STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Mengenal Shibori, Teknik Pewarnaan dari Jepang yang Banyak Dipakai di New York Fashion Week Spring/Summer 2023

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Minggu, 25 Sep 2022 13:30 WIB
Mengenal Shibori, Teknik Pewarnaan dari Jepang yang Banyak Dipakai di New York Fashion Week Spring/Summer 2023

Shibori bukan teknik yang baru eksis di dunia mode. Pewarnaan kain tradisional Jepang ini menggunakan teknik khusus agar tidak semua permukaan berwarna sehingga membentuk pola-pola geometris non identik yang justru menjadi pusat keindahannya.

Karena estetika itu pula, shibori dye ditemukan pada sejumlah runway di ajang New York Fashion Week spring/summer 2023, seperti pada peragaan rumah mode Altuzarra dan Ulla Johnson yang memanfaatkan teknik shibori untuk membuat pakaian nuansa bohemia.

Shibori pada Altuzarra Spring/Summer 2023/
Shibori pada Altuzarra Spring/Summer 2023/ Foto: vogue.com/ Gorunway.com/ Armando Grillo

Oleh karena cara pembuatannya yang serupa––dicelupkan setelah diikat untuk menghasilkan pola tertentu––shibori dye sekilas mirip dengan batik jumputan dari Indonesia dan tie-dye dari Amerika Serikat. Yuk mengenal shibori lebih dalam dan bagaimana dia berbeda dengan teknik pewarnaan lainnya, Beauties!

Asal-Usul 

Yukata dengan teknik nui shibori warna ecru dan biru/
Yukata dengan teknik nui shibori warna ecru dan biru/  Foto: japanobjects.com/Museum of Fine Arts Boston

Berawal mula dari Tiongkok, teknik pewarnaan ini sudah dikenal dan dilakukan di berbagai negara sejak berabad-abad lalu. Mengutip situs Batik Indonesia, negara Peru melakukan teknik ini sebelum kolonialisme Eropa. Teknik yang sama dilakukan di Indonesia dengan istilah batik jumputan, sedangkan istilah shibori dikenal di masyarakat Jepang.

Shibori dye sudah dilakukan di Jepang sejak abad ke-8, masa kepemimpinan Kaisar Shomu. Tekstil yang kaisar masukan sebagai koleksi di Kuil Todai-Ji di Nara memiliki motif shibori yang membuktikan garis sejarah ini.

Namun, shibori mulai populer di kalangan masyarakat Jepang sejak periode Edo abad 17 - 19. Melansir situs Japan Objects, shibori dye muncul sebagai alternatif sutra yang dilarang dipakai masyarakat kelas bawah. Sejak saat itu, teknik pewarna indigo pun semakin dikembangkan, contohnya tsutsugaki yang menggunakan beras untuk membentuk pola.

Kaus tie-dye/
Kaus tie-dye/ Foto: pinterest.com/The Neon Tea Party

Lalu, bagaimana dengan tie-dye dari barat? Melansir laman Fave Crafts, tie-dye mulai populer di Amerika Serikat tahun 1960an di mana motif tersusun atas multi warna, sedangkan saat itu shibori hanya diperoleh dengan warna biru tua.

Motif yang relatif psychedelic yang fun dengan warna-warni ini kerap dipakai musisi dan seniman. Sekarang, tie-dye sering diterapkan pada berbagai objek, mulai dari kaus, sepatu, tas, dan lainnya dan biasa digunakan sebagai fashion items musim panas.

Perbedaan Motif Shibori dan Lainnya

Motif shibori warna biru tua/
Motif shibori yang detail/  Foto: pinterest.com/Pattern Observer

Shibori memiliki motif yang lebih detail dan rumit yang menjadi pembeda dengan teknik serupa dari negara lainnya, Beauties. Terdapat 6 teknik standar shibori yang bisa digunakan untuk menciptakan gambar yang diinginkan, yaitu kumo shibori, miura shibori, kanoko shibori, arashi shibori, nui shibori, dan itajime shibori.

Teknik yang biasa diaplikasikan pada kimono ini dilakukan dengan berbagai cara dan alat, mulai dari diikat dengan karet, dijahit, dilipat dan ditahan dengan dua kayu untuk hasilkan motif geometris (itajime), dililitkan pada tiang tembaga untuk menghasilkan motif menyerupai hujan badai (arashi), dan lainnya. 

Motif tie-dye spiral pada kaus/
Motif tie-dye spiral pada kaus/ Foto: pinterest.com/LUVLETTE

Di sisi lain, tie-dye sering dikenali dengan motif swirl atau bentuk putaran dan ombre. Motif tersebut diwujudkan dalam warna-warni vibran yang saling menabrak. Pola memutar ini didapatkan dengan memelintir kain dan diikat dengan karet sebelum diberi warna berbeda.

Jadi, masing-masing punya karakteristik yang begitu mudah dikenali, bukan?

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE