sign up SIGN UP

5 Tanda Buktikan Kamu Terjebak dalam Toxic Family dan Cara Mengatasinya

Ruhil Anadiah Sabrina | Sabtu, 24 Jul 2021 16:15 WIB
5 Tanda Buktikan Kamu Terjebak dalam Toxic Family dan Cara Mengatasinya
caption

Keluarga adalah tempat tumbuh berkembang anak pertama kali. Keluarga menjadi sebuah rumah yang nyaman dikala kita disibukkan dengan penatnya kehidupan. Memiliki keluarga yang utuh dan harmonis merupakan sebuah keberuntungan yang luar biasa, namun tidak semua orang memiliki keberuntungan yang sama.

Sebab tidak sedikit kita terjebak dalam keluarga yang memberi efek negatif hingga menjadi sumber rasa takut dan trauma bagi anak, pasangan, maupun keluarga yang lain. Kondisi itulah yang dinamakan dengan toxic family. Nah berikut 5 tanda yang membuktikan kamu terjebak dalam toxic family dan cara mengatasinya. Simak yuk, Beauties!

1. Orang Tua yang Terlalu Mengekang dan Membatasi Anak

orangtua yang suka mengekang anak
orangtua yang suka mengekang anak/pexels.com

Orangtua yang suka mengekang dan membatasi ruang anak untuk meng-explore kemampuan diri adalah salah satu tanda kamu terjebak dalam toxic family. Orangtua yang semacam ini tidak mau membiarkan anaknya melakukan hal yang ia sukai.

Mereka terlalu memaksakan kehendak dan menginginkan anak menuruti semua keinginannya. Padahal kondisi tersebut bisa berdampak pada mental atau psikis anak, seperti menjadi tidak percaya diri dan minder. Untuk mengatasi hal tersebut janganlah kamu berhenti untuk menambah wawasan, explore kemampuanmu, dan buktikan pada orangtua bahwa kamu bisa menjadi sosok yang membanggakannya. 

2. Keluarga yang Membuat Anggota Lain Menjadi Insecure

wanita sedang insecure
wanita sedang insecure/unsplash.com

Rasa insecure terkadang juga datang dari dalam keluarga itu sendiri. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat untuk berbagi susah dan senang. Tempat untuk mencari dukungan dan mengekspresikan secara bebas harus dihadapkan dengan keluarga yang suka membuat orang di dalamnya menjadi insecure

Entah itu suka direndahkan oleh keluarga, atau dibanding-bandingkan dengan orang lain, hingga itu membuat korban merasa tidak pantas dan putus asa dalam hidupnya. Tidak apa-apa kok jika hal itu terjadi padamu, mulai sekarang berhentilah untuk insecure. Atasi dengan lebih mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang ada dalam dirimu. 

3. Saling Menyalahkan Ketika Ada Masalah

saling menyalahkan saat ada masalas
saling menyalahkan saat ada masalah/pexels.com/Vera Arsic

Dalam keluarga yang namanya masalah pasti akan selalu ada. Entah itu masalah kecil hingga masalah yang besar sekalipun. Namun tidak semua keluarga dapat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan, ada kalanya ketika dihadapkan suatu masalah saling menyalahkan satu sama lain.

Alih-alih mencari solusi bersama-sama, toxic family cenderung saling menyalahkan dan melimpahkan kesalahan terhadap orang di sekitar tanpa mau mengevaluasi dirinya masing-masing. Namun kamu bisa mengatasinya dengan bersikap dewasa di mana jadilah sosok penengah, dan jika ada perbedaan pendapat cari jalan keluar terbaiknya. 

4. Adanya Kekerasan Fisik Maupun Verbal

terjadi kekerasan fisik maupun verbal
terjadi kekerasan fisik maupun verbal/pexels.com

Tanda nyata kamu terjebak dalam toxic family selanjutnya yaitu adanya kekerasan fisik maupun verbal. Adanya kekerasan dalam rumah tangga seperti memukul, membentak, memaki dengan kata-kata yang kotor merupakan bukti nyata bahwa kamu terjebak dalam hubungan keluarga yang tidak sehat.

Segera hindari hal tersebut, sebab seseorang yang pernah mengalami kekerasan baik secara fisik maupun verbal dapat meninggalkan rasa trauma, yang dapat memungkinkan orang akan melakukan hal yang sama ketika sudah dewasa nanti. Nah kalau sudah kelewat batas kamu berhak melaporkan kekerasan tersebut ke pihak berwajib. Karena biasanya kebiasaan atau kekerasan seperti ini sulit dihilangkan dan akan kembali terulang. 

5. Tidak Adanya Apresiasi 

tidak adanya apresiasi
tidak adanya apresiasi/pexels.com/liza summer

Terakhir adalah tidak adanya apresiasi dan dukungan dari keluarga. Ketika kita berhasil melakukan sesuatu, rasa ingin mendapat pujian dan diberi dukungan dari keluarga sendiri itu sangat diharapkan. Namun keluarga yang toxic sulit untuk memberikan sebuah apresiasi.

Bagi mereka hasil akhir menjadi sebuah tolak ukur terhadap keberhasilan seseorang. Jika hasil tidak memenuhi standar mereka kita akan dianggap gagal tanpa tahu bagaimana proses dan perjuangan keras sampai pada titik tersebut. Untuk mengatasinya, jika keluarga selama ini nggak pernah mengapresiasimu, maka kamu bisa mengapresiasi diri sendiri. Ketika berhasil melakukan suatu hal misalnya, kamu bisa menyenangkan diri dengan melakukan hal yang membuatmu bahagia. 

Wah ternyata hubungan tidak sehat dalam keluarga memiliki bahaya yang besar ya Beauties. Maka dari itu ketika kita terjebak toxic family segera atasi, karena dapat berdampak pada keutuhan dan keharmonisan keluarga. 

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id