7 Kebiasaan Positif Dilakukan Orang yang Sangat Menghargai Diri Sendiri

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Jumat, 20 Feb 2026 15:00 WIB
3. Menangani Konflik Secara Langsung
Menangani Konflik Secara Langsung/Foto: Pexels.com/ Nam Phong Bùi

Beauties, dalam kehidupan yang serba cepat, kadang kita terlalu mudah memberikan waktu, energi, dan perhatian pada banyak hal, mulai dari pekerjaan, hubungan, keluarga, bahkan ekspektasi orang lain. Tapi ada satu hal penting yang sering luput yaitu, menghargai diri sendiri. Padahal, saat kamu belajar menghargai dirimu, banyak hal dalam hidup akan terasa lebih ringan, lebih jelas, dan lebih sesuai dengan apa yang kamu butuhkan.

Menghargai diri sendiri bukan soal menjadi egois atau menempatkan diri di atas orang lain, tetapi tentang memahami bahwa kamu layak diperlakukan dengan baik, bahkan oleh dirimu sendiri. Banyak perempuan sering lupa bahwa standar penerimaan dari orang lain dimulai dari cara mereka memperlakukan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Dilansir dari Your Tango, berikut beberapa kebiasaan yang bisa kamu praktikkan di kehidupan sehari-hari untuk belajar menghargai diri sendiri. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Menetapkan dan Menegaskan Kembali Batasan

Menetapkan dan Menegaskan Kembali Batasan/Foto: Pexels.com/ Chuot Anhls

Beauties, salah satu tanda paling kuat bahwa seseorang benar-benar menghargai dirinya adalah ketika ia mampu menetapkan dan menegaskan kembali batasan. Kedengarannya sederhana, tapi dalam kenyataannya, banyak perempuan yang masih merasa tidak enak, takut melukai perasaan orang lain, atau khawatir dianggap egois ketika harus mengatakan “tidak”. Padahal, batasan adalah fondasi sehat untuk menjaga energi, kesehatan mental, dan harga diri.

Orang yang bisa menghargai diri sendiri biasanya memahami bahwa batasan bukan tembok pemisah, melainkan pagar proteksi, untuk memastikan diri mereka tetap aman, nyaman, dan tidak terus-menerus mengemban beban yang tidak perlu. Menariknya, ada beberapa kebiasaan yang membuat mereka berhasil menjaga batasan ini tanpa drama atau rasa bersalah berlebihan.

2. Menginvestasikan Waktu Hanya untuk Orang-orang yang Tertarik

Menginvestasikan Waktu Hanya untuk Orang-orang yang Tertarik/Foto: Pexels.com/ Bimbim Sindu

Salah satu kebiasaan paling berharga yang dimiliki orang yang menghargai dirinya adalah kemampuan untuk menginvestasikan waktu hanya kepada orang-orang yang benar-benar tertarik dan peduli. Ini bukan tentang bersikap sombong atau pilih-pilih teman secara berlebihan, tapi tentang menyadari bahwa waktu, energi, dan perhatianmu adalah aset, bukan sesuatu yang bisa diberikan sembarangan.

Dalam hidup, kita sering kali merasa harus selalu hadir, selalu memberikan, selalu menjadi orang yang pengertian. Namun, seiring bertambahnya usia dan pengalaman, banyak perempuan menyadari bahwa tidak semua orang layak mendapat akses penuh ke hidup kita. Orang yang menghargai diri sendiri biasanya sangat paham hal ini.

Seperti yang disarankan oleh Dr. Kez Bridges, orang-orang di lingkaran dalam kita cenderung memiliki pengaruh besar pada kebahagiaan kita. Ketika kita menjalani hidup kita dengan memprioritaskan rasa tidak aman dan kecemasan, sering kali secara tidak sadar, rasa tidak suka dan ketidakhormatan umum terhadap diri kita sendiri. Bahkan terkadang juga dirasakan oleh orang-orang dalam hidup kita, memicu siklus yang mengisolasi daripada siklus yang memberdayakan.

3. Menangani Konflik Secara Langsung

Menangani Konflik Secara Langsung/Foto: Pexels.com/ Nam Phong Bùi

Beauties, tidak semua orang nyaman berhadapan dengan konflik. Banyak perempuan justru memilih diam, menghindar, atau menahan semuanya sendiri demi menjaga kedamaian. Tapi ada satu kebiasaan yang dimiliki oleh mereka yang benar-benar menghargai diri sendiri, mereka menangani konflik secara langsung. Bukan dengan marah-marah, bukan dengan drama, tapi dengan keberanian untuk menyelesaikan masalah sebelum tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar.

