sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

5 Alasan Tidak Tepat untuk Menikah, Jangan Sampai Menyesal!

Budi Rahmah Panjaitan | Selasa, 02 Mar 2021 21:15 WIB
5 Alasan Tidak Tepat untuk Menikah, Jangan Sampai Menyesal!
caption

Pernikahan sejatinya merupakan hal yang sakral. Semua pasangan mengharapkan pernikahan hanya terjadi sekali seumur hidup. Untuk itulah, harus ada komitmen yang kuat dan alasan yang tepat sebelum memutuskan menikah.

Apabila tidak, tentu konsekuensinya bisa sangat besar. Pernikahan telah menyatukan dua buah keluarga besar menjadi satu dan percaya pernikahan putra putrinya akan bertahan hingga maut memisahkan.

Selain itu yang tidak kalah penting tentu rasa nyaman dan bahagia selama menjalani pernikahan. Jangan sampai batin tersiksa dan tidak merasakan suatu hal berarti dengan adanya pernikahan.

Oleh sebab itu, kamu harus perhatikan beberapa alasan sebelum menikah. Jangan sampai 5 hal ini kamu jadikan sebagai alasan.

Takut Merasa Kesepian

Takut merasa kesepian tidak bisa dijadikan alasan yang tepat untuk menikah/pexel.com
Takut merasa kesepian/pexel.com

 Alasan pertama yang tidak tepat untuk menikah adalah takut merasa kesepian. Biasanya hal ini muncul karena kamu merasa risih dengan berbagai anggapan yang dilayangkan kepadamu. Anggapan ini mengarah pada banyaknya orang yang mengatakan sudah terlalu lama menjomblo, tidak ada yang menemani jika bepergian dan masih banyak lagi yang lainnya.

Hal ini akan semakin kuat dan akhirnya menjadi tekanan sosial terlebih lagi saat kamu telah menginjak usia tertentu yang menurut sebagian besar orang sudah cocok untuk membina rumah tangga. Namun, kamu harus bisa menepis anggapan  tersebut.

Ingatlah bahwa jika di saat sendiri kamu sudah tidak bahagia dengan rasa sepi, maka di kala berdua pun tidak akan menjamin kamu akan mendapatkan rasa bahagia dengan hadirnya seseorang.

Untuk itu, sebaiknya kamu perlu menumbuhkan rasa independen, serius dengan finansial dan karier dan menciptakan kebahagiaan sendiri baru kemudian perlahan mencari sosok yang bisa sejalan dengan itu.

Menjadi Ajang Pembuktian

Menjadi ajang pembuktian bukanlah hakikat dari sebuah pernikahan/pexel.com
Menjadi ajang pembuktian/pexel.com

Tidak sedikit yang berpikiran bahwa pernikahan menjadi sebuah ajang pembuktian. Hal ini berasal dari banyaknya pandangan bahwa pernikahan merupakan salah satu pencapaian dalam hidup.

Terlebih lagi, terdapat nilai-nilai yang dianggap plus di dalamnya. Misalnya saja menikah dengan seseorang dengan kelas sosial yang tinggi sehingga dicap sebagai bukti keberhasilan dalam perjalanan hidupnya.

Jika kamu juga terpikir akan hal demikian, maka sebaiknya mulai saat ini singkirkan pemikiran tersebut. Jangan jadikan pernikahan sebagai ajang pembuktian karena hakikat pernikahan bukanlah hal itu. Ingatlah bahwa yang menjalani pernikahan adalah kamu dan dia.

Tidak perlu adanya pengakuan dari orang lain bahwa pernikahan kamu itu dinilai sukses ataupun inspiratif. Kuncinya adalah tetap berpedoman pada hakikat pernikahan yang sesungguhnya dengan benar-benar siap menjalani hidup berdua dengan komitmen yang kuat dalam suka dan duka.

Terlena dengan Istilah Cinta Sejati

Terlena cinta sejati tidak bisa dijadikan alasan menikah/pexel.com
Terlena cinta sejati/pexel.com

Banyak orang yang merasakan sensasi jatuh cinta dan kemudian berpikir bahwa dirinya telah dihadapkan dengan cinta sejati. Dengan begitu, tidak sedikit pula yang beranggapan hubungannya di jenjang pernikahan akan bahagia dan langgeng hingga akhir hayat. Perlu diketahui bahwa jatuh cinta pada dasarnya merupakan sensasi hormonal yang bisa muncul dan sirna kapan saja.

Untuk itu, perlu digarisbawahi bahwa cinta sesungguhnya baru akan dimulai saat jatuh cinta itu berakhir. Tentu kalimat yang sarat akan makna. Tidak sedikit yang merasakan rasa cintanya kepada pasangan usai menikah  menjadi berkurang.

Terlebih lagi di usia pernikahan yang relatif lama. Untuk itulah, menyikapi dengan bijak dan menumbuhkan kembali rasa cinta di tengah pernikahan akan lebih penting untuk dilakukan daripada terlena dengan istilah cinta sejati.

Kemudian apa alasan lain? Klik NEXT untuk informasi selengkapnya ya.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id