5 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Sedang Kehilangan Semangat Hidup Menurut Psikolog

Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Senin, 27 Apr 2026 11:30 WIB
4. “Terserah”
Kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang sedang kehilangan semangat hidup menurut psikolog/ Foto: Pexels/Polina Zimmerman

Kehilangan semangat hidup tidak selalu muncul dalam bentuk kesedihan yang terlihat jelas, Beauties. Sering kali, kondisi ini muncul dibalik kata-kata sederhana yang kita ucapkan sehari-hari. Perubahan ini bisa saja tidak disadari tetapi secara psikologis dapat mencerminkan penurunan energi emosional yang signifikan.

Memahami kondisi ini penting untuk menyadari kondisi orang sekitar maupun diri sendiri. Sebagaimana ulasan para psikolog dari Bolde, The Healthy, dan Parade, berikut adalah kalimat yang sering diucapkan oleh seseorang yang sedang kehilangan semangat hidup.

1. “Mungkin Nanti”

Kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang sedang kehilangan semangat hidup menurut psikolog/ Foto: Pexels/cottonbro studio

Tanda awal seseorang mulai kehilangan semangat hidup sering kali terlihat saat mereka sering mengucapkan "mungkin nanti" untuk hal-hal yang dulunya mereka rutin dan suka lakukan.

Profesor psikologi di James Madison University, Greg Henriques, menjelaskan bahwa terdapat "lingkaran setan" antara penghindaran dan motivasi. Semakin jarang seseorang terlibat dalam aktivitas menyenangkan, maka semakin sedikit energi dan minat yang mereka miliki untuk melakukannya lagi. 

Penarikan diri secara bertahap ini dapat semakin menurunkan motivasi, hingga akhirnya kata "nanti" berubah menjadi "tidak pernah".  Seperti yang dikemukakan oleh Dr. Ramsey, seorang psikolog, kalimat tersebut juga mencerminkan keyakinan bahwa mereka sudah terlambat untuk memulai kembali yang secara tidak langsung membatasi kemajuan diri. Setiap penolakan kecil yang dilakukan akan membuat mereka semakin sulit untuk kembali ke dalam kehidupan sehari-hari.

2. “Aku Lelah”

Kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang sedang kehilangan semangat hidup menurut psikolog/ Foto: Pexels/Pavel Danilyuk

Orang yang sedang kehilangan semangat hidup mulai memiliki kebiasaan untuk membatalkan rencana di menit-menit terakhir dengan alasan “aku lelah”. Meskipun terlihat wajar, pembatalan yang terlalu sering menunjukkan bahwa interaksi sosial mulai terasa sebagai beban. 

Padahal, menurut Greater Good Science Center di UC Berkeley, ikatan sosial yang kuat merupakan faktor yang paling berkontribusi pada kepuasan hidup jangka panjang. Ketika semakin sedikit pengalaman yang diikuti seseorang, maka semakin sedikit pula kesempatan mereka untuk terhubung kembali dengan energi yang muncul dari berada di sekitar orang lain.

Psikolog, Deborah Serani, yang juga penulis buku Living with Depression, menambahkan bahwa kelelahan yang terjadi baik secara fisik maupun emosional berhubungan dengan peradangan yang mempengaruhi jalur saraf. Akibatnya, aktivitas harian sederhana seperti bangun tidur bisa terasa membutuhkan usaha yang sangat besar.

3. “Bagus” atau “Keren”

Kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang sedang kehilangan semangat hidup menurut psikolog/ Foto: Pexels/www.kaboompics.com

Hilangnya semangat hidup juga terlihat dari reaksi mereka yang cenderung datar atau netral terhadap kabar baik. Saat mendengar kabar gembira, mereka hanya akan menanggapi dengan kata-kata singkat seperti “bagus” atau “keren” tanpa rasa ingin tahu atau antusiasme. 

Psikolog, Dr. Dixon, menjelaskan bahwa ungkapan ketidakpedulian ini sering kali menjadi mekanisme pertahanan diri. Dengan bersikap datar, seseorang mencoba melindungi diri dari potensi kekecewaan, meskipun dapat memicu rasa apati yang membuat mereka semakin jauh dari antusiasme hidup. Keterlibatan emosional mulai dianggap sebagai hal yang tidak lagi relevan atau terlalu menguras energi mental.

4. “Terserah”

Kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang sedang kehilangan semangat hidup menurut psikolog/ Foto: Pexels/Polina Zimmerman

Mereka juga mulai memperlakukan hal-hal yang dulunya penting menjadi seolah-olah tidak lagi bermakna. Musik, perayaan, atau ide-ide yang dulunya membangkitkan semangat, kini hanya disambut dengan respon ketidakpedulian seperti “terserah”. 

Seperti yang disampaikan Dr. Slavens, seorang psikolog ahli pengasuhan anak dan pascapersalinan, ketika investasi emosional menghilang, pilihan-pilihan kecil sehari-hari yang seharusnya membentuk arah hidup menjadi sia-sia. Akibatnya hubungan seseorang dengan kehidupan di sekitarnya pun semakin melemah. Reaksi terhadap nilai-nilai, minat dan keyakinan pribadi mereka menjadi datar dan tidak lagi bisa membangkitkan sesuatu dalam diri mereka.

5. “Aku Tidak Ingin Melakukannya”

Kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang sedang kehilangan semangat hidup menurut psikolog/ Foto: Pexels/Vitaly Gariev

Munculnya ucapan ini terhadap aktivitas yang dulunya sangat disenangi merupakan ciri khas penarikan diri secara emosional. Psikolog Deborah Serani, menggambarkan kondisi ini sebagai situasi yang menguras energi dan hal positif dalam diri seseorang. 

Secara biologis, perasaan mati rasa ini berkaitan dengan disfungsi pada sistem reward di otak yang menghambat pelepasan zat kimia yang menimbulkan perasaan senang. Kondisi inilah yang membuat segala sesuatu menjadi terasa hambar.

Beauties, kesehatan mental itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik, jadi jangan pernah diabaikan. Kalau kamu atau orang sekitarmu sedang merasakan hal serupa, jangan ragu untuk saling merangkul dan mencari bantuan profesional, ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE