sign up SIGN UP

Mitos atau Fakta, Menolak Lamaran Laki-laki Bikin Perempuan Makin Jauh Jodoh?

Rini Apriliani | Rabu, 18 Aug 2021 12:30 WIB
Mitos atau Fakta, Menolak Lamaran Laki-laki Bikin Perempuan Makin Jauh Jodoh?
caption
Jakarta -

Menikah menjadi puncaknya sebuah hubungan. Hal ini juga menjadi salah satu impian banyak orang. Namun untuk sampai ke jenjang pernikahan tentu tidaklah mudah. Kamu perlu mencari seseorang yang tak hanya mau berbagi cinta, tapi juga cerita, dan kasih sayang.

Menikah juga bukan untuk sementara waktu sampai dimana kamu bosan lalu pergi meninggalkannya. Tapi menikah adalah sebuah ibadah sehidup semati sampai ajal dari Tuhanlah yang memisahkan.

Karena untuk selamanya ini, kamu perlu mencari dan mendapatkan sosok terbaik yang bisa menemanimu baik suka maupun duka.

Mitos Menolak Lamaran Laki-lakiMitos Menolak Lamaran Laki-laki/ Foto: Pinterest.com/thebridedept

Lalu bagaimana jika ditahap pencaharian dan penantian kamu dihadapkan dengan seseorang yang tiba-tiba memiliki niat baik untuk meminang? Di satu sisi mungkin kamu akan senang, namun di satu sisinya ia bukanlah sosok Pangeran impian.

Langkah apa yang akan kamu lakukan? Menerima atau justru menolaknya, Beauties?

Mitos menolak lamaran laki-laki yang akan membuatmu semakin jauh dengan jodoh menyebar luas di masyarakat. Banyak masyarakat beranggapan jika menolak niat baik seseorang justru akan membawa malapetaka untukmu.

Saat hal ini terjadi, semua keputusan ada pada dirimu. Seperti yang kita tahu, mitos hanyalah kepercayaan yang berkembang di masyarakat tanpa adanya fakta ilmiah.

Pandangan Psikolog, Zoya Amirin Soal Mitos Menolak Lamaran Laki-laki

Cantik Indonesia, Zoya AmirinPsikolog, Zoya Amirin/ Foto: Instagram.com/zoyaamirin

Menilik mitos 'menolak lamaran laki-laki nanti akan membuat perempuan jadi jauh jodoh', Zoya Amirin sebagai seorang psikolog memberikan pandangannya sendiri.

"Soal mitos jangan menolak lamaran nanti jauh jodoh, menurut saya seorang psikolog seperti ini ya, kita itu kan hidup dengan ekspektasi dalam masyarakat. Terutama khususnya biasanya bagi perempuan di dunia patriarki, memang punya kecenderungan katanya laki-laki itu menangnya milih, kalau perempuan menangnya nolak, dan sebagainya," ujar Zoya Amirin saat berbincang dengan Beautynesia, Rabu (11/8).

"Sebagai seorang psikolog saya sih lebih percaya bahwa orang itu harus tahu tentang dirinya sendiri dan apa yang diinginkannya terkait banyak hal, entah itu pendidikan, karir, atau hidupnya tentang adanya pernikahan maupun tidak adanya pernikahan. Ketika seseorang menempatkan jangan menolak lamaran nanti jauh jodoh, seolah-olah nilai dari seorang individu hanya dinilai dari status pernikahannya saja," tambahnya.

Ia pun kembali mengatakan jika faktor jauh-dekatnya jodoh tergantung pada Tuhan dan manusianya itu sendiri.

"Kalau saya relatif nggak setuju, jauh dekatnya jodoh menurut saya 50% ada di tangan Tuhan dan 50% ada di tangan manusianya sendiri. Kenapa demikian, karena Tuhan bisa mempertemukan dan itu juga kehendak kita untuk say yes or no," jelasnya.

Mitos Menolak Lamaran Laki-lakiMitos Menolak Lamaran Laki-laki/ Foto: Pinterest.com/thebridedept

Perempuan yang aktif membagikan berbagai konten terkait dunia seksologi ini pun mengatakan jika mitos yang telah berkembang luas di masyarakat ini sebagai salah satu tekanan negatif yang mana seseorang dilihat hanya dari status pernikahannya.

"Menurut saya, menolak lamaran laki-laki nanti jauh jodoh ini salah satu negative pressure dari masyarakat kepada seorang single atau jomblo yang dipaksa harus menerima jodoh karena takut dia nggak laku lagi," katanya.

Zoya pun memberikan pesan untuk menyentuh untuk masyarakat, dimana jangan sampai kita menikah hanya karena merasa kesepian.

"Jodoh jauh dekat itu tergantung pada banyak sekali hal, faktor terbesar dan terpentingnya adalah diri kita. Jangan sampai kita menikah dengan seseorang karena kita merasa kesepian, karena nanti kita akan mempertaruhkan tanggung jawab kebahagiaan kita pada orang lain bukan pada diri kita sendiri,"

"Tapi nggak ada salahnya saat mencari jodoh itu lebih karena kita ingin hidup bersama, kita cinta, kita ingin membangun sesuatu, kita ada hal lain dimana pernikahan ini adalah salah satu langkah, bukan sebagai langkah akhir yang udah pasti akan happily ever after. Kita ada persetujuan bersama-sama, meraih mimpi bersama dengan pernikahan ini," tutupnya.

Jadi bagaimana, Beauties?

Karena yang akan menjalani hubungan adalah dirimu, semua baik dan buruknya hanya kamu yang tahu. Jika memang ia sosok terbaik, tak ada salahnya untukmu menerima kehadirannya. Masalah cinta, bukankah cinta akan datang saat sudah terbiasa bersama?

Tapi jika kamu memiliki alasan khusus untuk menolaknya pun tidaklah masalah. Jelaskan dengan baik mengapa kamu dan dirinya tidak bisa bersama membangun bahtera rumah tangga. Sampaikan juga permintaan maaf tulus dari dirimu.

Cinta tidak bisa dipaksakan bukan? Jika kamu merasa tidak cocok untuk apa dipaksakan yang hanya akan menyakiti dua belah pihak. Bukan saat ini, mungkin di lain waktu kamu akan mendapatkan pangeran impian.

Seperti pesan Zoya Amirin di atas, peran jodoh ada hanya ada di Tuhan dan dirimu sendiri, bukan orang lain. Semangat ya!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id