5 Ciri Kamu Diam-Diam Insecure Tanpa Disadari

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Jumat, 15 May 2026 11:30 WIB
5 Ciri Kamu Diam-Diam Insecure Tanpa Disadari
Ciri Orang Diam-Diam Insecure Tanpa Disadari/Foto:Freepik.com/freepik

Pernah merasa ada sesuatu yang mengganjal dalam dirimu, tetapi kamu sulit menjelaskan apa sebenarnya yang sedang terjadi? Kadang, ciri kamu diam-diam insecure muncul begitu halus, sampai tanpa sadar kamu menganggapnya sebagai kebiasaan biasa.

Beauties, rasa insecure sebenarnya adalah kondisi ketika seseorang merasa tidak aman atau tidak yakin terhadap dirinya sendiri. Menurut Janice Holland, seorang konselor profesional berlisensi yang juga menangani terapi trauma, kondisi ini sering berakar dari pengalaman emosional yang belum terselesaikan yang belum selesai atau kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut bisa memicu kondisi hyper-vigilance, yaitu saat seseorang terus mencari validasi eksternal, terlalu banyak menganalisis tindakan sendiri, dan meragukan nilai dirinya. Menariknya, rasa ini juga bisa muncul lebih kuat di situasi tertentu atau saat berada di sekitar orang tertentu.

Yuk, kita bahas bersama apa saja ciri-ciri orang insecure dilansir dari Very Well Mind!

Kamu Terlalu Sering Minta Maaf, Bahkan untuk Hal Kecil

Sering minta maaf/Foto: Freepik

Mengucapkan maaf memang hal yang wajar, karena setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya. Namun, ketika kata maaf keluar terlalu sering untuk hal-hal kecil, ini bisa menjadi tanda yang patut diperhatikan.

Menurut Janice Holland, kebiasaan over-apologizing sering mencerminkan rasa takut menjadi beban atau membuat kesalahan. Seseorang yang terlalu sering meminta maaf biasanya merasa perlu mengecilkan dirinya agar lebih mudah diterima oleh orang lain.

Kebiasaan ini sering muncul tanpa disadari sebagai cara untuk menjaga hubungan tetap aman. Padahal, terlalu sering meminta maaf justru bisa menciptakan ketegangan yang tidak perlu.

Kamu Sulit Menerima Pujian dengan Tulus

Sulit menerima pujian/Foto: Freepik

Saat seseorang memuji penampilan atau pencapaianmu, respons pertamamu mungkin justru menolak atau meremehkannya. Alih-alih mengucapkan terima kasih, kamu malah merasa pujian itu tidak pantas diterima.

Menurut Sanam Hafeez, PsyD, seorang neuropsikolog asal New York dan direktur Comprehend the Mind, kesulitan menerima pujian bisa menjadi tanda adanya rasa tidak aman terhadap diri sendiri. Respons seperti ini menunjukkan bahwa seseorang belum sepenuhnya menerima dirinya.

Beauties, menerima pujian bukan berarti sombong, melainkan bentuk penghargaan terhadap usaha dan kualitas yang kamu miliki.

Kamu Terus Mencari Validasi dari Orang Lain

Mencari validasi/Foto: Freepik

Sesekali mencari pendapat orang lain memang hal yang normal, terutama saat mengambil keputusan penting. Namun, ketika kamu selalu membutuhkan persetujuan orang lain, ini bisa menjadi tanda bahwa rasa percaya dirimu sedang rapuh.

Kebutuhan validasi yang berlebihan sering muncul dalam bentuk meminta reassurance terus-menerus atau tanpa sadar mencari pujian. Lama-kelamaan, hal ini bisa melelahkan hubungan karena orang lain merasa harus terus meyakinkanmu.

Ketika keyakinan pada diri sendiri belum kuat, validasi eksternal terasa seperti penopang utama. Padahal, rasa aman yang sehat seharusnya dibangun dari dalam diri.

Kamu Berusaha Terlihat “Terlalu Hebat” di Depan Orang Lain

Berusaha terlihat hebat/Foto: Freepik

Tidak semua rasa insecure terlihat dari sikap pendiam atau minder. Kadang, justru ia muncul lewat kebiasaan membesar-besarkan pencapaian atau terus mendominasi percakapan.

Perilaku ini disebut overcompensation, yaitu ketika seseorang berusaha menutupi keraguan dalam dirinya dengan menunjukkan citra yang tampak sangat percaya diri. Meski terlihat meyakinkan, sebenarnya ini sering menjadi bentuk perlindungan terhadap rasa tidak cukup.

Sayangnya, kebiasaan ini bisa menciptakan jarak dengan orang lain, karena interaksi terasa tidak seimbang dan kurang tulus.

Kamu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Membandingkan diri dengan orang lain/Foto: Freepik

Scrolling media sosial lalu merasa hidup orang lain terlihat jauh lebih baik mungkin pernah kamu alami. Sekilas terlihat biasa, tetapi kebiasaan ini bisa menjadi sinyal bahwa kamu sedang merasa kurang terhadap dirimu sendiri.

Perbandingan yang terus-menerus dapat memicu rasa iri, tidak puas, bahkan membuatmu lupa melihat progress yang sudah dicapai. Ini juga memperkuat dialog negatif dalam pikiran yang perlahan mengikis rasa percaya diri.

Padahal, setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Membandingkan prosesmu dengan pencapaian orang lain hanya akan membuatmu kehilangan fokus pada pertumbuhan diri sendiri.

Rasa insecure bukan sesuatu yang memalukan, karena hampir setiap orang pernah mengalaminya dalam fase tertentu kehidupannya. Hal yang terpenting adalah bagaimana kamu mengenali sinyalnya, lalu mulai memahami akar dari perasaan tersebut.

Beauties, memahami ciri orang yang insecure bisa menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri. Dengan kesadaran ini, kamu bisa mulai mengubah kebiasaan yang selama ini diam-diam melemahkan rasa percaya diri.

Ingat ya, Beauties, semakin kamu mengenal dirimu, semakin mudah pula membangun rasa aman yang datang dari dalam, bukan dari penilaian orang lain!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.