sign up SIGN UP

Metaverse Fashion Week Dinilai Gagal? Ini Catatan dari MVFW Pertama Dunia

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Rabu, 11 May 2022 21:15 WIB
Metaverse Fashion Week Dinilai Gagal? Ini Catatan dari MVFW Pertama Dunia
caption

Metaverse Fashion Week (MVFW) usai diselenggarakan 24 - 27 Maret 2022 di platform Decentraland, menggandeng banyak rumah mode sebagai partisipan, baik brand fashion konvensional maupun brand digital fashion. Sebagai pekan mode di metaverse perdana dunia, semua orang menantikan bagaimana keberlangsungan fashion week yang dilakukan sepenuhnya digital ini. MVFW dibuka untuk umum––semua orang dari berbagai belahan dunia bisa menghadirinya––dengan menggunakan fasilitas komputer dan internet yang memadai. Namun, apakah itu saja cukup? 

Pengunjung menyampaikan ulasan MVFW serupa, yaitu mengalami kendala yang teknis sama. Masalah internet dan glitch menjadi penghalang utama untuk menikmati pekan mode metaverse secara 3D tersebut. Namun, apakah seluruh acara dinilai gagal? Berikut catatan dari Metaverse Fashion Week 2022 lalu dilansir dari berbagai sumber.

Jumlah Pengunjung

Model Etro di metaverse/
Avatar Etro di metaverse/ Foto: instagram.com/etro

Tentu ide dari sebuah Metaverse Fashion Week membuat banyak orang penasaran. Melansir situs Elle, sebanyak 60 brand menyuguhkan 500 looks selama 4 hari berlangsungnya MVFW. Brand mewah seperti Etro, Dolce & Gabbana, Dunda, Imitation of Christ, dan Estée Lauder turut memeriahkan acara. Selain menyediakan digital fashion items, beberapa juga menyediakan penjualan barang dalam bentuk fisik.

Laporan Decentraland yang dikutip dari Vogue menyebutkan 108.000 pengunjung hadir selama MVFW dengan perkiraan 30.000 user pada hari pertama. Jumlah yang lebih banyak dari 40.000 pengunjung October music festival dalam durasi yang sama.

 

Fashion Show Digital yang Unik

Fashion show Dunda di metaverse/
Fashion show Dunda di metaverse/  Foto: instagram.com/peter_dundas

Atmosfer gembira ditangkap MVFW secara keseluruhan. Peragaan busana dengan konsep menarik dipertunjukkan, seperti kucing yang menjadi model Dolce & Gabbana, runway Dunda dengan model avatar keluar dari lotus raksasa mengenakan siluet berani nan seksi berjalan diiringi irama upbeat khusus dibuat untuk show, kurasi runway oleh UNXD semakin unik dengan efek melayang ditambah koordinasi musik dan pencahayaan, lomba dance di after-party Hogan, dan pertunjukan penutup dari Grimes mengenakan 'Mystique' bodysuit dari label digital fashion Auroboros.

 

Merchandise Metaverse Jadi Sorotan

Digital wearables/
Digital wearables/ Foto: mvfw.org

Layaknya acara di dunia nyata, banyak brand yang membagikan merchandise gratis khusus di metaverse. Hal ini pun menjadi salah satu highlight karena banyaknya hal menarik dari merchandise yang dibagikan. Misalnya, kacamata Parcel yang memudahkan user untuk berpindah lokasi, digital wearables seperti Koa shoulder bag dari Charles & Keith, hingga instant glow dari Estée Lauder yang diaplikasikan pada wajah avatar untuk mempromosikan kebaikan produk Advanced Night Repair Serum.

 

Kendala Teknis Dialami Banyak User

Venue MVFW/
Venue MVFW/ Foto: mvfw.org

 

Ketika menghadiri fashion week yang berada di dunia maya, perangkat keras menjadi lebih penting dari pakaian yang dipakai. Mulai dari spesifikasi komputer yang cukup untuk menjalankan program hingga fasilitas internet yang cepat serta bebas gangguan. Namun berdasarkan ulasan Vogue, 2 hal tersebut saja tidak cukup untuk memberikan pengalaman baik di metaverse.

Glitch dialami hampir semua user dan semakin diperparah dengan respon grafik yang lambat. Saat memasuki venue, musik tidak segera muncul, memuat laman yang lama, komputer crashed, dan masih banyak lagi. Komputer dengan graphic card kualitas tinggi layaknya gaming PC menjadi solusi terbaik untuk menikmati pengalaman metaverse secara maksimal. Sayangnya, tidak semua orang bisa afford hal ini.

 

 

Masalah yang Dihadapi Tenant

Venue Hogan after party/
Venue Hogan after party/ Foto: instagram.com/hoganbrand

Ada keterbatasan wujud 3D dalam Decentraland sehingga beberapa digital item yang akan dipresentasikan dengan resolusi yang baik perlu menyesuaikan spesifikasi. Alhasil, tekstur dan detail pada digital item terdistorsi. Decentraland juga belum memberikan kuota pada masing-masing acara yang terselenggara sehingga tidak ada pemerataan pengunjung––satu pesta dipadati tamu, sedangkan pesta lainnya sepi. 

 

Butuh Pengembangan User Experience

Decentraland/
Decentraland/ Foto: instagram.com/decentraland_foundation

Untuk metaverse fashion week pertama, tentu ada ekspektasi kendala bermunculan sepanjang acara. Konsep acara yang dikemas menarik dan menyenangkan akan semakin bisa dinikmati dengan fasilitas dan sistem yang mumpuni mengoperasikan resolusi tinggi.

Sayangnya, hal itu belum dialami semua user di MVFW akibat banyaknya keterbatasan teknis––menjadi catatan yang perlu dipelajari untuk perbaikan ke depannya. Tidak hanya dari sisi pengunjung, tapi juga brand yang berpartisipasi. Potensi besar masih tertanam dalam acara fashion di metaverse ini dan pengembangan masih sangat dibutuhkan.

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id