Orang yang menghargai dirinya paham bahwa menghindari konflik bukanlah solusi jangka panjang. Mengabaikan masalah hanya membuat hati lelah, pikiran sibuk, dan hubungan tidak sehat. Karena itu, mereka memilih menghadapi masalah dengan cara dewasa, meski tidak selalu mudah.

4. Sedikit Berbicara dan Lebih Banyak Mendengarkan

Sedikit Berbicara dan Lebih Banyak Mendengarkan/Foto: Pexels.com/ Khoa Võ

Orang yang menghargai diri sendiri tahu bahwa mereka tidak perlu membuktikan apa pun lewat kata-kata yang berlebihan. Mereka tidak merasa harus selalu menjadi pusat perhatian, tidak memaksa pendapat mereka diterima, dan tidak tergesa-gesa mengisi setiap keheningan. Justru, mereka memilih untuk memberi ruang, baik ruang untuk diri sendiri berpikir maupun ruang untuk orang lain berbicara.

Mereka mendengarkan untuk memahami, bukan untuk membalas. Inilah tanda paling jelas dari seseorang yang punya self-respect tinggi. Mereka tidak memotong pembicaraan, tidak terburu-buru menjawab, dan tidak sibuk menyusun respons saat orang lain sedang bicara. Mereka benar-benar hadir, memperhatikan detail, dan menangkap makna. Sikap ini membuat mereka terlihat dewasa, bijak, dan menenangkan.

5. Mengurangi Waktu Bersama Orang-orang yang Menguras Emosi

Mengurangi Waktu Bersama Orang-orang yang Menguras Emosi/Foto: Pexels.com/ Julius Simamora

Orang yang menghargai dirinya tahu bahwa energi mereka terbatas. Mereka tidak bisa terus-terusan memberikan perhatian, kesabaran, atau pengertian kepada orang-orang yang hanya membawa drama, keluhan tanpa solusi, atau sikap negatif yang tak ada habisnya. Mereka menyadari bahwa berada terlalu lama dalam lingkungan yang penuh tekanan hanya akan membuat mereka kehilangan versi terbaik dari diri sendiri.

Mereka berani mengakui ketika seseorang membuat mereka kelelahan secara emosional. Ini bukan tentang membenci atau memutus hubungan, tetapi tentang menyadari dampak dari interaksi. Jika setiap pertemuan dengan seseorang selalu membuat hati gelisah, pikiran lelah, atau suasana hati turun drastis, orang yang menghargai diri tidak akan mengabaikan sinyal itu.

6. Memprioritaskan Waktu Sendirian

Memprioritaskan Waktu Sendirian/Foto: Pexels.com/ Kha Ruxury

Profesor dan psikiater Harvard Medical School, Dr. Steven Gans, MD, berpendapat bahwa memprioritaskan waktu sendirian serta minat dan hobi pribadi dapat sangat bermanfaat bagi kehidupan sosial, kesehatan emosional, identitas, dan kesejahteraan umum kita.

Hal ini tidak hanya memberi kita kesempatan untuk mengisi ulang energi sosial kita, tetapi juga memberi orang-orang yang memiliki harga diri kesempatan untuk mengatur emosi mereka, terhubung dengan diri mereka sendiri, dan membuat keputusan tentang hidup mereka yang mungkin dibiarkan begitu saja oleh orang lain.

7. Tidak Bergosip Tentang Orang Lain

Tidak Bergosip Tentang Orang Lain/Foto: Pexels.com/Julio Lopez

Para ahli dari sebuah studi yang diterbitkan di The Academy of Management Review berpendapat bahwa orang-orang yang terlibat dalam diskusi penuh gosip dan menyebarkan rumor cenderung mengikis kepercayaan dalam hubungan mereka. Hal ini memicu kecemasan dalam kemitraan mereka dan terputusnya hubungan mereka.

Terutama dalam hubungan profesional, kecenderungan untuk berbicara negatif tentang seseorang di belakang mereka dapat merugikan banyak aspek kehidupan mereka, baik untuk untuk pertumbuhan, kesejahteraan emosional, dan koneksi.

Menghargai diri sendiri bukan proses instan, ini perjalanan panjang yang terus berkembang seiring waktu. Tapi ketika kamu mulai membangun kebiasaan-kebiasaan kecil ini, kamu akan merasakan perubahan besar dalam cara kamu melihat diri sendiri dan menjalani hidup. Karena pada akhirnya, orang yang paling bertanggung jawab menjaga kamu, yaitu kamu sendiri.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE