sign up SIGN UP

4 Dampak Buruk Jika Orangtua Sering Bertengkar di Depan Anak

Meuthia Khairani | Beautynesia
Rabu, 03 Aug 2022 23:00 WIB
4 Dampak Buruk Jika Orangtua Sering Bertengkar di Depan Anak
Dampak orangtua sering bertengkar di depan anak/Foto: Getty Images/iStockphoto/Kiwis
Jakarta -

Beauties, mungkin kamu sering mendengar pendapat yang berbunyi 'lebih baik cerai daripada anak melihat pertengkaran orangtuanya setiap hari'. Dewasa ini, perceraian memang dianggap sebagai solusi masalah meskipun berisiko ikatan pernikahan juga harus ikut terbelah.

Bukan untuk menggampangkan pernikahan itu sendiri, tetapi perceraian dianggap sebagai upaya menyelamatkan mental anak yang rata-rata masih kecil ketika kehilangan figur ayah atau ibunya. Meskipun di sisi lain, ada sebagian pasangan yang memaksakan hubungan tetap berjalan karena tidak ingin sang anak kehilangan senyuman akibat orangtuanya tidak lagi utuh.

Nah, berikut ini adalah beberapa risiko yang dapat terjadi pada anak bila sering melihat orangtuanya sering bertengkar.

Membentuk Perilaku Kasar

Dilansir dari Firstcry Parenting, anak yang sering melihat orangtuanya bertengkar akan berpikir bahwa cara untuk menyelesaikan masalah adalah dengan cara yang kasar. Jadi, jangan heran kalau dia menjadi pribadi yang keras dan menunjukkan perilaku yang kasar juga ke teman-teman sebayanya, maupun orangtuanya sendiri.

Kesehatan Mental Terganggu

Teen woman with headache holding her head in her living room during the dayIlustrasi anak/ Foto: Getty Images/ljubaphoto

Pertengkaran orangtua dapat membuat anak-anak merasa cemas, tertekan, dan tidak berdaya. Anak juga akan mengalami gangguan pikiran dan dihantui rasa takut akan ketidakpastian. Lebih parahnya lagi, sebagian besar porsi pikirannya hanya terfokus pada ketakutan itu sehingga dia menjadi sulit berkonsentrasi pada hal lain. Anak juga akan tumbuh bersama perasaan malu, bersalah, tidak berharga, dan tidak percaya diri.

Takut Menjalani Hubungan

Pelecehan seksual membuat anak krisis identitas diri dan keperayaanIlustrasi anak/Foto: Freepik.com/freepik

Mengutip pernyataan Denia Putri, praktisi pendidikan anak usia dini, dari detikHealth, jika anak-anak sering menyaksikan pertengkaran kedua orangtuanya, kemungkinan besar dia akan sulit menjalin hubungan, baik pertemanan maupun hubungan asmara.

Anak akan menjadi pribadi yang susah dekat dengan orang lain dan kurang percaya bahwa ada orang baik yang mau menjadi temannya. Alasannya, dia trauma oleh momen 'ditinggalkan', sehingga dia takut bahwa temannya itu akan melukainya atau meninggalkannya.

Memperburuk Pandangan tentang Keluarga

Ilustrasi seorang anak yang mengalami trauma/Foto: Freepik.com/jcompIlustrasi anak/Foto: Freepik.com/jcomp

Dilansir dari Very Well Family, anak-anak yang sering melihat cekcok atau konflik orangtuanya bisa berpotensi memiliki pandangan negatif tentang hubungan keluarga. Keributan antara ayah dan ibunya, apalagi bila ditunjukkan dengan perilaku yang tidak saling mencerminkan rasa hormat antara satu sama lain membuat anak berpikir bahwa tidak masalah apabila orang lain memperlakukan mereka dengan buruk.

Parahnya lagi, anak-anak bisa saja meniru tingkah laku orangtuanya pada teman-temannya di sekolah. Mereka bisa saja menjadi anak yang suka menyakiti temannya dan merasa terhibur karena berhasil membuat temannya merasa terhina, tersakiti, dan terluka.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id