Bisa Bikin Bahagia, Ini 6 Bentuk Self Care yang Masih Jarang Dilakukan

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Kamis, 23 Apr 2026 18:00 WIB
3. Belajarlah untuk Melepaskan
Belajarlah untuk Melepaskan/Foto: Pexels.com/ mitbg000

Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak perempuan sering lupa melakukan satu hal penting, yaitu merawat diri sendiri. Jadwal pekerjaan yang padat, tanggung jawab keluarga, urusan rumah, hingga berbagai target hidup sering membuat kita lebih fokus pada kebutuhan orang lain dibandingkan kebutuhan diri sendiri.

Padahal, meluangkan waktu untuk self care bukanlah sesuatu yang egois. Justru sebaliknya, merawat diri adalah cara penting untuk menjaga keseimbangan hidup agar kita tetap sehat secara fisik maupun mental. Self-care sebenarnya tidak selalu berarti pergi ke spa mahal atau liburan jauh. Dalam kehidupan sehari-hari, self-care bisa hadir dalam bentuk hal-hal sederhana yang membuat kita merasa lebih tenang, nyaman, dan dihargai oleh diri sendiri.

Untuk membuatmu lebih bahagia, berikut ini adalah cara melakukan self-care yang sangat jarang dilakukan orang lain, seperti yang dilansir dari Your Tango berikut ini.

1. Beri Kesempatan untuk Memaafkan Diri Sendiri

Beri Kesempatan untuk Memaafkan Diri Sendiri/Foto: Pexels.com/ Trường Nguyễn Thanh

Ketika berbicara tentang self-care, banyak orang langsung membayangkan aktivitas seperti pergi liburan, menikmati perawatan tubuh, atau meluangkan waktu untuk melakukan hobi. Semua itu memang menyenangkan dan bisa membantu kita merasa lebih baik. Namun, sebenarnya, ada satu bentuk self-care yang sering terlupakan, yaitu memberi kesempatan pada diri sendiri untuk dimaafkan.

Dalam perjalanan hidup, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Entah itu keputusan yang kurang tepat, kata-kata yang terucap tanpa sengaja, atau langkah yang ternyata membawa kita ke pengalaman yang tidak diharapkan. Hal-hal seperti ini sering membuat kita merasa bersalah dan terus memikirkannya berulang kali.

Padahal, memaafkan diri sendiri adalah bagian penting dari self-care. Ini bukan berarti kita mengabaikan kesalahan atau berpura-pura semuanya baik-baik saja. Sebaliknya, memaafkan diri berarti mengakui bahwa kita manusia yang sedang belajar.

2. Terima Kelemahanmu

Terima Kelemahanmu/Foto: Pexels.com/ Phạm Chung

Tidak bisa dipungkiri, kita hidup di zaman yang sering membuat orang merasa harus terlihat sempurna. Media sosial, tuntutan pekerjaan, dan ekspektasi lingkungan kadang membuat kita merasa harus selalu kuat, produktif, dan berhasil dalam banyak hal. Akibatnya, ketika kita menemukan kelemahan dalam diri sendiri, rasanya seperti ada sesuatu yang salah.

Padahal kenyataannya, setiap orang pasti memiliki kelemahan. Tidak ada manusia yang selalu hebat dalam segala hal. Ada orang yang pandai berbicara di depan banyak orang, tetapi kesulitan mengatur waktu. Ada yang sangat kreatif, tetapi kurang percaya diri. Semua orang memiliki kombinasi kekuatan dan kelemahan masing-masing.

Self-care yang sebenarnya bukan hanya tentang membuat diri merasa nyaman, tetapi juga berani menerima diri apa adanya. Menerima kelemahan bukan berarti menyerah atau berhenti berkembang. Justru sebaliknya, dengan mengenali kelemahan kita bisa memahami diri sendiri dengan lebih jujur.

3. Belajarlah untuk Melepaskan

Belajarlah untuk Melepaskan/Foto: Pexels.com/ mitbg000

Dalam perjalanan hidup, kita sering membawa banyak hal di dalam pikiran dan hati. Mulai dari kenangan yang tidak menyenangkan, rasa kecewa terhadap seseorang, kesalahan di masa lalu, hingga harapan yang ternyata tidak berjalan seperti yang kita bayangkan. Tanpa disadari, semua itu bisa menjadi beban yang membuat kita sulit merasa tenang.

