5 Cara yang Bisa Dilakukan Saat Jadi Korban 'Mom Shaming'
Fenomena mom shaming adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh seorang ibu. Mom shaming biasanya bersifat verbal atau kata-kata, seperti sindiran hingga bullying, umumnya mengenai pola pengasuhan anak.
Melansir dari New York Times, mom shaming diartikan sebagai perilaku mengkritik atau merendahkan seorang ibu atas pilihan pengasuhannya yang berbeda daripada umumnya yang akhirnya membuat korban menjadi merasa malu. Misalnya, "kenapa cara gendong anaknya begitu?" atau "kenapa anak kamu kecil banget, nggak dikasih makan yang bergizi ya?". Hal ini semakin marak terjadi semenjak era media sosial yang terus berkembang.
Buat kamu yang kini telah menjadi seorang ibu atau baru saja menjadi ibu baru, hal tersebut bisa jadi mengganggu. Bahkan banyak para ibu yang mengalami stres hingga depresi akibat mom shaming yang diterimanya. Mom shaming bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari teman dekat, lingkungan masyarakat, bahkan dari pihak keluarga pun tak lepas menjadi pelakunya.
Lalu, apa yang bisa dilakukan saat mengalami mom shaming? Berikut 5 kiat yang bisa dilakukan, yuk simak!
Tidak Perlu Memberikan Respon
Beauties, hal pertama dan bisa jadi cara terbaik yang bisa kamu lakukan saat menerima perilaku mom shaming dari seseorang adalah dengan tidak memberikan respon apapun. Melansir dari Very Well Family, menurut Carly Snyder, MD, seorang psikiater reproduksi dan perinatal, kamu tidak perlu membenarkan atau menjelaskan tentang bagaimana pola pengasuhanmu kepada siapa pun. Sebab kamu sudah melakukan yang terbaik dan menjadi ibu terbaik bagi anakmu. Sekalipun muncul dorongan emosi ingin merespon pelaku, cukup katakan terima kasih dan kamu dapat berlalu pergi meninggalkan pelaku.
Mengenali Diri
Menjadi ibu tentu bukanlah hal yang mudah. Ditambah lagi saat kamu melahirkan seorang anak itu juga menandakan kamu terlahir sebagai pribadi yang baru. Maka kamu perlu kembali mengenali diri lebih dalam agar tak ada celah untuk membandingkan diri dengan ibu-ibu lainnya. Melansir dari CNN Indonesia, menurut psikolog Grace Eugenia Sameve, mengenali diri sendiri dan kembali ke diri sendiri perlu dilakukan agar dapat fokus dalam pemulihan diri.
Mindfulness
![]() Ilustrasi/Foto: Freepik.com/drobotdean |
Setelah kamu benar-benar mengenali diri dan peranmu sebagai seorang ibu, hal selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah belajar menerapkan mindfulness. Singkatnya, mindfulness merupakan kemampuan dasar dalam diri seseorang untuk melakukan segala sesuatu dengan penuh kesadaran.
Sadari bahwa setiap orang itu berbeda dengan berbagai faktor belakang yang dimiliki. Selain itu, kamu juga perlu menyadari bahwa kamu tak bisa mencegah orang lain untuk berkomentar.
Minta Dukungan dari Suami
![]() Ilustrasi/Foto: Freepik.com/wayhomestudio |
Beauties, tentu bukan hal yang menyenangkan jika setiap harinya kamu harus menghadapi mom shaming, apalagi jika hal tersebut datangnya dari keluarga terdekat. Kamu bisa meminta bantuan dan dukungan dari suami. Hal ini karena suami bisa berperan penting menjadi support system utama bagi para ibu.
Melansir dari CNN Indonesia, peran suami sangatlah penting bagi seorang ibu, bentuk dukungan yang diberikan pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan istri. Misalnya, kamu bisa meminta suami mengasuh anak untuk me time walaupun sekadar mandi lebih lama dari biasanya atau membeli makanan favorit. Sebab hal ini dapat mempengaruhi emosi ibu dalam mengasuh anak setiap harinya.
Konseling
![]() Konseling/Foto: Freepik.com/pressfoto |
Mengurus rumah dan anak setiap harinya mungkin bisa membuat stres bagi beberapa orang, ditambah lagi saat menjadi korban mom shaming dari orang terdekat. Jika dukungan dan bantuan suami dirasa tak cukup membantumu keluar dari kondisi stres, langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah dengan mendatangi profesional kesehatan mental untuk konseling, seperti psikolog. Bahkan jika tak memungkinkan untuk keluar rumah meninggalkan anak, kamu dapat memanfaatkan platform layanan kesehatan online yang kini banyak tersedia.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi |


