sign up SIGN UP

Mengenal Lebih Jauh Soal Glass Ceiling, Diskriminasi Gender di Tempat Kerja dan Cara Mengatasinya

Retno Anggraini | Beautynesia
Selasa, 19 Apr 2022 16:30 WIB
Mengenal Lebih Jauh Soal Glass Ceiling, Diskriminasi Gender di Tempat Kerja dan Cara Mengatasinya
caption
Jakarta -

Beautiesapakah kamu pernah mendengar istilah glass ceilingGlass ceiling saat ini menjadi permasalahan serius. Karena di zaman modern seperti saat ini, diskriminasi terhadap perempuan masih sering terjadi. Ibaratnya, glass ceiling menjadi penghalang tak terlihat untuk kemajuan profesional perempuan, seperti karier hingga posisi kepemimpinan.

Tapi, apa sebenarnya kamu tahu yang dimaksud dengan glass ceiling? Bagaimana cara kita menghadapinya? Melansir dari berbagai sumber, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Glass Ceiling?

Arti glass ceiling
Arti glass ceiling/Foto: Freepik.com/tirachardz

Mengutip dari Investopedia, glass ceiling merupakan ungkapan metafora yang digunakan untuk menggambarkan hambatan yang dihadapi oleh perempuan dan kaum minoritas di tempat kerja. Meski tidak terlihat oleh masyarakat umum, tapi glass ceiling sendiri benar-benar terjadi dalam dunia pekerjaan.

Dari Mana Istilah Glass Ceiling Berasal?

Asal-usul glass ceiling
Asal-usul glass ceiling/Foto: Freepik.com/tirachardz

Marilyn Loden pertama kali menggunakan istilah ini pada tahun 1978 di Women's Exposition di New York. Saat itu, Loden merupakan seorang karyawan di New York Telephone Co. dan diminta untuk duduk di panel berjudul "Mirror, Mirror on the Wall", yang tujuannya terlihat seperti menyalahkan perempuan karena kurangnya kemajuan mereka dalam tenaga kerja.

Di panel tersebut, Loden menjelaskan bahwa kurangnya kepercayaan diri bukanlah halangan bagi karier perempuan. Loden pun menyebutnya sebagai glass ceiling.

Efek dari Glass Ceiling

Efek glass ceiling
Efek glass ceiling/Foto: Freepik.com/yanalya

Penghalang sebagai karier untuk perempuan dan kaum minoritas, glass ceiling memiliki dampak buruk bagi kesehatan dan kesejahteraan di tempat kerja. Berikut adalah beberapa efek dari glass ceiling, dilansir dari Healthline:

  • Stres: Glass ceiling memberikan dampak langsung pada tingkat stres karyawan perempuan. Masalah stres ini akan berpengaruh pada produktivitas karyawan yang menurun.
  • Ragu pada diri sendiri: Sering tidak diberi kesempatan untuk menjabat di posisi tertinggi atau mendapat promosi jabatan akan menimbulkan keraguan pada kualitas kerja seseorang.
  • Gangguan mood: Diskriminasi gender di tempat kerja menjadi penyebab utama perempuan lebih rentan mengalami kecemasan dibandingkan pria. Akibat glass ceiling, perempuan dan kaum minoritas akan lebih mudah merasa gelisah, sulit berkonsentrasi, bahkan depresi.

Cara Menghadapi Glass Ceiling

Cara menghadapi glass ceiling
Cara menghadapi glass ceiling/Foto: Freepik.com/lookstudio

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi glass ceiling, seperti:

  • Tunjukkan hasil pekerjaan: Perempuan cenderung tidak menunjukkan hasil pencapaiannya. Jangan ragu untuk menunjukkan hasil pekerjaanmu, Beauties. Dengan begini, secara tidak langsung kamu sudah membuka peluang karier di masa depan.
  • Membangun jaringan: Semakin luas jaringanmu, semakin besar juga peluangmu untuk mencoba karier baru atau membangun usaha sendiri. Di zaman sekarang, kamu bisa membangun lebih banyak jaringan melalui media sosial.
  • Lakukan yang terbaik: Apa pun yang kamu kerjakan saat ini, lakukanlah yang terbaik. Dengan begitu, hasil kerjamu kemungkinan akan dipertimbangkan oleh atasan untuk mendapatkan promosi jabatan.

Itu dia beberapa hal yang perlu kamu tahu mengenai glass ceiling. Tak dapat dipungkiri, fenomena ini harus segera dihilangkan agar tidak ada diskriminasi gender di tempat kerja.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id