sign up SIGN UP

Sunblock Bisa Diganti Jaket Anti Sinar UV? Ini Penjelasan Menurut Ahli

Ayuliy Lestari | Beautynesia
Jumat, 19 Aug 2022 21:30 WIB
Sunblock Bisa Diganti Jaket Anti Sinar UV? Ini Penjelasan Menurut Ahli
caption

Sering punya aktivitas di luar ruangan, tentu kamu perlu mengoleskan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV. Bahkan para ahli menganjurkan mengoleskan tabir surya setiap 2 jam sekali ketika kamu beraktivitas di bawah terik matahari secara langsung, Beauties.

Namun baru-baru ini ada solusi yang disebut lebih praktis yaitu dengan menggunakan jaket atau pakaian khusus di mana pakaian tersebut didesain mampu melindungi kulit dari sinar UV. Akan tetapi, apakah pakaian tersebut benar-benar efektif sama halnya memakai sunblock?

Jaket Anti UV Sudah Dilengkapi UPF

Jaket anti UV
Jaket anti UV/Foto: Pinterest.com/Zara

Ahli Dermatology Alok Vij, MD mengatakan bahwa jaket atau pakaian pelindung sinar matahari dilengkapi perlindungan sinar UV yang disebut dengan istilah Ultraviolet Protection Factor (UPF). Sedangkan perlindungan yang diberikan oleh tabir surya umumnya disebut dengan istilah Sun Protection Factor (SPF).

Menurutnya, sebagian besar pakaian memiliki tenunan longgar sehingga memungkinkan cahaya menembus dan masuk ke kulit. Namun berbeda dengan pakaian anti UV atau UPF di mana tenunan lebih rapat dan rata-rata terbuat dari kain khusus untuk membantu menghalangi sinar matahari.

Sinar UV dapat menembus melalui lubang kecil pada tenunan pakaian biasa bahkan bisa langsung menembus kulit jika pakaian tersebut berwarna terang. Sedangkan pakaian anti UV memiliki penghalang matahari jauh lebih besar sehingga kulit lebih terlindungi.

Perhatikan Label UPF Saat Memilih Pakaian Anti UV

Jaket anti UV
Jaket anti UV/Foto: Pinterest.com/Davne

Ketika akan membeli pakaian anti UV maka cobalah mencari level UPF yang lebih tinggi. Jika pakaian tersebut mencantumkan angka 30 UPF, maka kemungkinan sinar yang menembus pakaian adalah 1:30 atau 3,33%, pakaian yang tertembus sinar UV kurang dari 2% akan diberikan label 50+ UPF (level tertinggi). Sedangkan peringkat terendah pakaian anti UV adalah 15 UPF.

Vij juga mengingatkan bahwa sama seperti jenis kain lainnya, pakaian anti sinar UV juga pada akhirnya akan rusak seiring waktu. Umumnya pakaian hanya bertahan antara 2 sampai 3 tahun.

Kiat Lindungi Kulit dengan Pakaian yang Tepat

street style London Fashion Week fall/winter 2022street style London Fashion Week fall/winter 2022/ Foto: IMAXtree

Selain memakai pakaian anti sinar UV dengan tingkatan UPF tertentu, kamu pun bisa mempertimbangkan pakaian dengan kain tenun yang rapat seperti pakaian berbahan denim atau kanvas.

Bisa juga memakai pakaian berserat sintetis seperti pakaian yang terbuat dari polyester dan nilon. Kamu juga bisa memaksimalkan perlindungan dari sinar matahari menggunakan pakaian lengan panjang, celana panjang dan topi.

Perlukah Tetap Mengoleskan Tabir Surya Saat Memakai Jaket Anti UV?

Jaket anti UV
Jaket anti UV/Foto: Freepik.com/Lookstudio

Lalu apakah masih perlu mengoleskan tabir surya jika sudah mengenakan pakaian anti UV? Menurut Vij, kebanyakan pakaian pelindung matahari memiliki 50 UPF atau lebih tinggi dan lebih baik dari tabir surya namun tetap disarankan untuk memakai tabir surya agar mendapatkan perlindungan terbaik dan jangan lupakan area yang terpapar sinar UV seperti tangan, leher dan wajah.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id