sign up SIGN UP

8 Fakta Menarik dari Perayaan Nyepi, Penuh Makna sampai Munculnya World Silent Day!

aqillah diaz | Beautynesia
Kamis, 03 Mar 2022 06:15 WIB
8 Fakta Menarik dari Perayaan Nyepi, Penuh Makna sampai Munculnya World Silent Day!
caption

Hari Raya Nyepi merupakan perayaan tahun baru Saka yang dinantikan oleh seluruh umat Hindu yang dilaksanakan di Bali dan di seluruh daerah lainnya di Indonesia. Hari Raya Nyepi dipercaya sebagai hari penyucian dewa-dewa di pusat samudera, hari toleransi, kebersamaan, kedamaian, pembaharuan, persatuan dan kerukunan yang mana pada perayaan Nyepi umat Hindu dihimbau untuk berdiam diri di rumah.

Perayaan Nyepi sendiri dilaksanakan sebagai bentuk ketaatan diri kepada Tuhan untuk mengevaluasi diri agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam pelaksanaannya, aktivitas yang biasa dilakukan oleh masyarakat harus diberhentikan untuk sementara waktu dan hal ini juga berlaku bagi masyarakat yang sedang berada di Bali dan wisatawan.

Adapun beberapa fakta menarik mengenai perayaan Nyepi, kira-kira apa aja ya? Check this out!

1. Catur Brata atau Pantangan ketika Nyepi

Catur Brata atau Pantangan ketika Nyepi / foto : pexels.com/ArtemBeliaikin
Catur Brata atau Pantangan ketika Nyepi / foto : pexels.com/ArtemBeliaikin

Perayaan Nyepi yang dijalankan oleh umat Hindu dirayakan dengan melaksanakan Catur Brata penyepian atau empat pantangan penting yang tidak boleh dilakukan. Empat pantangan tersebut terdiri dari amati geni, amati karya, amati lelungan, dan amati lelanguan.

  1. Amati geni yang dimaksud adalah pelaksanaan perayaan nyepi tidak boleh dilakukan dengan menyalakan benda elektronik atau api selama 24 jam dan tidak boleh melakukan aktivitas yang berkaitan dengan listrik atau api, serta hal itu dilakukan untuk menahan hawa nafsu duniawi. 
  2. Amati karya yakni umat Hindu dilarang untuk melakukan aktivitas atau bekerja ketika Nyepi berlangsung.
  3. Amati lelungan adalah pantangan penting untuk tidak melakukan perjalanan atau berpergian dan umat Hindu diharapkan dapat lebih khusuk ketika beribadah.
  4. Amati lelanguan adalah larangan untuk bersenang-senang, sehingga umat Hindu dapat fokus dalam sembahyang.

2. Upacara Melasti

Upacara Melasti / foto :pexels.com/ArtemBeliaikin
Upacara Melasti / foto :pexels.com/ArtemBeliaikin

Dua hari sebelum perayaan Nyepi, diadakan prosesi upacara Melasti. Upacara ini dilakukan untuk melebur segala kotoran pikiran, perkataan, dan perbuatan, serta pikiran dalam diri.

Upacara Melasti dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan menyucikan segala perbuatan buruk di masa lalu dan membuangnya ke laut. Berbagai macam sarana persembahyangan, seperti benda-beda diarak dari pura menuju pantai. 

3. Tawur Kesanga atau Mecaru

Tawur Kesanga atau Mecaru / foto : pexels.com/NorKholis
Tawur Kesanga atau Mecaru / foto : pexels.com/NorKholis

Selain upacara Melasti, terdapat prosesi Tawur Kesanga atau Mecaru yang digelar oleh umat Hindu sehari sebelum perayaan Nyepi. Prosesi Tawur Kesanga didasarkan pada konsep Tri Hita Karana, yakni proses menyelaraskan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan manusia. Pada prosesi Tawur Kesanga ini pun bertujuan untuk membersihkan dan mewisuda bumi sebelum Nyepi.

Pada prosesi ini, umat Hindu juga akan melakukan pawai ogoh-ogoh yang biasanya boneka ogoh-ogoh dibuat sangat besar dan menyeramkan dengan diarak keliling desa dan hal ini dilakukan sebagai perumpamaan melenyapkan sifat buruk manusia.

4. Ngembak Geni

Ngembak Geni / foto : pexels.com/ArtemBeliaikin
Ngembak Geni / foto : pexels.com/ArtemBeliaikin

Ngembak Geni merupakan prosesi penutupan Hari Raya Nyepi, yang mana pada prosesi ini dilakukan dengan mengucap syukur dan rasa terima kasih pada Sang Hyang Widhi karena telah memberikan berkah yang luar biasa setelah melakukan prosesi Catur Brata.

Ngembak Geni juga dilakukan dengan berdoa untuk mendapatkan keteguhan dan kesucian hati selama kurun waktu satu tahun yang akan datang. Pada prosesi ini juga dilakukan dengan mengadakan pertunjukan, yakni omed-omedan.

Tradisi ini merupakan tradisi dorong-mendorong dan tarik-menarik, serta diikuti oleh remaja laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 16 hingga 21 tahun. 

5. Dharma Santi

Dharma Santi / foto : pexels.com/ArtemBeliaikin
Dharma Santi / foto : pexels.com/ArtemBeliaikin

Setelah itu, dilanjutkan dengan proses Dharma Santi yang memiliki makna sama seperti silaturahmi. Prosesi dilakukan dengan mengunjungi kerabat, teman dekat, teman kerja, dan lainnya untuk saling memaafkan kesalahan yang pernah diperbuat dan tentunya untuk menciptakan keselarasan dan memperoleh optimisme untuk mengisi lembaran hidup baru. 

6. Inspirasi Munculnya "World Silent Day"

Inspirasi Munculnya
Inspirasi Munculnya "World Silent Day" / foto : pexels.com/ArtemBeliaikin

Pelaksanaan Hari Raya Nyepi memberikan inspirasi bagi dunia internasional untuk melakukan pemadaman listrik dalam jangka waktu tertentu dan hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi kegiatan yang merugikan bumi, seperti global warming.

Bahkan munculnya World Silent Day ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa dan dilakukan tiap tanggal 21 Maret. 

7. Tidak Ada Jadwal Penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai

Tidak Ada Jadwal Penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai / foto :pexels.com/NguyenHung
Tidak Ada Jadwal Penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai / foto :pexels.com/NguyenHung

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga berhenti beroperasi ketika berlangsungnya perayaan Nyepi. Pada waktu ini bandara tidak akan beroperasi sekaligus tidak melayani jadwal penerbangan.

Hal ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan pada tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun dan bandara akan dibuka pada hari berikutnya. 

8. Digital Detox

DIgital detox / foto : pexels.com/JuniorTeixeira
DIgital detox / foto : pexels.com/JuniorTeixeira

Fakta menarik lainnya dari perayaan Nyepi adalah berlansungnya digital detox atau detoks digital, yang mana kebijakan ini telah dilakukan sejak 2018 lalu dan telah disetujui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan mematikan jaringat internet selama 24 jam.

Digital detox dilakukan sebagai upaya untuk lebih peka dengan keadaan sekitar dan tentunya hal ini dilakukan agar umat Hindu lebih khusyuk dalam beribadah. 

Itulah beberapa fakta menarik dari perayaan Nyepi, seperti yang dilansir juga dari detikTravel,cukup menarik banget ya. Semoga perayaan Nyepi dapat berjalan secara lancar dan khusyuk. 

[Gambas:Video Beautynesia]

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id