sign up SIGN UP

Dampak Kasus Johnny Depp-Amber Heard, Para Ahli Justru Khawatir Korban KDRT Jadi Takut Melapor

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 08 Jun 2022 19:00 WIB
Dampak Kasus Johnny Depp-Amber Heard, Para Ahli Justru Khawatir Korban KDRT Jadi Takut Melapor
caption
Jakarta -

Kasus perseteruan Johnny Depp dan Amber Heard telah menyita perhatian masyarakat dunia. Setelah bergulir cukup lama, pengadilan Amerika Serikat akhirnya memutuskan bahwa Johnny Depp memenangkan gugatan. 

Johnny Depp telah memenangkan gugatan pencemaran nama baik terhadap mantan istrinya, Amber Heard, untuk artikel op-ed Washington Post yang diterbitkan pada tahun 2018, yang menyatakan bahwa Depp adalah "figur publik yang mewakili kekerasan dalam rumah tangga". Meskipun begitu, Johnny Depp juga dinyatakan bersalah oleh pengadilan dengan tuduhan telah menghancurkan karier Amber Heard. 

FAIRFAX, VA - APRIL 28: (NY & NJ NEWSPAPERS OUT) A fan of Johnny Depp hands him a note as he arrives outside court during the Johnny Depp and Amber Heard civil trial at Fairfax County Circuit Court on April 28, 2022 in Fairfax, Virginia. (Photo by Sarah Silbiger/Consolidated News Pictures/Getty Images)Persidangan Johnny Depp dan Amber Heard/Foto: Sarah Silbiger/Getty Images

Persidangan kedua selebritis Hollywood tersebut telah menjadi konsumsi publik. Hal ini membuat beberapa ahli kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) khawatir bahwa persidangan dan putusan tersebut dapat berdampak pada korban KDRT.

Kenyataan yang tidak menguntungkan adalah kasus Johnny Depp dan Amber Heard kemungkinan akan memperkuat ketakutan bahwa perempuan yang mengajukan laporan pelecehan seksual dan KDRT akan menghadapi sistem di mana mereka tidak mungkin dipercaya.

Beberapa pakar KDRT mengatakan bahwa efek dari persidangan yang disiarkan kepada publik bisa membuat korban KDRT enggan untuk melapor.

"Itu adalah mimpi terburuk korban. Seperti, kekuatan super Anda adalah ketika Anda bisa menceritakan kisah Anda dengan bebas. Ini semacam membebaskan Anda. Ini membantu Anda sembuh. Jadi, ketika Anda mulai membungkam korban, Anda tahu, melalui sistem pengadilan, itu bisa menjadi hal yang menakutkan," kata pengacara korban Tunisia Offray, dikutip dari CBS News.

Cropped shot of a young woman trying to protect herself from a man's clenched fist. Brunette woman is the victim of aggressive man. Stressful woman trying to defend herself from a clenched fisted.Ilustrasi KDRT/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Jelena Stanojkovic

Menurut para ahli, sekitar 70 persen korban KDRT tidak melaporkan kekerasan yang dialaminya. Ditambah adanya kasus Johnny Depp dan Amber Heard yang disaksikan oleh jutaan orang di seluruh dunia, beberapa korban takut akan menghadapi jenis tuduhan kebohongan yang mereka lihat di televisi dan bahwa pelaku bisa merasa berani.

Dalam kasus Johnny Depp dan Amber Heard, keduanya membuat tuduhan pelecehan, yang menurut para ahli tidak jarang terjadi. Tanpa mengambil pendapat hukum atas putusan tersebut, pengacara Carmen McDonald mengatakan dia khawatir semua itu bisa menjadi sebuah pemicu.

"Saya setuju bahwa keduanya telah dipermalukan di media dan sangat disayangkan dan sensasional dan itulah yang juga membuatnya lebih sulit," kata McDonald kepada CBS News.

"Saya yakin bahwa di rumah-rumah yang menderita pelecehan, ini dibicarakan sebagai cara untuk mengatakan, 'Lihat, kamu salah,' atau 'Inilah yang akan terjadi padamu," tambahnya.

McDonald juga mendesak para korban KDRT untuk mencari dukungan jika mengalami kekerasan.

"Ini hanya menunjukkan betapa sulitnya hambatan hukum bagi para penyintas. Ini menunjukkan bahwa para penyintas datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Saya tidak akan membiarkan sesuatu yang Anda lihat dalam persidangan ini menghalangi Anda. Mintalah bantuan. Setiap kasus berbeda," katanya.

Kasus KDRT meningkat selama pandemi COVID-19Ilustrasi KDRT/Foto: Pexels/Karolina Grabowska

Tak hanya itu, para ahli juga memperingatkan bahwa kelompok anti-feminis mungkin memanfaatkan hasil putusan pengadilan atas kasus Johnny Depp dan Amber Heard, bahwa tuntutan hukum pencemaran nama baik dapat digunakan untuk membungkam para penyintas KDRT.

Kini pengadilan telah memenangkan gugatan Depp, para advokat mengatakan putusan itu dapat memiliki efek mengerikan pada penyintas lain yang ingin melapor dan menentang pelaku KDRT.

"Itu hanya menambah hambatan lain pada apa yang harus dihadapi para korban dan penyintas, karena mereka menentukan bagaimana mendapatkan dukungan dan keamanan yang mereka butuhkan," kata Ruth Glenn, presiden dan CEO Koalisi Nasional Menentang KDRT, dikutip dari NPR.

Wah, gimana menurut kamu, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id