sign up SIGN UP

4 Miskonsepsi tentang Feminisme, Apa Saja yang Sering Disalahpahami?

Camellia Ramadhani | Beautynesia
Jumat, 13 May 2022 11:45 WIB
4 Miskonsepsi tentang Feminisme, Apa Saja yang Sering Disalahpahami?
caption
Jakarta -

Maraknya isu-isu tentang kesetaraan gender dewasa ini membuat istilah-istilah feminisme semakin populer. Sebagai konsekuensi atas popularitas feminisme di berbagai kalangan, selalu ada pihak yang kontra bahkan menentang dengan berbagai alasan. Tidak hanya dari pihak pria, beberapa pihak perempuan bahkan enggan mengadopsi visi misi feminisme karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang mereka anut.

Sering kali, bentuk pertentangan ini justru timbul sebelum mereka benar-benar mengkaji feminisme secara mendalam. Keawaman ini lantas menimbulkan kesalahpahaman dan reaksi yang tidak relevan. Menurut laman Gryphon Gazette, berikut ini adalah beberapa miskonsepsi tentang feminisme yang paling sering terjadi. Simak, yuk!

Feminis Ingin Perempuan Mendominasi Pria

Miskonsepsi Feminisme/Foto: Canva/Ursula Madariaga
Miskonsepsi Feminisme/Foto: Canva/Ursula Madariaga

Ketika aktivis feminis mengeluhkan ketertindasan perempuan dalam struktur budaya patriarki, banyak yang menyalahartikan bahwa perempuan ingin balik menjadi pihak superior. Narasi yang beredar seolah-olah perempuan ingin membalaskan dendamnya dan membalikkan nasib para pria yang berkuasa.

Anggapan seperti ini sangatlah dangkal, Beauties! Feminisme tidak pernah meminta perempuan untuk bebas dalam arti mendominasi siapapun. Sebaliknya, feminisme mendukung kesejahteraan yang adil bagi perempuan maupun pria.

Chimamanda Ngozi Adichi dalam bukunya “We Should All Be Feminist” menyatakan bahwa penekanan pada tuntutan hak-hak perempuan pada dasarnya bukan bertujuan egois dan mengabaikan pria. Penekanan kesejahteraan perempuan diperlukan agar masyarakat tidak melupakan sejarah bagaimana perempuan selama ini ditindas secara eksplisit maupun implisit. Menghilangkan ruh kepentingan perempuan dalam feminisme bukan memperbaiki kesetaraan, justru hanya semakin mempersulit terpenuhinya kesetaraan gender terutama bagi perempuan.

Oleh karenanya, feminisme berjuang mendapat hak bagi perempuan sekaligus memperbaiki relasi pria dan perempuan dalam masyarakat, Beauties.

Feminis Menentang Perempuan Mengerjakan Urusan Rumah Tangga

Miskonsepsi Feminisme/Foto: Canva/Kzenon
Miskonsepsi Feminisme/Foto: Canva/Kzenon

Salah satu aliran feminis, yakni feminis liberal, memang menginginkan perempuan mendapat kesempatan setara untuk berkarier di ruang publik. Dalam esai-esai tokoh seperti Marry Wollstonecraft dan Harriet Taylor, mereka mengkritik habis-habisan upaya domestifikasi perempuan. Namun, tidak ada satupun dari tokoh tersebut yang melarang keinginan para perempuan untuk berurusan dengan urusan rumah tangga ya, Beauties.

Pada dasarnya, semua feminisme mendesak masyarakat untuk membebaskan perempuan dengan pilihannya. Kritik terhadap domestifikasi ini terus berlanjut karena kenyataannya kebanyakan budaya masih mengadopsi prinsip bahwa perempuan hanya pantas tinggal di rumah dan mengurus keluarga. Dilansir dari laman detikcom, hingga saat ini pun angka partisipasi tenaga kerja perempuan masih jauh di bawah pria, yakni 53,34 persen dibanding 82,27 persen.

Masalahnya, yang menyebabkan kesenjangan gender dalam lingkungan kerja tidak hanya karena kesadaran perempuan, tapi masih dipengaruhi perspektif nilai yang salah dan mengekang langkah perempuan. Keawaman inilah yang ingin diberantas feminisme, Beauties. Harapannya, perempuan bisa memiliki kendali penuh atas keinginannya tanpa tekanan dan paksaan siapapun.

Feminis Membenci Pria

Miskonsepsi/Foto: Canva/Tomwang112
Miskonsepsi/Foto: Canva/Tomwang112

Semua gerakan besar pasti memiliki hambatan baik eksternal maupun internal. Hambatan bagi feminisme tidak hanya berasal dari penentang feminisme, tapi bisa juga berasal dari orang-orang yang mengaku feminis itu sendiri.

Jika kamu adalah orang yang baru mendalami feminisme, perlu kamu catat dalam pikiran bahwa gerakan feminis tidak lahir dari kebencian perempuan terhadap pria, Beauties. Memang sistem patriarki banyak dipengaruhi oleh mitos-mitos yang dibuat sekelompok pria di masa lalu dan dilanggengkan oleh sekelompok pria masa kini. Namun, bukan berarti pria harus dimusuhi. Justru, pria sangat dibutuhkan sebagai sekutu pro-feminis untuk membantu menyadarkan isu gender di kalangan mereka sendiri.

Feminisme tidak hanya menargetkan perempuan untuk dibebaskan, tapi juga menargetkan pria untuk diedukasi. Sejak sebelum isu kesetaraan gender menjadi gerakan masif, sudah banyak contoh-contoh pria pro-feminis yang justru semakin memajukan kesetaraan gender dan turut memperjuangkan hak perempuan. Misalnya saja Plato, John Stuart Mill, K.H Husein Muhammad, Muhammad Darisman, dan aktivis-aktivis pro-feminis lain yang belum banyak dikenal publik.

Feminisme adalah Agenda Kebarat-baratan

Miskonsepsi/Foto: Canva/gerenme
Miskonsepsi/Foto: Canva/gerenme

Pergerakan besar dari feminisme memang bermula di Eropa dan Amerika Serikat. Namun, bukan berarti isu kesetaraan gender hanya menjadi masalah di belahan bumi barat, Beauties. R.A Kartini dan Dewi Sartika adalah dua pelopor feminisme di Indonesia yang membuktikan bahwa gejolak perempuan untuk mendapatkan kesetaraan sudah ada sejak lama, bahkan jauh sebelum media mewadahi masuknya pengaruh Barat.

Kesenjangan gender adalah masalah yang dihadapi masyarakat internasional. Seiring berkembangnya zaman, kesenjangan dan penindasan berbasis gender ikut bertransformasi menjadi lebih beragam. Variasi penindasan gender di masa kini justru lebih susah dihadapi karena telah dinormalisasi oleh budaya. Meski di setiap tempat bentuk penindasan gender berbeda-beda, namun kesetaraan gender telah diakui sebagai agenda internasional yang tidak memandang suku, ras, dan kebangsaan.

Itu dia 4 miskonsepsi tentang feminisme yang paling populer di masyarakat. Miskonsepsi apa lagi yang pernah kamu dengar, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id