sign up SIGN UP

Sering Membuat Kontroversi, Ini Perjalanan Label Dolce & Gabbana di Industri Fashion

Rayoga Firdaus | Beautynesia
Minggu, 26 Sep 2021 16:30 WIB
Sering Membuat Kontroversi, Ini Perjalanan Label Dolce & Gabbana di Industri Fashion
caption
Jakarta -

Salah satu label fashion paling kontroversial adalah Dolce & Gabbana. Tak hanya dalam hal desain, bahkan sampai pandangan dan karakter pribadi kedua desainernya, Domenico Dolce & Stefano Gabbana. Meski telah banyak yang menyuarakan protesnya, namun pengaruh label ini memang cukup besar dalam industri fashion. Kontroversi yang ada mungkin telah memengaruhi citra mereka, namun kuatnya pengaruh mereka dalam hal bisnis, membuat label ini masih mendapat dukungan dari sejumlah media kenamaan. Lalu seperti apa sejarah dan perjalanan dari label ini? Berikut rangkumannya.

Awal Mula Berdiri

Dolce & GabbanaDolce & Gabbana/ Foto: livingly.com/IMAXtree


Domenico Dolce dan Stefano Gabbana memulai bisnis bersama pada tahun 1982 dengan mendirikan sebuah perusahaan konsultan desain. Lambat laun mereka pun memutuskan untuk membuat label pribadi mengusung nama keluarga keduanya, Dolce & Gabbana. Peragaan koleksi perdana mereka diadakan pada tahun 1985.

Sicilian Dress

Dolce & Gabbana spring/summer 2021Dolce & Gabbana spring/summer 2021/ Foto: livingly.com/IMAXtree


Tak mudah bagi Dolce & Gabbana dalam masa awal mereka merintis bisnis. Baru pada koleksi keempatnya, mereka mulai mendapat rekognisi. Terinspirasi dari daerah asal Domenico, yakni Sicilia, mereka menawarkan kreasi gaun tanpa lengan, pas pada bagian dada sehingga straps tidak turun, namun dengan bagian hemline yang lebar. Desain yang feminin dan versatile ini pun langsung menjadi favorit. Seorang jurnalis, Hal Rubenstein menjuluki dress ini sebagian Sicilian dress. Selanjutnya dress ini pun menjadi salah satu kreasi ikonis dari label Dolce & Gabbana.

Ekspansi

Dolce & Gabbana 2021 VeniceDolce & Gabbana 2021 Venice/ Foto: courtesy of Dolce & Gabbana


Di era '90an, Dolce & Gabbana pun mulai meluaskan bisnisnya dengan menjajal lini busana pria, merilis parfum, dan membuka showroom pertama di Amerika Serikat. Setelah pada tahun 1989 meresmikan butik perdana di Tokyo. Kini Dolce & Gabbana memiliki sejumlah lini bisnis seperti Alta Moda & Sartoria, kreasi eksklusif serupa haute couture, kosmetik hingga baju anak.

D&G

Koleksi terakhir D&GKoleksi terakhir D&G/ Foto: livingly.com/IMAXtree


Salah satu lini bisnis yang sempat populer adalah D&G. Di mana hadir dengan desain yang lebih girly dan harga yang terjangkau. Peragaanya di Milan Fashion Week juga tak kalah heboh dengan lini utama Dolce&Gabbana. Meski sukses, Domenico dan Stefano memutuskan untuk menutup lini D&G pada tahun 2011.

Kontroversi

Dolce & Gabbana Spring/Summer 2013Dolce & Gabbana Spring/Summer 2013/ Foto: livingly.com/IMAXtree


Kini citra dari Dolce & Gabbana lebih identik dengan kontroversi. Dari mulai opini mereka yang tidak menyetujui teknologi IVF, desain yang mereferensikan rasisme pada koleksi spring/summer 2013, aksi bully pada fisik sejumlah selebriti seperti Selena Gomez yang dilakukan Stefano dan puncaknya ketika merilis video promosi fashion show yang dianggap menghina masyarakat Tiongkok. Bahkan terungkap isi percakapan Stefano di direct message Instagram yang sarat ujaran kebencian.

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id