Buntut Kematian Mahsa Amini: Remaja Perempuan 16 Tahun di Iran Hilang-Tewas Usai Berunjuk Rasa, Ini Kronologinya!

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 07 Oct 2022 12:00 WIB
Nika Shakarami/Foto: Dok. BBC News

Belum usai protes masyarakat Iran pasca kematian perempuan berusia 22 tahun Mahsa Amini yang ditangkap dan tewas karena melanggar aturan hijab, kini perhatian dunia tertuju pada Nika Shakarami. Perempuan berusia 16 tahun itu menghilang saat protes kematian Mahsa Amini di Teheran pada 20 September 2022 lalu. Sepuluh hari kemudian ia ditemukan tewas dan meninggal dalam keadaan mencurigakan, diduga mendapat aksi kekerasan dari aparat di Iran.

Setelah jenazah berhasil diidentifikasi keluarga, Nika dimakamkan di Khorramabad, kampung halaman ayahnya. Namun, jenazah Nika 'dicuri' oleh otoritas Iran dan diam-diam menguburnya di desa Veysian, sekitar 40 km (25 mil) jauhnya dari lokasi awal. Hal ini diduga untuk menghindari protes lebih lanjut dari masyarakat akibat kematiannya yang dinilai janggal.

Kronologi Kematian Nika Shakarami

Pasca kematian Mahsa Amini, protes dan unjuk rasa bergejolak di Iran. Nika berpartisipasi dalam protes tersebut pada 20 September 2022, berniat untuk memperjuangkan hak-hak perempuan di Iran. Nika pergi meninggalkan rumah sekitar pukul 5 sore dan membawa sebotol air serta handuk sebagai alat perlindungan terhadap gas air mata. Dia awalnya memberi tahu keluarganya bahwa dia akan mengunjungi saudara perempuannya, dilansir dari Washington Post.

Nika dilaporkan sebagai sosok yang tak kenal takut selama unjuk rasa dan terus meneriakkan slogan tanpa henti. Menurut keluarganya, komunikasi terakhir yang diketahui adalah pesan yang dikirim ke salah satu temannya, di mana dia mengaku dikejar oleh pasukan keamanan. Ia diketahui berpisah dari teman-temannya karena protes semakin ramai.

Nika Shakarami/ Foto: Dok. BBC News

Nika terakhir kali terlihat sekitar pukul 7 malam. Pada malam tanggal 20 September, akun Telegram dan Instagram Shakarami dihapus dan ponselnya tidak aktif.

Setelah tidak mendengar kabar, keluarga Nika mengajukan laporan orang hilang dan mulai mencarinya di kantor polisi dan rumah sakit. Mereka juga menunggah foto Nika di media sosial dengan harapan seseorang akan mengenalinya.

Sepuluh hari kemudian, keluarga Nika mendapatkan informasi bahwa seseorang dengan karakteristik Nika telah ditemukan saat proses identifikasi pengunjuk rasa yang tewas. Akhirnya, Nika ditemukan di kamar mayar Kahrizak, yang terletak di pusat penahanan lokal. Anggota keluarga Nika tidak diizinkan untuk melihat mayatnya, mereka hanya diperbolehkan untuk melihat wajahnya selama beberapa detik untuk tujuan identifikasi. 

Nika Shakarami/ Foto: Dok. CNN

Dilansir dari BBC News, pengadilan mengatakan bahwa pada malam Nika menghilang, ia disebut berada di sebuah bangunan tinggi, dan ditemukan tewas di halaman luar keesokan paginya. 

Pejabat kehakiman Teheran Mohammad Shahriari dikutip oleh media pemerintah mengatakan pada hari Rabu bahwa post-mortem menunjukkan Nika menderita "beberapa patah tulang di panggul, kepala, tungkai atas dan bawah, lengan dan kaki, yang menunjukkan bahwa Nika terlempar dari ketinggian". Dia juga menyatakan bahwa ini membuktikan kematiannya tidak ada hubungannya dengan protes.

Namun, sertifikat kematian yang dikeluarkan oleh pemakaman di ibu kota, yang diperoleh BBC Persia, menyatakan bahwa Nika meninggal setelah menderita "beberapa luka yang disebabkan oleh pukulan dengan benda keras".

Pihak keluarga juga diberitahu bahwa Nika telah diculik, ditahan, dan diinterogasi oleh aparat Iran selama seminggu, kemudian ditahan untuk waktu yang singkat di Penjara Evin. Penjara Evin sendiri dituduh tempat pemerkosaan dan penyiksaan terhadap para tahanan.

NAPLES, ITALY - 2022/10/06: A man with a photograph of Iranian woman Nika Shakarami, during the demonstration in Naples for the freedom of Iranian women, after the recent riots in Iran and the killing of Mahsa Amini. (Photo by Marco Cantile/LightRocket via Getty Images)/ Foto: LightRocket via Getty Images/Marco Cantile

Nika kemudian dimakamkan di di Khorramabad, kampung halaman ayahnya, dan bermaksud untuk mengadakan upacara pemakaman pada 2 Oktober 2022 lalu, di mana bertepatan dengan hari ulang tahun Nika ke-17. Namun, pasukan keamanan menekan mereka untuk tidak mengadakan upacara pemakaman.

Bibi Nika, Atash, menentang tekanan tersebut dan memposting di Twitter, mengundang siapa saja yang tertarik untuk bergabung dalam perayaan "ulang tahun terakhir" Nika. Atash lalu ditangkap di rumahnya pada 2 Oktober dan anggota keluarga lainnya diancam akan dieksekusi jika mereka berpartisipasi dalam protes. Anggota keluarga lainnya juga terpaksa setuju untuk tidak menyelenggarakan upacara pemakaman umum.

Meskipun mencapai kesepakatan bahwa tidak akan ada pemakaman, keluarga Nika lebih lanjut mengklaim bahwa pihak berwenang kemudian mencuri jenazah perempuan itu dan menguburkannya di Hayat Ol Gheyb, sekitar 40 kilometer jauhnya untuk menghindari publisitas dan mencegah makamnya menjadi situs ziarah bagi pengunjuk rasa.

Kematian Nika dan pencurian jenazahnya telah menjadi perhatian dunia internasional saat ini. Di media sosial, netizen menggunakan foto dan namanya menjadi tagar untuk membela hak-hak perempuan. Pada 5 Oktober, tagar tersebut telah di-tweet lebih dari dua juta kali.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Loading ...
Tonton video di bawah ini ya, Beauties!
Selain Lesti Kejora, 5 Artis Ini Juga Alami KDRT