sign up SIGN UP

Bekerja Seperlunya, 3 Tanda Ini Tunjukkan Kamu Sedang Melakukan 'Quiet Quitting'!

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 16 Sep 2022 20:00 WIB
Bekerja Seperlunya, 3 Tanda Ini Tunjukkan Kamu Sedang Melakukan 'Quiet Quitting'!
Tanda-tanda quiet quitting yang jarang disadari/Foto: Freepik.com/thanyakij-12
Jakarta -

Belakangan ini istilah 'quiet quitting' semakin populer, terutama di kalangan pekerja. Quiet quitting adalah istilah untuk menggambarkan seorang pekerja yang hanya bekerja seperlunya saja sesuai job desk dan menetapkan batasan untuk tidak terlalu banyak mengerjakan pekerjaan tambahan. 

Quiet quitting bukan artinya seseorang 'malas' atau berhenti dari pekerjaannya. Ini merupakan respons dari fenomena 'hustle culture', di mana tekanan untuk bekerja lebih banyak dan lebih sibuk dari yang lain bahkan dianggap hal yang normal-normal saja. Dengan menerapkan quiet quitting, pekerja tidak mengorbankan kehidupan pribadinya untuk bekerja berlebihan dan dinilai cukup ampuh untuk menggapai work life balance.

Nah, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang tengah mengalami kondisi quiet quitting tanpa disadari. Apa saja? Dilansir dari Reader's Digest, yuk simak!

Merasa Tidak 'Terhubung' dengan Pekerjaan

Ilustrasi pekerja perempuanIlustrasi bekerja/ Foto: Getty Images/LumiNola

Ketika kamu merasa tidak 'terhubung' atau tidak terlibat di banyak kegiatan kantor, bisa jadi ini tanda kamu tengah mengalami quiet quitting. Menurut seorang pelatih karier, Danielle Joworski, seorang karyawan yang jarang berpartisipasi dalam acara perusahaan, pertemuan opsional bahkan pertemuan wajib, bisa jadi tanda quiet quitting.

"Mereka menunjukkan kurangnya keterlibatan dan minat sosial. Saya memiliki banyak rekan kerja dan karyawan yang melakukan minimal tetapi masih akan menghasilkan ide dan berpartisipasi dalam acara perusahaan yang tidak wajib," ungkapnya.

Kurangnya Inisiatif

Semangat Kembali Bekerja Pasca Libur Lebaran dengan 5 Tips Berikut IniIlustrasi bekerja/Foto: Pexels.com/Yan Krukov

Mungkin kamu dulu adalah tipe karyawan yang sangat antusias bekerja, misalnya selalu mengusulkan ide baru hingga inovasi-inovasi canggih. Namun ketika kamu mengalami quiet quitting, kamu beralih dari 'sumber ide' menjadi karyawan yang hanya melakukan apa yang diperintahkan oleh atasan.

"Mereka dapat beralih dari memiliki semua ide dan solusi menjadi hanya melakukan hal-hal yang diperintahkan kepada mereka," kata Jack Bishop, Chief Operational Officer di Market Cow, sebuah perusahaan otomasi e-commerce.

Menurut Joworski, hal ini bisa terjadi secara tiba-tiba, atau bisa juga merupakan proses bertahap di mana kebiasaan dan perilaku karyawan berubah.

"Hasilnya bisa lebih jelas, seperti karyawan yang tidak menjadi sukarelawan untuk proyek, tidak terlambat kecuali diperlukan [atau] lebih jarang berbicara dalam situasi di mana mereka biasanya vokal," jelasnya.

Jarang Bersosialisasi dengan Rekan Kerja

Membantu rekan kerja yang sedang cuti haid/ Foto: Pexels.com/ Karolina GrabowskaIlustrasi rekan kerja/Foto: Pexels.com/Karolina Grabowska

Ketika seorang karyawan mengalami quiet quitting, mereka cenderung akan jadi lebih jarang bersosialisasi dengan rekan kerja. Misalnya, mereka hanya akan terlibat sedikit di percakapan grup kantor, baik itu obrolan soal pekerjaan ataupun di luar itu, hingga makan siang seorang diri.

Bagaimana menurutmu, Beauties? Apakah kamu tengah mengalami quiet quitting?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id