pemahaman mengenai pandeminya rendah, untuk ikut berkegiatan kurang esensial di luar rumah, yang tentunya tanpa prokes yang memadai.

Pada akhirnya kita pun mesti menerima kenyataan bahwa apakah perlu tidaknya traveling selagi masih pandemi saat ini, memang keputusan yang 'nggak mudah'.

[Gambas:Youtube]

----------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id