sign up SIGN UP

5 Fakta Fenomena Bullying di Korea Selatan yang Tak Kunjung Mereda dan Justru 'Menjamur'

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Rabu, 08 Jun 2022 11:00 WIB
5 Fakta Fenomena Bullying di Korea Selatan yang Tak Kunjung Mereda dan Justru 'Menjamur'
caption
Jakarta -

Bullying menjadi salah satu fenomena yang cukup menyorot berbagai negara, salah satunya negara Korea Selatan. Bukan tanpa alasan, beberapa nama selebriti Korea populer pun sempat tercemar akibat kasus bullying yang mereka lakukan semasa sekolah dan baru terungkap setelah mereka 'tenar'.

Dalam beberapa adegan di drama Korea pun, terselip cerita mengenai tindakan bullying yang dilakukan para siswa atau pekerja, baik melalui tindakan verbal maupun non-verbal.

Kendati demikian, tindakan tersebut tak seharusnya 'dilestarikan', terlebih dampak yang dirasakan para korban setelah mengalami bullying pun turut memprihatinkan. 

Beautynesia telah merangkum beberapa fakta mengenai fenomena bullying di Korea Selatan yang kini makin menjamur, simak ulasannya berikut ini, Beauties!

Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan Terdahulu

Ilustrasi bullying di Korea SelatanIlustrasi bullying di Korea Selatan/ Foto: lujuba.cc

Tahukah kamu kalau tindakan bullying di Korea Selatan sudah ada sejak zaman kerajaan terdahulu? Tepatnya pada masa dinasti Chosun, berdasarkan catatan penelitian dari Hyojin Koo, Universitas Woosuk yang menjelaskan tindakan bullying yang dilakukan oleh senior perwira terhadap junior perwiranya.

Peristiwa serupa juga digambarkan di salah satu drama Korea berjudul D.P (2021), di mana beberapa pria yang melakukan wajib militer turut menerima tindakan bullying dari para senior mereka di kamp wajib militer, bahkan hingga mengalami pelecehan seksual.

Tindakan Bullying yang Turut Memakan Korban Jiwa

Sering Luput dari Perhatian, Berikut Merupakan Jenis-Jenis Bullying Selain Kekerasan Fisik/Pinterest by theoddysseyonlineIlustrasi bullying/ Foto: pinterest.com/theoddysseyonline

Para pelaku bullying mungkin tak memusingkan dampak dari tindakan yang mereka perbuat terhadap korban. Faktanya, salah satu dampak bullying pun turut memakan korban jiwa di Korea Selatan.

Melansir CNN, beberapa kasus bullying Korea Selatan yang terjadi di sekolah membuat dua korbannya memutuskan untuk bunuh diri karena tidak kuat menerima bullying dari para pelaku.

Korban yang menerima tindakan bullying di sekolah juga beragam, mulai dari siswa sekolah berkewarganegaraan Korea Selatan, hingga siswa yang berasal dari negara lain namun menempuh pendidikan di Korea Selatan.

Kejadian ini memang sangat miris, mengingat di kurikulum pendidikan Korea Selatan sendiri terdapat pendidikan anti bullying untuk para siswanya. Bahkan seorang siswa mengaku mengalami bullying selama 6 tahun hingga ia berencana melompat dari atap gedung sekolah, namun hal tersebut dicegah oleh guru-guru hingga pihak kepolisian.

Beberapa tindakan bullying yang diterima siswa tersebut mulai dari dikunci di ruang kelas, dipukul saat acara wisata sekolah, hingga dikucilkan oleh teman-teman satu kelas.

Pelaku yang Berasal dari Berbagai Kalangan

Bullying sosial relasionalIlustrasi bullying/ Foto: pinterest.com

Pelaku bullying bukan hanya berasal dari kalangan masyarakat biasa, namun juga seseorang yang memiliki jabatan tertentu, bahkan hingga selebriti ternama. Terbukti, beberapa selebriti Korea yang sudah memiliki popularitas dan namanya dikenal hingga di luar negeri, justru pernah menjadi pelaku bullying.

Bahkan, rata-rata dari mereka menjadi pelaku bullying saat masih duduk di bangku sekolah. Akibat dari tindakan mereka pun beragam, mulai dari menerima cancel culture, didepak dari project yang sedang dijalani, hingga akhirnya 'terpaksa' menjalani wajib militer sebelum jadwal seharusnya untuk meredam ketegangan dari tindakan bullying mereka di masa lalu.

Bisa Terjadi di Lingkungan Mana Saja

Kekerasan fisikIlustrasi bullying/ Foto: pinterest.com

Tindakan bullying di Korea Selatan tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah saja, Beauties. Namun bisa terjadi di lingkungan manapun. Mulai dari sekolah, tempat kerja, lingkungan tempat tinggal, dunia maya, dan masih banyak lagi.

Contoh bullying yang terjadi pun beragam, mulai dari dikucilkan ataupun menerima serangan verbal dan non-verbal. Melansir Asia Times, bullying yang terjadi di lingkungan kerja pun turut memprihatinkan.

Umumnya, pelaku bullying di lingkungan kerja ialah seseorang dengan jabatan yang lebih tinggi, dengan korbannya adalah seseorang dengan jabatan yang lebih rendah.

Hukum dari Pemerintah untuk Pelaku yang Dirasa Kurang 'Tegas'

Ilustrasi bullying di Korea SelatanIlustrasi bullying di Korea Selatan/ Foto: hellokpop.com

Dengan banyaknya laporan dan kasus bullying dari berbagai kalangan di Korea Selatan, sebenarnya pemerintah negara tersebut sudah membuat hukum mengenai tindakan bullying, salah satunya Undang-Undang Standar Tenaga Kerja seperti melansir Asia Times.

Dalam Undang-Undang tersebut juga diatur mengenai pelaku pelecehan seksual di tempat kerja, terlebih bagi para pelaku yang memanfaatkan jabatan mereka untuk melakukan hal tersebut. Sayangnya, baru 6 bulan setelah peraturan tersebut diresmikan, kasus bullying serupa masih terus terjadi.

Sementara untuk jenis-jenis hukuman bullying yang dilakukan siswa sekolah pun beragam, mulai dari level 1 hingga level 9. Di tiap level tersebut, hukuman yang diberikan disesuaikan dengan tindakan bullying yang dilakukan pelaku.

Seperti contohnya, salah satu idol K-Pop yaitu Kim Ga Ram yang baru-baru ini terungkap melakukan bullying di sekolah, pernah menerima hukuman level 5 dilansir Kpop Post. Di level 5, pelaku bullying mendapatkan kelas pendidikan dan program khusus, sesi terapi pelaku, hingga mendapat pengawasan.

Nah, itu dia beberapa hal mengenai fenomena bullying di Korea Selatan. Semoga kasus-kasus bullying di negeri Ginseng tersebut atau di negara lainnya segera berkurang ya, Beauties!

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)

Our Sister Site

mommyasia.id