Beauties, masih ingatkah kamu dengan insiden yang menimpa Mahsa Amini? Perempuan Kurdi-Iran berusia 22 tahun yang meninggal tahun lalu setelah tiga hari ditangkap oleh polisi moral Iran karena diduga melanggar aturan hijab, telah menerima penghargaan hak asasi manusia tertinggi di Uni Eropa.
Seperti yang dilansir dari Women's Agenda, kematian Mahsa Amini telah menimbulkan gelombang protes di seluruh negeri, yang menyebar secara global menjadi gerakan Woman, Life, Freedom. Gerakan ini menyerukan keadilan dan hak asasi manusia bagi perempuan terutama di Iran.
Menurut kelompok hak asasi manusia, pihak berwenang Iran yang menindak keras protes ini telah membunuh 500 orang dan menahan 22 ribu orang. Kini, Amini dan gerakannya telah menerima Sakharov Prize dari Uni Eropa atas pembelaan mereka terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental.
Presiden Parlemen Eropa, Roberta Metsola, membuat pengumuman yang menerangkan Amini telah memicu gerakan “bersejarah” yang dipimpin perempuan di negara tersebut dan berharap penghargaan tersebut bisa berfungsi sebagai penghormatan kepada perempuan, pria, dan generasi muda Iran yang berani memimpin perjuangan untuk perubahan.
“Dunia telah mendengar seruan 'Woman, Life, Freedom'. Tiga kata yang menjadi seruan bagi semua orang yang memperjuangkan kesetaraan, martabat, dan kebebasan di Iran,” kata Metsola.
"Penghargaan tahun ini mengirimkan sinyal yang jelas kepada dunia. Para perempuan dan anak perempuan Iran yang pemberani ini layak mendapatkan solidaritas dan dukungan kita," kata Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Uni Eropa.
Sakharov Prize untuk kebebasan berpikir didirikan pada tahun 1988 guna menghormati individu dan organisasi yang membela hak asasi manusia dan kebebasan mendasar. Nama penghargaan ini diambil dari nama fisikawan dan pembangkang politik Soviet, Andrey Sakharov. F
inalis lain tahun ini termasuk Vilma Núñez de Escorcia dan Uskup Katolik Roma Rolando Álvarez, keduanya memperjuangkan pembelaan hak asasi manusia di Nikaragua dan trio perempuan dari Polandia, El Salvador dan Amerika Serikat yang memimpin perjuangan untuk kebebasan, keamanan, dan aborsi legal.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!