Di sinilah pentingnya memahami bahwa tidak semua hal harus kita bawa terus-menerus. Terkadang, self-care justru berarti memberi izin pada diri sendiri untuk melepaskan sesuatu yang sudah tidak lagi memberi kebaikan.

Melepaskan bukan berarti kita melupakan atau mengabaikan pengalaman tersebut. Melepaskan berarti menerima bahwa beberapa hal memang tidak bisa kita ubah. Kita mungkin tidak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki semuanya, tetapi kita selalu punya kesempatan untuk menentukan bagaimana kita melangkah ke depan.

4. Menyendiri Sejenak

Menyendiri Sejenak/Foto: Pexels.com/ Felix Young

Menyendiri bukan berarti menjauh dari orang lain atau merasa kesepian. Justru sebaliknya, menyendiri bisa menjadi cara untuk memberi ruang bagi diri sendiri agar bisa bernapas lebih tenang di tengah kesibukan hidup. Kadang kita merasa bersalah ketika ingin mengambil waktu untuk tidak melakukan apa-apa. Seolah-olah setiap menit harus selalu produktif.

Padahal, berhenti sejenak bukanlah bentuk kemalasan, melainkan cara tubuh dan pikiran kita untuk memulihkan energi. Menyendiri memberi kesempatan bagi kita untuk kembali terhubung dengan diri sendiri. Ketika tidak ada gangguan dari pekerjaan, pesan yang terus masuk di ponsel, atau percakapan dengan orang lain, kita bisa lebih jelas mendengar apa yang sebenarnya kita rasakan.

5. Lakukan Olahraga Ringan

Lakukan Olahraga Ringan/Foto: Pexels.com/ Anh Tú Nguyễn

Self-care melalui olahraga sebenarnya bukan hanya tentang menjaga bentuk tubuh. Lebih dari itu, olahraga adalah cara untuk merawat kesehatan secara menyeluruh. Ketika kita bergerak, tubuh melepaskan hormon yang membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres. Itulah sebabnya banyak orang merasa lebih ringan dan lebih tenang setelah berolahraga, bahkan jika hanya berjalan kaki selama 20–30 menit.

Olahraga ringan bisa dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Misalnya berjalan santai di sekitar rumah, melakukan peregangan di pagi hari, mengikuti kelas yoga, atau bersepeda di akhir pekan. Bagi yang suka suasana lebih terarah, pergi ke gym juga bisa menjadi pilihan yang menyenangkan.

6. Belajar Mengatakan “Tidak”

Belajar Mengatakan “Tidak”/Foto: Pexels.com/ Joshua Ruanes

Banyak perempuan terbiasa menjadi orang yang selalu siap membantu. Ketika ada teman yang membutuhkan bantuan, keluarga yang meminta tolong, atau rekan kerja yang meminta tambahan waktu, kita sering langsung mengatakan “iya” tanpa berpikir panjang. Niatnya tentu baik, karena kita ingin menjadi orang yang bisa diandalkan.

Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini kadang membuat kita terlalu banyak memikul tanggung jawab. Jadwal menjadi semakin padat, energi terkuras, dan waktu untuk diri sendiri semakin sedikit. Di sinilah pentingnya memahami bahwa salah satu bentuk self care adalah belajar mengatakan “tidak”.

Mengatakan “tidak” bukan berarti kita menjadi orang yang egois atau tidak peduli. Justru sebaliknya, ini adalah cara untuk menjaga batasan yang sehat dalam kehidupan kita. Dengan memahami batas kemampuan diri, kita bisa menjaga keseimbangan antara membantu orang lain dan merawat diri sendiri.

Pada akhirnya, merawat diri sendiri adalah bentuk penghargaan terhadap hidup yang kita jalani. Ketika kita merasa lebih sehat, lebih tenang, dan lebih seimbang, kita juga akan lebih mampu menjalani berbagai peran dalam hidup dengan energi yang lebih positif.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE