Bahaya Oversharing di Sosmed: TikToker Ukraina Ditangkap Usai Posting Video Kendaraan Militer

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 23 Mar 2022 16:30 WIB
Bahaya Oversharing di Sosmed: TikToker Ukraina Ditangkap Usai Posting Video Kendaraan Militer
Ilustrasi TikTok/Foto: Freepik

Saat ini penggunaan media sosial tengah merajalela; sudah tak terhitung berapa banyak waktu yang dihabiskan orang-orang untuk bermain media sosial. Dari mendapatkan informasi hingga menjadi tempat berbagi, media sosial begitu digandrungi.

Namun dalam penggunaannya, memunculkan fenomena oversharing di media sosial, yaitu sebuah perilaku yang membagikan informasi terlalu detail secara berlebihan. Oversharing bisa berdampak negatif dan merugikan pelaku. 

Contohnya baru-baru ini, seorang pria Ukraina ditangkap setelah memposting video TikTok kendaraan militer yang diparkir dekat pusat perbelanjaan yang selang beberapa waktu diledakkan oleh Rusia. Seperti diketahui, Rusia melakukan invasi ke Ukraina sejak akhir Februari lalu.

Foto: Pengaruh Konflik Rusia-Ukraina Terhadap Industri Fashion Dunia/ Pexels.com/Sima GhaffarzadehInvasi Rusia ke Ukraina/Foto: Pexels.com/Sima Ghaffarzadeh

Pasukan Rusia menyerang sebuah pusat perbelanjaan di pinggiran barat laut Kyiv, Ukraina, dan menewaskan delapan orang, Reuters melaporkan. Sehari setelahnya, Dinas Keamanan Ukraina memposting video pria itu meminta maaf.

"Seorang TikToker baru-baru ini memposting di internet tentang lokasi militer Ukraina di Kyiv," kata Dinas Keamanan, dikutip dari Business Insider.

"Kemudian, pusat perbelanjaan, tempat para pembela kami berada, menjadi sasaran serangan rudal yang kuat oleh penjajah Rusia. Sadar atau tidak, orang ini [Tiktoker] bekerja dengan musuh. Penyelidikan akan dilakukan," tambahnya.

Tren kuteks berikut jadi populer di Tiktok pada tahun 2022 (Foto: Pexels/cottonbro)Ilustrasi TikTok/Foto: Pexels/cottonbro

TikToker tersebut bernama Artemev Pavel Alexandrevich dan mengaku dirinya adalah penduduk Kyiv. Dia memposting video TikTok yang menunjukkan pergerakan peralatan militer Ukraina di dekat pusat perbelanjaan. Dia juga mengimbau orang-orang untuk berhati-hati saat mengunggah video di TikTok.

Masih kurang jelas kapan tepatnya Alexandrevich memposting video TikTok tersebut. Namun sebuah berita Rusia, Pravda, melaporkan bahwa ia mempostingnya pada 24 Februari, yakni hari di mana Rusia melancarkan serangan ke Ukraina.

Sebelumnya, pejabat Ukraina telah memperingatkan warga untuk menahan diri dari memposting rekaman gerakan militer Ukraina di media sosial. Sebab, dikhawatirkan hal ini dapat membantu pasukan Rusia dengan target mereka.

Invasi Rusia ke UkrainaInvasi Rusia ke Ukraina/ Foto: Pexels/Matti

Setelah pengeboman pusat perbelanjaan, Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, mendesak warga untuk tidak membagikan rekaman seputar pergerakan peralatan militer, pos pemeriksaan, objek strategis di media sosial.

Dilansir dari Sky News, kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa mereka menargetkan pusat perbelanjaan yang sudah tidak lagi digunakan karena digunakan sebagai penyimpan amunisi dan roket oleh pasukan Ukraina.

Tidak jelas apakah pasukan Ukraina menggunakan pusat perbelanjaan itu untuk menyimpan peralatan militer. Namun penduduk lokal Kyiv mengungkapkan kepada The Guardian bahwa pasukan Ukraina menggunakan seluruh area sebagai pangkalan karena hanya berjarak beberapa mil dari kota tetangga Irpin, tempat pasukan Rusia ditempatkan.

Wah, semoga kita semua bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial ya, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE