sign up SIGN UP

Mengenal Rajut Knitting dan Crochet, Sudah Tahu Bedanya?

Henny Alifah | Beautynesia
Sabtu, 23 Jul 2022 21:00 WIB
Mengenal Rajut Knitting dan Crochet, Sudah Tahu Bedanya?
caption

Tahun ini, barang kerajinan tangan atau handcraft mendapat tempat khusus di hati para penggemar fashion. Terlebih jika barang tersebut dibuat dari bahan daur ulang dan ramah lingkungan.

Salah satu bentuk craft yang tengah populer saat ini adalah barang-barang rajutan tangan. Tengok saja koleksi Chloe di berbagai musim 2022, ada banyak pilihan tas rajut hingga item rajut yang wearable seperti shawl, dress, maupun rok.

Kamu yang stylish abis tentunya sudah punya salah satu koleksi rajut, kan, di lemari pakaian? Tapi, tahukah kamu di dunia ini ada dua macam rajutan?

Adalah knitting dan crochet, dua teknik tradisional dalam membuat pakaian atau kain dengan menggunakan bahan dari benang. Benang rajut yang digunakan untuk knitting maupun crochet punya banyak kesamaan tekstur, namun rajutan yang dihasilkan bisa sangat berbeda. Biar makin paham, simak ulasan singkatnya berikut ini.

Jarum yang Digunakan

Knitting needles: single pointed needle, double pointed needle, circular needle
Knitting Needles/ Foto: Instagram/purlsoho

Untuk produksi massal, knitting bisa menggunakan mesin rajut. Namun secara tradisional, knitting manual mengenal tiga macam jarum, yakni single pointed needle yang memiliki satu mata jarum, double pointed needle yang memiliki dua mata jarum, dan circular needle yang jarumnya memiliki sambungan serupa kabel atau selang panjang yang fleksibel.

Pada dasarnya, knitting membutuhkan sepasang jarum untuk merajut. Dalam praktiknya, beberapa proyek rajutan butuh lebih dari sepasang jarum. Kaus kaki, misalnya. Karena ukurannya kecil, proyek kaus kaki yang pengerjaannya melingkar tidak bisa menggunakan sepasang jarum saja, tetapi butuh empat hingga lima jarum bermata dua alias double pointed needle yang kedua ujung jarumnya runcing. Sementara untuk proyek besar seperti sweater atau cardigan, butuh circular needle yang panjang. Selain itu, kamu bisa jumpai pula di pasaran ada banyak pilihan jarum knitting dalam berbagai material, mulai dari bambu, plastik, hingga aluminium.

Crochet hook atau hakpen
Crochet Hook/ Foto: Pexels/Anete Lusina

Berbanding terbalik dengan knitting yang jarumnya kelihatan begitu rumit, crochet  hanya mengenal satu jarum yakni hook atau yang dikenal pula dengan sebutan hakpen. Hakpen memiliki bentuk khas dengan pengait di salah satu ujungnya.

Dan seperti jarum knitting, hakpen di pasaran juga tersedia dalam berbagai material dan ukuran. Semakin besar ukuran diameter benang rajut yang digunakan, semakin besar pula jarum rajut yang dibutuhkan.

Cara Merajut

Knitting
Knitting/ Foto: Pexels/Skylar Kang

Knitting dan crochet sebenarnya sama-sama dikerjakan dengan cara mengaitkan benang. Hanya saja, knitting mengaitkan benang dengan cara bertumpu pada jarum lain. Itulah mengapa knitting tak cukup hanya dengan satu jarum saja, melainkan dua jarum yang berpasangan.

Crochet
Crochet/ Foto: Pexels/Castorly Stock

Sementara itu, crochet bisa mengaitkan benang secara langsung dengan jarum hakpen yang memang sudah dilengkapi dengan pengait.

Perbedaan cara merajut ini tentu saja mempengaruhi bentuk stitch atau lubang tusukan/jahitan yang dihasilkan. Dalam knitting, setiap stitch bergantung pada stitch di bawahnya. Karena itu, jika satu stitch jatuh, keliru, atau rusak, biasanya turut merusak seluruh rajutan dan mau tak mau proyek tersebut harus banyak dibongkar untuk memperbaikinya. Hal ini berbeda dengan crochet, biasanya kamu hanya butuh berhati-hati pada satu stitch yang sedang dikerjakan.

Hasil Rajutan

Hand knitting beanie with Purl Soho Cashmere Merino Bloom yarn
Beanie Rajut/ Foto: Instagram/purlsoho

Knitting dengan teknik rajutannya yang menggunakan sepasang jarum, menciptakan lubang-lubang jahitan yang longgar sehingga hasil akhirnya cenderung jatuh. Tak heran, teknik knitting lebih banyak digunakan pada proyek pakaian, mulai dari dress, tunic, poncho, mitten, hingga selimut. Topi yang dibuat dengan teknik knitting bisa jadi beanie yang teksturnya lembut dan lentur.

Low Classic hand crocheted bucket hat
Bucket Hat Rajut/ Foto: Instagram/hi_sseulgi

Crochet dengan teknik rajutannya yang menggunakan hakpen, menciptakan lubang-lubang jahitan yang rapat sehingga hasil akhirnya cenderung kaku. Teknik crochet akan cocok untuk proyek aksesori seperti bros, boneka amigurumi, hingga tas. Namun begitu, tidak menutup kemungkinan untuk membuat benda pakai dengan teknik crochet. Topi yang dibuat dengan teknik crochet bisa jadi bucket hat yang kece.

Gimana Beauties, sudah makin paham dengan perbedaan rajut knitting dan crochet, kan? Atau kamu tertarik mencoba bikin rajutan sendiri, nih?

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id