STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Korea Selatan Alami Penurunan Populasi Hingga Tingkat Kelahiran Rendah, Kenapa?

Verticallya Yuri S.E Pratiwi | Beautynesia
Kamis, 08 Dec 2022 14:00 WIB
Korea Selatan Alami Penurunan Populasi Hingga Tingkat Kelahiran Rendah, Kenapa?

Sebagai sebuah negara maju, Korea Selatan memiliki banyak kemudahan fasilitas terutama di bidang teknologi, budaya, dan bidang hiburannya yang terkenal. Tetapi hal itu tidak berarti hanya selalu terjadi hal baik.

Di balik kemajuannya, terdapat sebuah permasalahan yang harus dihadapi warga Korea Selatan dan negaranya. Hal tersebut yaitu tingkat angka kelahiran yang semakin rendah.

Dilansir dari CNN, tingkat kesuburan Korea Selatan yang mana menunjukkan jumlah rata-rata anak yang akan dimiliki seorang perempuan dalam hidupnya, turun menjadi 0,81 pada tahun 2021, 0,03% lebih rendah dari tahun sebelumnya. Hal ini berdasarkan statistik yang dikelola pemerintah Korea Selatan.

Menjadi Negara dengan Tingkat Kelahiran yang Rendah

Dibandingkan dengan tingkat kesuburan 2021 yaitu 1,6 untuk Amerika Serikat dan 1,3 di Jepang, tingkat kesuburan Korea Selatan berada di peringkat terendah di dunia. Dampaknya, Korea Selatan dilaporkan mengalami penurunan populasi di mana lebih banyak kematian daripada kelahiran.

Keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup sendiri maupun bersama pasangan, menjadi prioritas utama daripada memiliki anak menjadi salah satu penyebab rendahnya angka kelahiran.

Pandangan untuk dapat terlebih dahulu hidup dengan nyaman, dan bahwa terlalu sulit membesarkan anak di negara yang terkenal dengan kimchi tersebut menjadi kekhawatiran banyak pasangan yang meski sudah menikah, memilih untuk tidak memiliki anak.

Seperti telah menjadi rahasia umum, bahwa biaya hidup di Korea Selatan, terutama Seoul sangat lah tinggi. Harga properti yang terus naik, biaya Pendidikan yang mahal, terlebih mendapat pekerjaan tetap pun semakin sulit.

Ketika membesarkan anak, persaingan masuk sekolah dan perguruan tinggi yang dinilai elite dan prestisius ditambah dengan biaya buku dan kelas tambahan yang juga tidak murah, membuat keputusan tidak memiliki anak menjadi pilihan banyak orang.

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE