Fakta Terbaru Kasus Pencabulan Santriwati di Jombang: Terancam 12 Tahun Penjara hingga Pengakuan Pilu Korban

Nadya Quamila | Beautynesia
Senin, 11 Jul 2022 11:45 WIB
Ilustrasi korban kekerasan seksual/Foto: Getty Images/iStockphoto/coldsnowstorm

Kasus penangkapan tersangka pencabulan terhadap santriwati di Jombang, Moch Subchi Azal Tzani (MSAT) alias Mas Bechi (42), menggegerkan masyarakat Indonesia belakangan ini. Setelah beberapa kali berhasil lolos, MSAT akhirnya berhasil diamankan. Ia menyerahkan diri pada pihak kepolisian pada Kamis (7/7) sekitar pukul 23:00 WIB.

MSAT sendiri telah menjadi tersangka selama 2 tahun dan 6 bulan menjadi DPO. Aksi pengepungan di Ponpes Shiddiqiyyah, Jombang, asuhan KH Muhammad Mukhtar Mukthi, untuk menangkap MSAT terjadi hingga 16 jam, sejak pukul 07.00 WIB hingga 23.30, Kamis (7/7), dilansir dari detikJatim. Usai menyerahkan diri, polisi segera melakukan proses identifikasi terhadap MSAT, termasuk mengambil sidik jari pada dini hari. 

Berikut sederet fakta terbaru soal kasus MSAT alias Mas Bechi, tersangka pencabulan terhadap santriwati di Jombang.

MSAT Terancam 12 Tahun Penjara hingga Hukuman Kebiri

Penampakan Mas Bechi, DPO pencabulan diperiksa kesehatannya usai menyerahka diri ke polisi, Jumat (8/7/2022)./ Foto: Penampakan Mas Bechi, DPO pencabulan diperiksa kesehatannya usai menyerahka diri ke polisi. (Foto: dok. Istimewa)

Mas Bechi alias MSAT terancam 12 tahun penjara atas aksi cabulnya. 

"Tersangka ini akan kami dakwakan pasal 285 kuhp jo pasal 65 kuhp ancaman pidana 12 tahun atau kedua pasal 289 kuhp jo pasal 65 ancaman pidana 9 tahun atau pasal 294 ayat 2 p2kp jo pasal 65 kuhp dengan ancaman pidana 7 tahun," kata Aspidum Kejati Jatim Sofyan Sele seperti dikutip dari detikJatim, Jumat (8/7).

Tak hanya itu, MSAT juga bisa saja akan mendapatkan hukuman kebiri. Hukuman tersebut bisa diterapkan melihat fakta dari persidangan nantinya.

Kebobrokan MSAT Terbongkar: Santri Disuruh Merokok hingga Diperlakukan Bak Raja

Kebobrokan MSAT pun terbongkar satu demi satu. Seorang pria bernama Syaripudin S Pane mengaku kenal dengan MSAT melalui seorang sutradara terkenal. Disebut bahwa MSAT merupakan guru spiritual sang sutradara. Syaripudin berkunjung ke pesantren Shiddiqiyyah pada tahun 2020 silam. Kala itu, ia diminta untuk menjadi mediator untuk 'menutup' kasus pencabulan.

Syaripudin membeberkan bahwa Mas Bechi menginstruksikan seluruh santri, termasuk santriwati, untuk merokok. Ia berdalih bahwa rokok yang digunakan adalah rokok kesehatan. Rokok tersebut rupanya bisnis yang Mas Bechi jalankan bersama keluarga.

"Karena dia punya usaha rokok kesehatan, santriwatinya itu merokok depan saya, depan Mas Bechi. Dia beralasan karena diajarkan supaya sehat dengan rokok saya," katanya dikutip dari detikJatim, Sabtu (9/7).

Syaripudin S Pane mengaku kenal Mas Bechi/ Foto: Syaripudin S Pane mengaku kenal Mas Bechi (Wildan/detikcom)

Selain itu, Syaripudin juga mengungkapkan bahwa Mas Bechi diperlakukan bak raja di ponpes tersebut. Syaripudin menyebut santri yang ada di pesantren Shiddiqiyyah, kerap dijadikan alat untuk melindungi Mas Bechi. Bahkan Bechi sudah dianggap layaknya raja di sana.

"Seluruh santri di sana melindungi Mas Bechi, bahkan dia sudah dianggap raja di sana. Mas Bechi juga gunakan para santrinya untuk melindungi dia. Saya lihat itu di setiap sudut setiap saat ada yang berjaga. Santrinya di sana kira-kira hanya ratusanlah," tutur Syaripudin, Sabtu (9/7), dikutip dari detikNews.

Syaripudin juga mengungkapkan sejumlah kejanggalan yang ia temui di Ponpes Shiddiqqiyyah ketika bertemu MSAT. Salah satunya ialah, Bechi, kata Syaripudin, mengabaikan salat lima waktu.

"Waktu saya kumpul dengan Bechi di studionya dan berkumandang azan, saya tanya kenapa tidak salat, jawab dia bahwa salat itu urusan Allah dengan umatnya. Sedangkan kan salat itu kewajiban menurut saya," kata Syaripudin di saat konferensi pers di Jakarta Timur, Sabtu (9/7), dikutip dari detikNews.

Pengakuan Pilu Korban Pencabulan MSAT: Diperkosa hingga Dihajar

Korban dugaan pencabulan Mas Bechi/ Foto: dok. CNN Indonesia

Korban pencabulan dan pemerkosaan MSAT alias Mas Bechi pun buka suara. Sambil terisak, para korban menceritakan kisah pilu yang mereka alami.

Ada dua korban yang berani bersuara dan membeberkan aksi keji yang dilakukan MSAT. Pengakuan tersebut disampaikan melalui wawancara dengan CNNIndonesia TV pada Maret 2020 lalu. Terungkap bahwa Mas Bechi tidak hanya melakukan aksi pencabulan dan pemerkosaan, namun ia juga menyekap hingga menghajar korban.

Korban pertama mengaku sempat menjalin hubungan asmara dengan MSAT dan berjalan selama 5 tahun. Ketika korban berusia 15 tahun, ia mengaku dicabuli untuk pertama kalinya. Di tahun keempat menjalani hubungan, korban ingin berpisah dengan MSAT. Namun, ia malah dipaksa, diancam hingga dihajar oleh MSAT.

"Tadinya saya itu sudah dibuka paksa, semuanya disuruh buka. Aku bilang enggak mau, dia bilang sudah-sudah, tahu itu saya sampai nangis awalnya. Terus habis itu saya minta putus, enggak bisa sudah lama-lama ya sudah saya mau enggak mau di situ terus akhirnya," kata korban pertama, dikutip dari detikJatim.

Korban kemudian mengaku dipaksa untuk menuruti nafsu Mas Bechi. Dia diajak tidur di sebuah hotel, kemudian di sana Bechi mengajak berhubungan badan bertiga atau 'threesome'. Korban sempat menolak. Tetapi Mas Bechi langsung mengancam korban.

Korban pun sempat mencari perlindungan untuk melepaskan diri dari Mas Bechi. Namun, upaya tersebut diketahui Mas Bechi. Ia kemudian dijemput paksa oleh orang suruhan Mas Bechi dan dibawa ke sebuah tempat yang disebut Puri. Di sana, ia dihajar dan diperkosa oleh Mas Bechi.

Korban kemudian berhasil meloloskan diri dari Puri. Dia kemudian pergi jauh dari pesantren tersebut. Korban berharap Mas Bechi diadili dengan hukuman maksimal.

(naq/naq)