Kisah Inspiratif Maria, Perempuan Spanyol Rela Pindah ke Uganda Jadi Ibu Asuh 32 Anak

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Senin, 15 Apr 2024 11:00 WIB
Tantangan yang Harus Dihadapi
María Galán/Foto: instagram.com/auntie_mariagalan

Rasa simpati dan kemanusiaan seseorang memang hadir dari hati. Salah satu dari banyak orang yang memiliki hati yang rela berkorban demi membantu sesama adalah María Galán, seorang perempuan Spanyol berusia 26 tahun yang menetap di Uganda. Dedikasinya yang luar biasa telah mengubah 32 anak di Uganda memiliki secercah harapan masa depan.

Maria lahir dan besar di Spanyol. Ia adalah lulusan dengan gelar di bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional. Ajaran ibunya tentang pentingnya membantu orang yang membutuhkan, Maria pun memulai perjalanan sosial ke Uganda untuk menjadi sukarelawan di suatu panti asuhan.

Namun, tahun 2020 lalu, ia mendapat kabar buruk, bahwa panti asuhan tersebut akan segera tutup karena tidak ada donatur. Sejak saat itu, ia bertekad untuk membantu dengan tinggal di Uganda dan menjadi ibu asuh untuk menjaga 32 anak-anak yang malang tersebut di usianya yang baru 22 tahun. Maria rela meninggalkan kehidupan indahnya di Spanyol, meninggalkan keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Maria Mendirikan Tempat Perlindungan Bagi Anak-Anak

María Galán/Foto: instagram.com/auntie_mariagalan

Melansir dari Brightside, Maria akhirnya membentuk Babies Uganda Foundation, sebuah tempat perlindungan bagi anggota masyarakat yang membutuhkan di sana. Melalui bantuan relawan, Maria akhirnya bisa mendapatkan tempat bagi anak-anak asuhnya. Babies Uganda Foundation berada di kota Kikaya, Uganda.

Yayasan yang didirikan Maria kini memiliki dua panti asuhan, sebuah sekolah dengan hampir 600 anak usia prasekolah dan sekolah dasar, sekolah untuk anak-anak tunanetra, pusat pelatihan kejuruan, klinik umum dan klinik gigi. Inisiatif sederhana Maria dahulu untuk mencegah penutupan panti asuhan kini menjadi organisasi yang menangani kebutuhan penting masyarakat.

Maria tidak hanya berkomitmen untuk sekedar memenuhi kebutuhan dasar anak-anak tersebut, namun ia juga lebih memperhatikan bagaimana mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang mandiri dan bertanggung jawab nantinya. Salah satunya adalah dengan menciptakan program penempatan kerja untuk memupuk kepercayaan diri dan membangun masa depan yang lebih cerah untuk anak-anak tersebut.

Perlindungan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

María Galán/Foto: instagram.com/auntie_mariagalan

Babies Uganda memiliki fokus penting kepada anak-anak berkebutuhan khusus, terutama anak-anak tunanetra. Maria menerangkan bahwa anak-anak disabilitas masih menjadi topik yang tabu di Uganda, banyak anak-anak spesial yang justru disembunyikan oleh keluarga karena malu. Maria dengan yayasannya memberikan pendidikan serta dukungan agar tidak ada lagi diskriminasi dan mereka bisa memiliki masa depan yang cerah.

Tantangan yang Harus Dihadapi

María Galán/Foto: instagram.com/auntie_mariagalan

Sebagai orang asing, tentu Maria memiliki tantangan tersendiri ketika memutuskan untuk tinggal di Uganda. Perbedaan budaya, perlawanan dan prasangka masyarakat. Selain itu, pembiayaan proyek-proyek yang membutuhkan dukungan berkelanjutan. Selain itu, adanya sponsorship dan pembelian buku yang Maria tulis berjudul The Life of Sami” menceritakan kisah kehidupan nyata anak-anak Uganda. Selain itu, Babies Uganda Foundation juga memiliki relawan yang turut mendukung program-program yang diselenggarakan. 

Namun, meskipun tantangan yang dihadapi tidak mudah, tapi Maria tetap teguh dengan pendiriannya. Maria menerangkan bahwa ia tidak menemukan jawaban mengapa dirinya hidup ketika tinggal di Spanyol, ia merasa berguna menjadi manusia ketika di Uganda. Maria kini aktif membagikan kehidupannya bersama anak-anak Uganda di laman Instagram pribadinya @auntie_mariagalan yang telah memiliki lebih dari 1 juta pengikut.

Kisah Maria yang sangat menginspirasi bahwa ketulusan dan cinta yang ia berikan kepada anak-anak Uganda hari ini akan menciptakan generasi muda yang memiliki peran penting baik untuk diri sendiri atau orang lain. Dari Maria, kita juga belajar bahwa berguna menjadi orang lain membuat kita merasa hidup dan bahagia. Kamu setuju, Beauties? 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE