STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Jarang Disadari, 5 Kebiasaan Orangtua Ini Tergolong 'Child Shaming' dan Bisa Pengaruhi Perilaku Anak saat Dewasa

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Jumat, 22 Jul 2022 21:00 WIB
Jarang Disadari, 5 Kebiasaan Orangtua Ini Tergolong 'Child Shaming' dan Bisa Pengaruhi Perilaku Anak saat Dewasa

Cara orangtua berbicara dan memperlakukan anak-anaknya akan terngiang di dalam batin mereka serta akan mereka dengar hingga mereka dewasa dan menjadi dasar dari segala tindakan yang mereka lakukan.

Ada beberapa kebiasaan yang biasa dilakukan orangtua kepada buah hatinya yang sebenarnya merupakan bentuk child shaming dan dapat memengaruhi perilaku serta pola pikir mereka saat dewasa nanti. Dilansir dari Healthy Way, berikut penjelasannya yang didukung oleh pendapat dari spesialis perkembangan anak. Yuk, simak!

Membatasi Kemandirian Anak

Beri anak kesempatan untuk mandiri/Foto: Pexels/Juan Pablo Serrano Arenas
Beri anak kesempatan untuk mandiri/Foto: Pexels/Juan Pablo Serrano Arenas

Beberapa orang tua membatasi anak-anaknya dengan tidak membiarkan mereka melakukan aktivitasnya sendirian. Padahal, kemandirian pada diri seseorang harus dibentuk sejak usia dini melalui pengalaman. Tindakan pembatasan ini termasuk dalam kategori shaming yang bisa menurunkan kepercayaan diri pada anak-anak.

Salah satu contoh situasi yang bisa membatasi kemandirian anak misalnya ketika mereka berusaha memakai pakaiannya sendiri, tetapi tidak sengaja mengenakannya secara terbalik. Biasanya orangtua akan cenderung tidak sabar dan akhirnya menegur kelambatan mereka dan turun tangan untuk memperbaiki kesalahan itu.

Menghakimi Keputusan Anak

Orangtua kerap melontarkan kritik terhadap pilihan atau tindakan yang diambil oleh anak-anak mereka. Padahal, ada baiknya apabila orangtua mencoba memahami keputusan anak-anaknya dan mengajak mereka untuk berdiskusi.

Pentingnya komunikasi dua arah antara orang tua dan anak/Foto: Pexels/Emma Bauso
Pentingnya komunikasi dua arah antara orang tua dan anak/Foto: Pexels/Emma Bauso

Pembicaraan dua arah ini bisa membuat orangtua dan anak untuk memahami sudut pandang masing-masing. Sehingga orangtua bisa memberikan pelajaran berdasarkan pengalaman dan anak dapat memberikan alasan yang membuat mereka mengambil keputusan itu.

Meminta untuk Tidak Menangis

Alih-alih memberi ultimatum kepada anak untuk tidak menangis, ada baiknya jika orangtua mencoba menempatkan diri pada posisi anak demi memahami sesuatu yang mereka rasakan. Perlu diperhatikan pula bahwa meneteskan air mata biasanya merupakan sebuah cara untuk membuat perasaan negatif yang kita rasakan bisa membaik.

Berharap Terlalu Tinggi

Tidak perlu mendikte mimpi seorang anak/Foto: Pexels/Lina Kivaka
Tidak perlu mendikte mimpi seorang anak/Foto: Pexels/Lina Kivaka

Dalam beberapa kesempatan, harapan orang tua kepada anak-anaknya dapat membuat ambisi mereka meningkat untuk mempelajari banyak kemampuan baru sehingga hal ini bisa membentuk mereka menjadi pribadi yang cakap dalam banyak hal.

Namun, ada baiknya agar orangtua tidak hanya melontarkan nasihat-nasihat sarat harapan itu dengan sesuka hati karena ada tolok ukur usia yang tepat untuk masing-masing pencapaian yang diharapkan oleh orangtua.

Menegur di Depan Umum

Cara mendisiplinkan anak yang terbaik masih dan akan selalu menjadi perdebatan di kalangan para orang tua. Namun, menurut Anastasia Moloney, seorang spesialis perkembangan anak usia dini, ada baiknya agar orangtua tidak langsung menegur anak di depan umum.

Jagalah perasaan anak/Foto: Pexels/kelvin octa
Jagalah perasaan anak/Foto: Pexels/kelvin octa

Langkah yang lebih bijak untuk menegur anak adalah membawa mereka menjauh dari keramaian untuk menegaskan kembali aturan yang seharusnya tidak boleh mereka langgar. Tindakan ini juga bisa memberi anak kesempatan untuk menenangkan diri sehingga lebih mudah memahami sesuatu yang akan diajarkan oleh orang tuanya.

***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE