sign up SIGN UP

Perpaduan Hijab dengan Mahkota Pengantin dari Beberapa Adat di Indonesia

Ira Syafira | Beautynesia
Sabtu, 06 Aug 2022 18:30 WIB
Perpaduan Hijab dengan Mahkota Pengantin dari Beberapa Adat di Indonesia
Perpaduan Hijab dengan Mahkota Pengantin dari Beberapa Adat di Indonesia/Foto: Instagram/@viennagallery

Indonesia memiliki keragaman budaya yang unik dan berbeda mulai dari Sabang hingga Merauke. Keunikan ini berasal dari tradisi yang dipegang oleh masing-masing adat istiadat setempat, tak terkecuali adat dalam melaksanakan pernikahan. Sebagian besar daerah di Indonesia menjadikan mahkota sebagai simbol kebudayaan mereka. Bahkan, mahkota menjadi salah satu atribut penting yang wajib digunakan dalam pernikahan adat tradisional.

Mahkota setiap daerah memiliki namanya masing-masing. Jika dulu mahkota tradisional hanya bisa digunakan pengantin tanpa hijab, saat ini mulai muncul modifikasi mahkota yang bisa digunakan oleh pengantin berhijab. Perpaduan mahkota dengan hijab ini hadir seiring banyaknya minat pengantin untuk menggabungkan adat tradisional dengan modern. 

Pengen tahu mahkota dari pernikahan adat apa yang bisa dikenakan oleh pengantin berhijab? Yuk, simak ulasannya lebih lanjut.

Mahkota Adat Jawa

Mahkota Adat Jawa/Foto: Instagram/@sarahnusrat_mua_hairdo
Mahkota Adat Jawa/Foto: Instagram/@sarahnusrat_mua_hairdo

Adat Jawa memiliki mahkota pernikahan yang disebut dengan Cunduk Mentul. Mahkota ini berbentuk kembang goyang yang ditusuk di bagian sanggul pengantin. Biasanya ada tujuh cunduk mentul yang maknanya pertolongan dari Yang Maha Kuasa.  Namun perlahan jumlah cunduk mentul berubah menjadi sembilan, hal ini melambangkan wali songo.

Jika pengantin tanpa hijab ditusukkan cunduk mentul di bagian sanggul, untuk pengantin berhijab tidak jauh berbeda. Cunduk mentul untuk hijab bisa ditusukkan di bagian hijab manapun yang sudah dibuat menyerupai sanggul. Saat dilihat sekilas, penampilan pengantin memang terlihat seperti tidak menggunakan hijab. 

Mahkota Adat Minang

Mahkota Adat Minang/Foto: Instagram/@putisarahwedding
Mahkota Adat Minang/Foto: Instagram/@putisarahwedding

Siapa sih yang tidak kenal dengan suntiang Minang? Yups, suntiang minang merupakan mahkota pengantin adat Minang yang sudah cukup terkenal, terutama di kalangan pengantin keturunan Padang. Mahkota suntiang Minang menjadi yang paling berat diantara mahkota adat lain. Beratnya mahkota ini bisa mencapai 5 hingga 6kg. 

Bahan Mahkota suntian terdiri dari 11 lapisan bunga, emas, dan alumunium. Namun, kebanyakan suntiang Minang saat ini sudah diubah menggunakan bahan kuningan singgah agar lebih ringan saat digunakan oleh pengantin.

 Suntiang Minang cukup mudah jika dipakai oleh pengantin berhijab. Cukup letakkan mahkota di atas hijab yang telah ditata rapi. Namun, penataannya membutuhkan ketelitian untuk menghindari jatuhnya suntiang yang menempel pada hijab.

Mahkota Adat Aceh

Mahkota Adat Aceh/Foto: Instagram/@viennagallery
Mahkota Adat Aceh/Foto: Instagram/@viennagallery

Aceh juga memiliki mahkota adat yang biasa digunakan oleh mempelai pengantin wanita, mahkota tersebut bernama patam dhoe. Mahkota patam dhoe memiliki bentuk ukiran menyerupai daun sulur pada bagian tengah mahkota. Umumnya, patam dhoe terbuat dari emas dan memiliki motif bunga-bunga serta bulatan yang diberi nama boengong.

Corak mahkota yang cantik dari Aceh ini menandakan jika sang mempelai perempuan telah resmi dipersunting dan menjadi tanggung jawab suami sepenuhnya. Untuk perempuan berhijab, patam dhoe tidak sulit untuk diatur penggunaanya. Kamu bisa gunakan hijab yang melekat pada kepala, kemudian letakkan patam dhoe seperti biasanya. Usahakan warna hijab sesuai atau tidak jauh berbeda dengan warna mahkota. 

Mahkota Adat Betawi

Mahkota Adat Betawi/Foto: Instagram/@beautybysafira
Mahkota Adat Betawi/Foto: Instagram/@beautybysafira

Mahkota adat Betawi memiliki perpaduan dari pengaruh Tionghoa, Belanda, dan Arab. Hiasan kepala untuk pengantin wanita Betawi ini disebut dengan mahkota siangko kecil atau sisir galu, yang kemudian dipasangkan dengan jepit berbentuk burung hong khas Tionghoa. Tak hanya itu, ada juga siangko besar yang identik dengan budaya Arab, yakni bentuk hiasan yang menutupi dahi serta wajah sang pengantin.

Untuk menambah kesan yang elegan, diberikan tambahan ronce bunga melati pada sisi kanan dan kiri mahkota. Mahkota siangko bisa digunakan untuk perempuan berhijab. Warna hijab bisa disesuaikan saja dengan warna baju pengantin yang akan dikenakan. 

Mahkota Adat Sunda

Mahkota Adat Sunda/Foto: Instagram/@citraciki
Mahkota Adat Sunda/Foto: Instagram/@citraciki

Mahkota cantik yang simpel dan elegan asal Sunda ini biasanya disebut siger. Mahkota siger Sunda umumnya berwarna silver, diletakkan di bagian depan dahi sang pengantin. Makna dari siger ini melambangkan sebuah kehormatan, kebikjasanaan, dan martabat dari seorang perempuan. 

Selain mahkota di bagian dahi, siger Sunda juga dihiasi dengan tujuh tusuk kembang goyang. Berbeda dengan yang lain, kembang goyang ini tak hanya menghadap ke depan, namun juga ke belakang. Siger Sunda tak kalah cantiknya saat digunakan oleh pengantin berhijab. Warna hijab bisa disesuaikan dengan kebaya pengantin, kemudian bisa ditambahkan sedikit brokat di luar hijab.

Itulah mahkota pengantin tradisional dari beberapa daerah di Indonesia. Masih banyak daerah lain yang memiliki mahkota unik serta cantik sesuai adat budaya masing-masing. So, untuk Beauties berhijab yang ingin melakukan pernikahan dengan perpaduan modern dan adat tradisional, kamu nggak perlu khawatir!

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id