sign up SIGN UP

Kisah Inspiratif Zohre Esmaeli, Perempuan yang Lolos dari Kekangan Taliban dan Kini Sukses Jadi Model

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Kamis, 12 May 2022 20:00 WIB
Kisah Inspiratif Zohre Esmaeli, Perempuan yang Lolos dari Kekangan Taliban dan Kini Sukses Jadi Model
caption

Setelah beberapa dekade menjadi momok, kelompok Taliban resmi menginvasi Afghanistan pada Agustus 2021 dan membuat presiden negara itu melarikan diri. Sikap mereka yang dianggap semena-mena jelas melukai hati banyak orang, termasuk model ternama Zohre Esmaeli (35) yang pernah berada dalam kekangan kelompok tersebut.

Zohre Esmaeli hanyalah seorang gadis kecil berusia 13 tahun ketika berusaha melarikan diri dari Taliban untuk mencari perlindungan di Jerman beberapa tahun lalu. Demi mendapat kehidupan yang lebih baik, dia rela membahayakan diri untuk kabur. Dia tidak pernah tahu bahwa setelah itu hidupnya akan berubah.

Berikut adalah kisah Zohre Esmaeli lolos dari kekangan Taliban, sebagaimana dituturkannya pada Glamour Magazine. Yuk, simak!

Kekejaman Taliban di Afghanistan

Zohre Esmaeli/Foto: Instagram.com/zohreesmaeliofficialZohre Esmaeli/Foto: Instagram.com/zohreesmaeliofficial

Ketika Taliban menguasai Kabul, Afghanistan, setiap hari Zohre mendapatkan kiriman video mengerikan dari keluarga yang masih tinggal di sana. Video-video itu mempertontonkan perempuan yang dicambuk tanpa alasan atau tentara Afghanistan yang ditembak mati di siang hari.

Taliban, meski sudah bersumpah untuk menghormati hak-hak rakyat Afghanistan, namun hanya sedikit yang terbukti. Di bawah pemerintahan mereka, hukuman rajam sampai mati sudah biasa. Bahkan warga dipanggil dengan pengeras suara untuk menonton hal tersebut di stadion olahraga.

Hak Perempuan yang Dirampas

Zohre Esmaeli/Foto: Instagram.com/zohreesmaeliofficial
Zohre Esmaeli/Foto: Instagram.com/zohreesmaeliofficial

Selama masih berada dalam kekangan Taliban, Zohre Esmaeli ingat bahwa saat itu semua hak perempuan seakan dirampas dan semua hidup dalam ketakutan. Banyak di antara mereka dipaksa kehilangan pekerjaan, tak bisa berolahraga, dilarang sekolah, bahkan dicambuk saat ketahuan menggunakan cat kuku. Zohre masih ingat betul bagaimana dirinya harus memakai burqa dan wajib ditemani pendamping ketika keluar rumah.

Perjalanan Melarikan Diri yang Menakutkan

Zohre Esmaeli/Foto: Instagram.com/zohreesmaeliofficial
Zohre Esmaeli/Foto: Instagram.com/zohreesmaeliofficial

Malam itu, Zohre dan keluarganya memutuskan untuk melarikan diri melalui penyelundup manusia yang berjanji akan membawa mereka ke Jerman. Tentu saja keluarga mereka memberikan imbalan atas hal ini. Zohre merasa sangat bersemangat karena ayahnya berjanji setelah ini akan ada kehidupan yang lebih baik.

Namun ternyata pejalanan menuju Jerman tidak semenyenangkan yang dibayangkan. Sesampainya di Moskow, Zohre bersama para pengungsi lain, dikurung dalam satu ruang sempit dengan satu toilet buntu selama dua minggu.

Dari sana mereka dibawa ke Belarusia, Ukraina, dan Hongaria. Dia masih ingat, ada seorang tentara Rusia yang memaksa meminta uang pada salah satu pengungsi hingga melucuti semua pakaiannya. Bahkan pada satu malam di Republik Ceko, Zohre dan pengungsi lainnya harus melewati salju dengan kedalaman selutut. Tubuhnya sangat menggigil saat itu. Akhirnya setelah menghabiskan 7 bulan perjalanan, Zohre sampai di Jerman.

Membangun Kehidupan Baru

Zohre Esmaeli/Foto: Instagram.com/zohreesmaeliofficial
Zohre Esmaeli/Foto: Instagram.com/zohreesmaeliofficial

Sesampainya di Jerman, Zohre dan keluarganya tinggal di Schwalbach am Taunus, dekat Frankfurt, yaitu perumahan yang diberikan pemerintah setempat untuk para pengungsi. Meski demikian, mereka tidak serta merta langsung mendapatkan rumah. Sebelumnya mereka harus tinggal di peti kemas bekas yang telah diubah bentuk menjadi rumah.

Kehidupan baru seakan benar-benar dimulai. Di Jerman Zohre dan saudara-saudaranya memulai kembali bersekolah dan belajar bahasa Jerman. Hingga akhirnya, di usia 16 tahun, ada seseorang yang menawarkan pekerjaan kepadanya sebagai model.

Kabur dari Rumah

Zohre Esmaeli/Foto: Instagram.com/zohreesmaeliofficial
Zohre Esmaeli/Foto: Instagram.com/zohreesmaeliofficial

Namun, kehidupan di Afghanistan nyatanya tidak pernah benar-benar dia tinggalkan. Di Jerman, Zohre tetap tidak diizinkan keluar dengan teman atau menggunakan internet. Bahkan ponselnya pun terus dipantau untuk memastikan dirinya tidak berbicara dengan pria.

Dan ketika Zohre dipaksa menikah dengan seorang pria, dia memilih kabur ke rumah temannya di Stuttgart. Dia berangkat saat cuaca sedang berkabut, dan menyadari bahwa perjalanannya kali ini lebih berat dibandingkan saat dia melarikan diri dari Afghanistan.

Namun di tempat baru, Zohre benar-benar menikmati hidupnya. Dia berolahraga, nonton bioskop, dan semua hal yang dilarang sebelumnya. Zohre tumbuh menjadi perempuan yang penuh percaya diri.

Wajah Kebebasan

Zohre Esmaeli/Foto: Instagram.com/zohreesmaeliofficial
Zohre Esmaeli/Foto: Instagram.com/zohreesmaeliofficial

Pada usia 18 tahun, Zohre dikontrak oleh sebuah agensi dan dikirim ke beberapa negara seperti Milan, Roma, dan London. Kemudian Zohre memutuskan untuk tinggal di Paris dan memiliki penghasilan dari kariernya menjadi seorang model. Pada tahun 2018, Zohre mendirikan Pelatih Budaya untuk mendidik pengungsi tentang budaya Jerman. Bersama dengan tim mentor berpengalaman migrasi, dia bekerja untuk lebih meningkatkan proses integrasi.

Selain itu, dia juga telah mendirikan The Zohre Esmaeli Foundation yang menyediakan kelas online untuk anak-anak dan perempuan Afghanistan di kamp untuk membantu mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan di Eropa. Dengan pengalamannya yang sempat berada dalam kekangan Taliban, dia ingin membantu lebih banyak perempuan untuk lebih bebas menentukan hidupnya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id