sign up SIGN UP

4 Jenis Kekerasan pada Perempuan yang Banyak Terjadi dalam Rumah Tangga, Salah Satunya Memaksa Mencari Nafkah!

Cynthia Claudia | Selasa, 23 Nov 2021 22:30 WIB
4 Jenis Kekerasan pada Perempuan yang Banyak Terjadi dalam Rumah Tangga, Salah Satunya Memaksa Mencari Nafkah!
4 Jenis Kekerasan pada Perempuan yang Banyak Terjadi dalam Rumah Tangga/Foto: Pexels.com

Kekerasan di Indonesia kerap terjadi pada perempuan. Menurut sebuah penemuan dari Komnas Perempuan, jumlah kasus kekerasan pada perempuan sepanjang tahun 2020 adalah 299.911 kasus. Kasus yang paling menonjol adalah KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga), sebanyak 79% (6,480 kasus) secara keseluruhan

KDRT tidak hanya identik dengan perlakuan yang menimbulkan fisik. Jenis-jenis kekerasan terdiri dari beberapa macam. Berikut adalah jenis-jenis kekerasan dalam rumah tangga yang sering kali banyak dialami.

1. Kekerasan Fisik 

kekerasan/ Foto: Pexels.com
kekerasan/ Foto: Pexels.com

Jenis kekerasan yang pertama adalah kekerasan fisik. Kekerasan fisik merupakan yang paling umum terjadi dalam sebuah rumah tangga. Tindakannya meliputi menampar, memukul, menendang, menjambak, hingga mencekik anggota tubuh hingga nyawa pasangan terancam.

Tak jarang pelaku yang melakukan sederetan kekerasan tersebut mengurung pasangannya di rumah. Pemicu tindakan pelaku ini biasanya berasal dari minuman keras dan penggunaan obat-obat terlarang. 

2. Kekerasan Seksual 

kekerasan
kekerasan/ Foto: Pexels.com/nathan cowley

Jenis-jenis kekerasan yang terjadi di rumah tangga juga bisa meliputi kekerasan seksual. Ciri-ciri pasanganmu melakukan kekerasan seksual adalah sebagai berikut: ketika ia memaksamu melakukan hubungan seksual yang tidak ingin kamu lakukan, menyakitimu ketika melakukan hubungan seksual, memaksa hubungan seksual tanpa menggunakan kontrasepsi, dan lain-lain. 

Biasanya pelaku akan cenderung meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Namun, ini merupakan janji kosong karena besar kemungkinan bahwa ia akan melakukan tindakan kekerasan kembali. Maka, pertolongan dari profesional pun dibutuhkan. 

3. Kekerasan Emosional  

kekerasan
kekerasan/ Foto: Pexels.com/ Liza Summer

Kekerasan jenis ini biasanya bersifat tersembunyi karena tidak mengakibatkan luka fisik. Namun, sebenarnya bentuknya ditunjukkan melalui perilaku pasangan yang senang mengeluarkan kata-kata kasar. Kata-katanya berupa sebuah ancaman, manipulasi, intimidasi, ataupun kritikan yang terlalu berlebihan dan tidak pantas dilontarkan. 

Menurut seorang pakar psikologi, seseorang yang mengalami kekerasan emosional biasanya akan kehilangan kepercayaan diri dan cenderung membenci dirinya, karena merasa bahwa dirinya sudah tidak berharga. Sehingga, mereka pun kehilangan motivasi untuk hidup. Ketika mereka merasa seperti itu, pertolongan pertama harus segera diberikan agar tidak berakhir pada kejadian fatal yaitu bunuh diri.

4. Kekerasan Finansial 

kekerasan
kekerasan/ Foto: Pixabay

Jenis-jenis kekerasan yang terakhir adalah kekerasan finansial. Kekerasan jenis ini dilakukan dalam bentuk memanipulasi ataupun mengendalikan pasangan dengan tujuan mendapatkan keuntungan finansial. Contohnya yang paling sederhana adalah mencuri harta pasangan secara diam-diam, atau memaksa pasangan bekerja untuk mencari nafkah. 

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id