sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Uang Belanja Kurang? Ini Cara Meminta Uang Tambahan Pada Suami

Rumaysha Milhania | Selasa, 08 Sep 2020 21:00 WIB
Uang Belanja Kurang? Ini Cara Meminta Uang Tambahan Pada Suami
caption
Jakarta -

Sebagian istri ternyata masih kerap merasa segan dan enggan untuk meminta uang belanja tambahan pada suaminya. Apalagi jika suami tampak begitu tegas terhadap tiap pengeluaran yang dilakukan oleh istri. Padahal, masalah keuangan ini sangatlah esensial dan harus dibicarakan dengan menyeluruh oleh kedua pasangan. Nah, jika kamu kerap merasa uang belanja sangatlah mepet atau bahkan kurang, begini cara untuk membicarakannya pada suami.

Hal pertama yang harus dilakukan oleh pasangan untuk bisa membicarakan masalah kenaikan anggaran tertentu adalah dengan membicarakan perencanaan keuangan dengan baik.
Uang Belanja/ Sumber: Freepik.com

1. Mulai dengan Membicarakan Perencanaan Keuangan

Hal pertama yang harus dilakukan oleh pasangan untuk bisa membicarakan masalah kenaikan anggaran tertentu adalah dengan membicarakan perencanaan keuangan dengan baik. Bukan hal yang terlarang bagi seorang istri untuk mengetahui secara rinci berapa pemasukan bulanan meskipun ia tidak bekerja sekalipun. Saat sudah menikah, sudah sewajarnya kedua pasangan mengetahui dengan detail uang masuk dan uang keluar setiap bulannya. Bicarakan juga target-target keuangan yang ingin dicapai dan rancanglah pengeluaran bulanan, termasuk uang belanja bulanan.


2. Buat Catatan Keuangan dengan Rapi dan Detail

Selanjutnya, sebelum kamu mengajukan kenaikan uang belanja, lakukan riset setidaknya tiga bulan untuk memantau pengeluaran bulanan untuk biaya belanja bulanan. Buatlah catatan keuangan dengan rapi dan detail. Catat setiap pengeluaran, sekalipun hanya membeli permen untuk anak. Ingat, pengeluaran sekecil apapun berperan dalam pengeluaran yang besar di akhir.

Catat setiap pengeluaran, sekalipun hanya membeli permen untuk anak.
Mengatur Keuangan/ Sumber: Freepik.com

3. Catat Terus Perubahan Harga Bahan Makanan, Ambil yang Tertinggi

Pada beberapa bahan pokok, sangat umum jika terjadi perubahan harga. Pasalnya, harga BBM, inflasi, dan segala faktor eksternal kerap mempengaruhi harga bahan pokok seperti daging, telur, cabai, hingga bawang. Jadi, pastikan untuk mencatat kisaran harga dan garis bawahi harga tertinggi.

4. Buat Perkiraan Biaya Tak Terduga

Jangan lupa pula untuk membuat catatan untuk biaya tak terduga yang kerap dibutuhkan. Misal, saat token listrik habis di tengah bulan, berapa biaya yang biasanya dibutuhkan untuk mengisi kekurangan. Selain itu, saat si kecil sakit, berapa biaya tambahan untuk membeli obat dan perlengkapan perawatan.

Pria biasanya cenderung membutuhkan angka yang real untuk menentukan apakah sesuatu benar-benar dibutuhkan atau tidak.
Uang Belanja/ Sumber: Freepik.com

5. Berikan Rincian Ini Pada Suami

Nah, jika kamu sudah memiliki semua detail tersebut, ajukan rincian ini pada suami. Buatlah detail yang jelas mengenai selisih kekurangan anggaran belanja bulanan. Pria biasanya cenderung membutuhkan angka yang real untuk menentukan apakah sesuatu benar-benar dibutuhkan atau tidak. Dengan begitu, kamu bisa memiliki bukti yang tervalidasi untuk meminta tambahan uang belanja.

Ingat, meskipun kamu tidak bekerja, kamu juga memiliki hak dan kewajiban untuk mengatur keuangan rumah tangga. Komunikasi adalah kunci utama untuk menyelesaikan masalah keuangan.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id