sign up SIGN UP

Hore! Kemnaker Kini Upayakan Pemberdayaan dan Perlindungan Pekerja Perempuan

Sherley Gucci | Beautynesia
Rabu, 20 Apr 2022 22:00 WIB
Hore! Kemnaker Kini Upayakan Pemberdayaan dan Perlindungan Pekerja Perempuan
caption
Jakarta -

Salah satu permasalahan di tengah isu kesetaraan gender di Indonesia yang masih terus diperjuangkan adalah soal perempuan di dunia kerja. Isu yang seringkali ditemui yaitu soal pemenuhan hak dan kewajiban serta perlindungan bagi tenaga kerja perempuan.

Masalah demikian bahkan sudah terjadi sejak lama, namun tidak menutup kemungkinan masih banyak isu lainnya yang belum terakomodasi untuk disuarakan. Hal ini tentu amat sangat disayangkan melihat rata-rata jumlah pekerja perempuan di Indonesia juga tak kalah banyak dengan jumlah pekerja pria.

Dilansir dari data BPS 2021 dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan jumlah pekerja perempuan di Indonesia tercatat sebanyak 36,20 persen. Sehingga masalah ini patut diberi perhatian lebih mengingat perempuan menjadi salah satu subjek yang berperan dalam penguatan ekonomi negara.

Seperti yang dilansir dari CNN Indonesia, perempuan berpotensi di bidang ekonomi dan pasar tenaga kerja sebesar 28 triliun USD atau 26 persen dari PDB dunia pada 2025.

Masalah yang Rentan Dialami Pekerja Perempuan

Pekerja perempuan masih rentan mengalami diskriminasi saat bekerja
Pekerja Perempuan Rentan Mengalami Diskriminasi/Foto: Freepik.com/cookie_studio

Adapun masalah yang rentan masih banyak terjadi pada pekerja perempuan antara lain, kesenjangan upah antara pekerja perempuan dan pria, diskriminasi hak cuti haid dan melahirkan, hingga pelecehan dan kekerasan seksual di tempat kerja. Melansir dari data Komnas Perempuan tahun 2021, tingkat kekerasan terhadap perempuan di ranah publik di mana lingkungan kerja termasuk dalam kategorinya tercatat masih banyak terjadi.

Salah satunya adalah kekerasan seksual yang dilakukan oleh atasan kerja pada tahun 2020 terdapat 91 kasus. Laporan ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya tercatat 55 kasus, meskipun telah ada Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. SE.03/MEN/IV/2011 tentang Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja.

Upaya Pemberdayaan dan Perlindungan Pekerja Perempuan

Kemnaker kini upayakan pemberdayaan dan perlindungan pekerja Perempuan
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/

Masalah pemberdayaan dan perlindungan pekerja perempuan tampaknya kini menjadi fokus serius kerja pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. Baru-baru ini dalam acara Forum Merdeka Barat 9, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menerangkan bahwa Kemnaker RI berupaya untuk mewujudkan pemberdayaan dan memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja perempuan.

Melansir dari Kemnaker.go.id, perwujudan hal tersebut ditunjukkan dengan membentuk Gerakan Nasional Non Diskriminasi di Tempat Kerja, baik melalui pembuatan Sistem Perlindungan berbasis IT, penyusunan pedoman pencegahan pelecehan seksual, maupun penyusunan panduan kesetaraaan dan non diskriminasi di tempat kerja.

“Kemnaker juga mendorong komitmen dari perusahaan-perusahaan untuk mencantumkan kesepakatan nondiskriminasi bagi pekerja ke dalam Peraturan Perusahaan (PP) dan  Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang melibatkan pekerja dan pengusaha,” ucap Ida Fauziyah saat menjadi narasumber pada acara Forum Merdeka Barat 9 secara virtual, Senin (11/4), dikutip dari laman Kemnaker.

Emansipasi perempuan menjadikan posisi perempuan setara dengan laki-lakiIlustrasi pekerja perempuan/Foto: Pexels.com/pavel-danilyuk

Selain itu, untuk memberdayakan pekerja perempuan termasuk yang mengalami dampak dari pandemi Covid-19, Kemnaker melaksanakan program pengembangan perluasan kesempatan kerja berupa program padat karya dan kewirausahaan. Misalnya seperti penerimaan  paket bantuan yang yang juga bertujuan untuk membantu membangkitkan kembali perekenomian keluarga dan masyarakat di daerah.

Sementara itu, dalam hal peningkatan kompetensi dan kualitas para pekerja perempuan, Kemnaker juga selalu membuka kesempatan yang sama dan mendorong agar para perempuan dapat mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh pihaknya. Hal tersebut ditunjukkan dengan langkah membuka jurusan yang banyak diminati kaum perempuan, seperti fashion dan kecantikan.

Dalam upaya pemberdayaan dan perlindungan pekerja perempuan, saat ini Kemnaker juga sedang menyusun aturan yang lebih spesifik terhadap penghapusan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja. Aturan tersebut akan dijadikan regulasi setingkat Peraturan Menteri Ketenagakerjaan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id