sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Tingkat Perceraian Semakin Tinggi di Masa Pandemi, Ini Penyebabnya!

Rumaysha Milhania | Senin, 19 Jul 2021 15:30 WIB
Tingkat Perceraian Semakin Tinggi di Masa Pandemi, Ini Penyebabnya!
Perceraian di masa pandemi/ Sumber: Pexels.com/ Cottonbro

Melansir dari artikel yang diterbitkan pada laman Sosio Informa dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, angka perceraian di Indonesia meningkat sebesar 5 persen selama pandemi Covid-19. Dikatakan bahwa pandemi COVID-19 merupakan badai yang sempurna untuk menguji kekuatan dari hubungan pasangan suami istri. Pasalnya, karantina yang membuat suami istri terus bersama ternyata dapat memercikan api masalah. Berikut ini adalah ulasan tentang penyebab perceraian pada pasangan di masa pandemi. 

Dikatakan bahwa pandemi COVID-19 merupakan badai yang sempurna untuk menguji kekuratan dari hubungan pasangan suami istri.
Perceraian/ Sumber: Pexels.com/ Cottonbro

1. Hilangnya "me time"

Banyak orang membutuhkan waktunya untuk dihabiskan sendiri. Terkadang suami menghabiskan waktunya di perjalanan berangkat dan pulang kantor untuk sendiri. Sedangkan para istri juga tidak lagi memiliki waktu untuk bisa bekerja dengan tenang dan memanjakan dirinya. Tidak bisa dipungkiri, para suami juga tentu akan banyak menuntut saat di rumah hingga membuat para istri semakin repot dan kelelahan. Inilah yang nantinya memicu konflik.

2. Tuntutan dan Kritik Sepanjang Hari

Para suami akhirnya berharap istrinya akan melayaninya sepanjang hari dengan menyiapkan kopi, sarapan, makan siang, snack, dan makan malam tepat waktu. Padahal, sang istri juga memiliki banyak pekerjaan yang tidak henti karena semua orang ada di rumah. Tidak heran jika suami semakin menuntut istri untuk bisa lebih melayaninya. Sedangkan istri juga akan memberikan kritik pedas tentang suami yang egois tak mau membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Inilah yang nantinya membawa konflik menjadi lebih serius.

Para suami akhirnya berharap istrinya akan melayaninya sepanjang hari dengan menyiapkan kopi, sarapan, makan siang, snack, dan makan malam tepat waktu. Padahal, sang istri juga memiliki banyak pekerjaan yang tidak henti karena semua orang ada di rumah.
Perceraian di Masa Pandemi/ Sumber: Pexels.com/ Cottonbro

3. Tekanan Keadaan

Pandemi membuat situasi menjadi tidak pasti dan tidak aman untuk semua. Banyak pasangan menjadi kehilangan sumber penghasilan hingga masalah finansial menjadi sumber baru keretakan keluarga. 

4. Kekerasan 

Mereka yang memang memiliki masalah kekerasan dalam rumah tangga menjadi semakin sulit untuk menjalani kehidupan. Konflik tidak hanya terjadi dalam hati, pikiran, dan ucapan. Mereka mungkin akan mendapatkan kekerasan fisik setiap hari karena harus selalu bertemu dengan pasangannya. Mereka yang pada awalnya masih berusaha memaklumi dan mencoba memperbaiki akhirnya menyerah dan memutuskan untuk berpisah. Meskipun begitu, alasan berpisah karena kekerasan tidak bisa disalahkan karena semua orang berhak untuk hidup dalam keamanan, khususnya dalam lingkup keluarga.

Ketidakcocokan mungkin dialami oleh semua pasangan. Namun, saat mereka harus selalu bersama 24/7, hal itu akan semakin jelas dan sulit untuk dihindari.
Bercerai di Masa Pandemi/ Sumber: Pexels.com/ Cottonbro

5. Ketidakcocokan yang Sulit Dihindari

Ketidakcocokan mungkin dialami oleh semua pasangan. Namun, saat mereka harus selalu bersama 24/7, hal itu akan semakin jelas dan sulit untuk dihindari. Hal ini tentu akan membebani pikiran kedua pasangan hingga akhirnya perpisahan menjadi solusi terbaik. 

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id