sign up SIGN UP

5 Pertanyaan Basa-basi yang Sudah Basi dan Tidak Seharusnya Ditanyakan ke Perempuan

Nadya Quamila | Beautynesia
Senin, 25 Apr 2022 23:30 WIB
5 Pertanyaan Basa-basi yang Sudah Basi dan Tidak Seharusnya Ditanyakan ke Perempuan
caption
Jakarta -

Saat bertemu orang, baik itu orang yang baru dikenal maupun teman lama, tak jarang pertanyaan basa-basi pun sering dilontarkan. Namun sering kali pertanyaan basa-basi tersebut cenderung menyerang orang lain hingga mengganggu privasi.

Karena sering dijadikan tameng basa-basi, sayangnya pertanyaan-pertanyaan tersebut seakan menjadi hal yang dinormalisasi oleh masyarakat. Tanpa menyadari fakta bahwa sebenarnya pertanyaan tersebut tidak sopan dan membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Mirisnya lagi, ada pertanyaan basa-basi yang sudah basi yang sering ditujukan kepada perempuan saja. Kira-kira apa saja? Yuk, simak penjelasannya!

"Kapan Nikah?"

Ilustrasi Pasangan Menikah/Freepik/bristekjegorIlustrasi menikah/Foto: Freepik/bristekjegor

Pertanyaan kapan nikah tampaknya menjadi pertanyaan yang paling umum dilontarkan kepada perempuan, baik berstatus single maupun sudah punya pasangan. Jika perempuan sudah memiliki pasangan namun belum menikah, maka pertanyaan seperti, "kapan nikah? Jangan ditunda-tunda terus, kan udah ada pasangannya!" tidak luput dilontarkan.

Tak berbeda jauh jika situasinya perempuan single. Pertanyaan berbunyi, "kapan nikah? Buruan cari pasangan, jangan keasyikan sendiri!" pun sering mengusik. Tidak hanya mengganggu privasi, pertanyaan semacam ini juga mengisyaratkan bahwa tujuan perempuan dalam hidup hanyalah untuk menikah. Seakan-akan, pencapaian perempuan tidak valid jika ia belum memiliki pasangan dan menikah.

Padahal, pernikahan bukanlah perlombaan siapa yang paling cepat. Setiap orang memiliki tujuan hidupnya masing-masing, begitu pula perempuan. 

"Udah Punya Pasangan Belum?"

Mengungkapkan cemburu dengan pasangan secara sehat bisa dilakukan dengan berbagi kehawatiran, bukan dengan tuduhan.Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik.com/prostooleh

Salah satu pertanyaan basa-basi yang sudah basi selanjutnya yang sering dilontarkan kepada perempuan dengan status single adalah, "Mana pasangannya?" atau "Kok lama banget jomblonya? Emang nggak pengin punya pasangan?". Bisa relate, Beauties?

Pertanyaan ini senada dengan pertanyaan perihal pernikahan, dan lagi-lagi seakan mengisyaratkan bahwa hal terpenting dalam hidup perempuan hanyalah soal menemukan pasangan hidup. Lagipula, topik seputar pasangan sebenarnya termasuk ke dalam ranah yang cukup personal, jadi tidak bisa seenaknya dilontarkan hanya untuk berbasa-basi.

Tak jarang, yang mengesalkan adalah fakta sang penanya hanya sekadar ingin tahu alias kepo daripada benar-benar peduli. Jika kamu mengalami situasi ini, balasan apa yang sering kamu ucapkan, Beauties?

"Kapan Punya Anak?"

Jika perempuan sudah menikah dan belum punya anak, pertanyaan yang paling sering dilontarkan adalah, "kapan punya anak?"

Selain tidak sopan, pertanyaan semacam ini juga bisa memojokkan perempuan. Masalah hamil dan ingin memiliki anak adalah urusan pribadi perempuan dan pasangannya. Di sisi lain, pertanyaan semacam ini juga bisa menyiratkan seakan-akan tujuan perempuan hanyalah untuk memiliki anak.

"Kamu Gendutan/Kurusan, ya?"

Obesophobia, Ketakutan Jika Berat Badan NaikIlustrasi berat badan/Foto: Pexels.com/Shvets Production

Masalah penampilan juga menjadi sasaran empuk untuk dijadikan pertanyaan basa-basi. Mulai dari bentuk badan, wajah, hingga cara berpakaian pun tidak luput menjadi sasaran.

Pertanyaan berupa, "Kamu gendutan/kurusan ya?", "Lama nggak ketemu, kok jerawatan, sih, sekarang?", atau "Kamu yakin pergi ke tempat ini dengan outfit begitu?" terkadang sering dilontarkan tanpa berpikir panjang seperti apa reaksi dan perasaan dari perempuan yang jadi sasaran pertanyaan.

Mengomentari penampilan seseorang nampaknya sudah menjadi budaya tersendiri di masyarakat. Pada akhirnya, komentar seperti ini lah yang membuat perempuan merasa tertekan dan membandingkan dirinya dengan orang lain. Seakan-akan lingkungan selalu mengawasi bentuk tubuh perempuan dan ada tuntutan tak kasat mata untuk memiliki bentuk tubuh ideal.

"Gajinya Berapa?"

Cara Mengatur Keuangan untuk Gaji 2 Juta/pexels.com/@karolina grabwoskaIlustrasi gaji/ Foto: Pexels

Last but not least, pertanyaan basa-basi yang sudah basi adalah perihal pekerjaan dan penghasilan. Bertanya soal pekerjaan sebenarnya cukup umum untuk ditanyakan, namun jika sudah menyinggung perihal gaji, it's a big no, Beauties!

Gaji adalah topik yang cukup sensitif dan sama sekali bukan pertanyaan yang bisa diajukan begitu saja. Selain tidak sopan, biasanya menanyakan soal gaji bisa berakhir pada membanding-bandingkan penghasilan satu sama lain.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id