STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Bisakah Korban Perselingkuhan Sembuh dari Trauma yang Dialami? Ini Penjelasannya!

Sherley Gucci Permata Sari | Beautynesia
Selasa, 29 Nov 2022 18:15 WIB
Bisakah Korban Perselingkuhan Sembuh dari Trauma yang Dialami? Ini Penjelasannya!

Hal yang paling dibenci dalam menjalin hubungan adalah penghianatan atau perselingkuhan. Banyak dari kasus perselingkuhan terjadi dengan berbagai motif alasan. Mulai dari rasa penasaran, bosan dengan pasangan, hingga persoalan ekonomi. Akibatnya, seseorang yang menjadi korban perselingkuhan sering kali mengalami trauma.

Salah satu dampak dari perselingkuhan bagi korban yang mengalami trauma adalah biasanya sulit untuk percaya dengan orang lain. Tak hanya itu, mereka juga cenderung memutuskan untuk memilih sendiri dan tak lagi mau menjalin hubungan dengan orang baru. Fatalnya, trauma akibat perselingkuhan dapat mengganggu kondisi kesehatan mental dan fisik korban. Sebagian besar korban yang mengalami hal itu berhasil pulih namun dan sebagian lagi merasa kesulitan.

Lantas, apakah korban yang mengalami trauma akibat perselingkuhan dapat pulih? Merangkum dari berbagai sumber, simak ulasannya berikut ini!

Memahami Trauma Akibat Perselingkuhan

Trauma Perselingkuhan
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/jcomp

Tak hanya terjadi dalam hubungan pacaran, perselingkuhan juga kerap terjadi dalam hubungan pernikahan. Dari banyaknya kasus perselingkuhan yang ada di masyarakat, pihak yang kerap menjadi korban adalah perempuan. Melansir dari Healthline, adanya pengkhianatan dalam sebuah hubungan menimbulkan gejolak emosi yang dalam, sehingga korban akan mengalami trauma hingga depresi.

Pemahaman trauma akibat perselingkuhan awalnya dihubungkan dengan teori trauma pengkhianatan yang pertama kali diperkenalkan oleh seorang psikolog Jenifer Freyd pada tahun 1991. Banyak hal yang dapat menjadi penyebab trauma seseorang akibat perselingkuhan. Selain akibat dari perselingkuhan itu sendiri, trauma juga erat dikaitkan dengan adanya trauma masa kecil, seperti penghianatan yang terjadi pada orangtua atau pengasuh lainnya.

Selain itu, hal ini juga disebabkan adanya hubungan keterikatan. Hubungan masa kecil berpengaruh karena hal tersebut menjadi dasar ikatan emosional yang kuat dan aman seseorang untuk keterikatan hubungan di masa dewasa. Sebab, pada dasarnya kebutuhan seseorang dalam sebuah hubungan adalah untuk mendapatkan cinta, dukungan emosional, dan rasa persahabatan.

Bisakah Trauma Perselingkuhan Disembuhkan?

Trauma
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/

Melansir dari Psychology Today, korban perselingkuhan dapat mengalami gangguan dengan gejala yang mirip dengan post trauma syndrome disorder (PTSD). Beberapa gejala yang mereka alami di antaranya merasa tidak berdaya, emosi yang tidak stabil, mati rasa, menyalahkan diri sendiri, merasa rendahnya harga diri, dan mengalami kebingungan.

Trauma akibat pengkhianatan dapat memicu ingatan seseorang terhadap kerusakan emosional dan spiritual yang belum selesai di masa lalu. Sehingga hal inilah sering jadi penyebab orang merasa kesulitan untuk pulih dari trauma.

Menurut ahli, trauma perselingkuhan sebenarnya bisa dipulihkan. Hal itu memang seharusnya diupayakan agar kamu yang sedang mengalami trauma dapat melanjutkan kehidupan dalam berbagai hal, termasuk menjalin komitmen kembali dengan orang lain. Namun perlu disadari bahwa keberhasilan proses pemulihan setiap orang tidak dapat sama. Salah satu kunci utamanya adalah dengan tidak terburu-buru. 

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE