sign up SIGN UP

Kasus Pelecehan Seksual Anak Kian Marak Terjadi, Bagaimana Dampaknya Bagi Korban dan Penyintas?

Sherley Gucci Permata Sari | Beautynesia
Kamis, 28 Jul 2022 19:00 WIB
Kasus Pelecehan Seksual Anak Kian Marak Terjadi, Bagaimana Dampaknya Bagi Korban dan Penyintas?
Ilustrasi anak korban pelecehan seksual/Foto: Getty Images/ljubaphoto

Pelecehan dan kekerasan seksual dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak-anak dapat terjadi di mana saja, seperti ruang publik, tempat bermain, sekolah, hingga keluarga. Dilansir dari Medical News Today, ada banyak bentuk pelecehan seksual yang dapat terjadi pada anak, misalnya memegang bagian tubuh tanpa izin, menunjukkan alat vital, menunjukkan konten pornografi, hingga pemerkosaan.

Belakangan ini kasus pelecehan seksual pada anak-anak yang terjadi di instansi pendidikan ramai diberitakan. Melansir dari detik.com, menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia pada kasus tersebut 88 persen pelakunya adalah kepala sekolah dan guru yang seharusnya menjadi pihak yang memberikan perlindungan, kenyamanan, serta keamanan bagi anak didiknya. Bahkan sepanjang Januari 2022, menurut data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah terjadi 797 kasus kekerasan seksual pada anak.

Melihat dari fenomena kasus pelecehan seksual yang terjadi pada anak-anak saat ini, tentu ini akan menimbulkan ketakutan bagi orangtua dan anak-anak itu sendiri. Pelecehan seksual yang dialami oleh anak-anak juga akan menimbulkan banyak dampak baginya, khususnya secara psikologis dalam jangka panjang. Lantas, apa saja dampak yang terjadi pada anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual? Yuk, simak jawabannya berikut ini!

Kesehatan Mental

A woman's hands in front of her face.Ilustrasi korban pelecehan seksual/ Foto: Getty Images/markgoddard

Dampak serius yang dialami oleh penyintas pelecehan seksual adalah trauma. Bahkan beberapa kasus, trauma yang dialami dapat terjadi dalam jangka waktu yang lama. Melansir dari Psychology Today, anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual juga lebih mudah mengalami depresi, gangguan kecemasan, hingga Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Trauma yang tidak ditangani dengan baik pada penyintas juga dapat memicu keinginan untuk mengakhiri hidup akibat persepsi negatif yang timbul akibat peristiwa tersebut.

Kesehatan Fisik

Akibat dari dampak kesehatan mental yang timbul juga dapat menyebabkan masalah gangguan makan pada korban yang tentunya berisiko pada kesehatan fisik. Melansir dari Very Well Mind, pengalaman traumatis seperti pelecehan seksual juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kondisi kesehatan kronis di kemudian hari, seperti obesitas, kanker, dan penyakit jantung. 

Kehilangan Identitas Diri dan Kepercayaan 

Pelecehan seksual membuat anak krisis identitas diri dan keperayaan
Krisis Identitas/Foto: Freepik.com/freepik

Melansir dari Psychology Today, anak yang mengalami pelecehan seksual dapat merasa kehilangan identitas diri saat menginjak usia remaja hingga dewasa akibat memiliki persepsi negatif tentang dirinya dan tubuhnya. Hal ini dapat terjadi karena rasa takut akan manifestasi dari orang lain di lingkungan sekitar. Sehingga hal ini akan membuat anak cenderung untuk menarik diri dari lingkungan pertemanan dan masyarakat yang ia miliki.

Menurunnya Prestasi Akademik 

Pelecehana seksual mengakibatkan menurunnya prestasi akademik anak
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/freepik

Dampak lainnya yang patut dikhawatirkan bagi anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual yakni menurunnya prestasi akademik di sekolah. Sebab hal ini juga sebagai akibat dari kehilangannya kepercayaan diri anak untuk kembali ke sekolah. Bahkan beberapa anak yang mengalami kejadian pelecehan seksual enggan kembali ke sekolah dan cenderung untuk memilih mengurung diri di rumah.

Menjadi Pelaku 

Hal yang mengkhawatirkan dari dampak serius yang dialami oleh anak-anak yang menjadi penyintas pelecehan seksual adalah kemungkinan ia akan menjadi pelaku pelecehan seksual saat dewasa. Hal ini diakibatkan trauma masa kecil yang belum sepenuhnya mendapatkan pemulihan. Dilansir dari detik.com, menurut Elly Risman, seorang psikolog parenting dan pendiri Yayasan Kita dan Buah Hati, menyebutkan bahwa korban kekerasan seksual berpotensi menjadi pelaku bila tak ditangani dengan baik.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id